• Home
  • News
  • Berikut Pernyataan Sikap Jambore Mahasiswa: Lawan Organisasi Radikal Anti-Pancasila
Selasa, 07 Februari 2017 10:12:00

Berikut Pernyataan Sikap Jambore Mahasiswa: Lawan Organisasi Radikal Anti-Pancasila

BAGIKAN:
eQuator.co.id
ILustrasi
Jakarta(Pelita Batak): Dari acara Jambore Mahasiswa Indonesia yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur sejak tanggal 4 hingga 6 Febuari dan diikuti 3000 mahasiswa dari 401 kampus di 21 propinsi terdapat kesamaan pemikiran dan membulatkan tekad para mahasiswa.
 
Mahasiswa menegaskan bahwa kampus sebagai institusi akademis adalah benteng Ppengetahuan. Sebagai benteng pengetahuan maka kampus tidak bisa berkompromi dengan kelompok intoleran yang gemar menghakimi perbedaan pendapat dengan beragam stigma SARA.
 
Nilai nilai kebenaran dan peradaban dalam sejarah akademis lahir karena adanya perbedaan cara berfikir yg termanifestasi dalam perbedaan pendapat. Dengan demikian, bagi mahasiswa, meniadakan perbedaan sama hal nya dengan membunuh ilmu pengetahuan dan menghancurkan peradaban dan itu sama artinya melawan kodrat manusia yang diciptakan sebagai makhluk yang berfikir.
 
Melawan isu SARA di sisi lain juga menjadi kewajiban mahasiswa sebagai bagian dari generasi muda pewaris SAH Republik ini.
 
Mahasiswa menegaskan bahwa sebagai generasi muda telah bersepakat untuk menolak menjadi pewaris yang mewarisi dendam dan kebencian dari ketamakan elit politik saat ini
 
Mahasiswa mengecam seluruh pihak yang menggunakan isu SARA dengan merekayasa konflik SARA sebagai alat politik dari ambisi merebut kekuasaan.
 
Karena mahasiswa tidak mau menjadi pewaris konflik dan dendam maka menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, negara dan rakyat agar tidak di adu domba dan di pecah belah dengan isu SARA menjadi kewajiban yang tidak bisa dielakkan.
 
Musuh utama mahasiswa Indonesia saat ini bukanlah mereka berbeda etnis dan warna kulit, bukan mereka yang berbeda agama dan keyakinan, bukan mereka yang berambut pirang, hitam atau coklat, berambut keriting atau lurus, bukan mereka yang kaya atau miskin.
 
Musuh mahasiswa, musuh rakyat hari ini adalah mereka yang mengadu domba rakyat, menciptakan konflik horisontal, menyebarkan fitnah dan kebencian serta menghalalkan segala cara untuk berkuasa.
 
Musuh rakyat dan mahasiswa hari ini adalah mereka yang karena keserakahannya memiskinkan rakyat dengan prilaku yang koruptif, manipulatif dan berlaku Nepotis dalam kekuasaan.
 
Terkait hal itu maka kami seluruh peserta Jambore Dan Silaturahmi Mahasiswa Indonesia telah memutuskan secara bulat dan teguh :
 
1. Menolak dan Llawan isu SARA dan seluruh upaya adu domba rakyat.
 
2. Menanamkan nilai nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan
 
3. Tolak dan lawan organisasi radikal yang anti-Pancasila
 
4. Usut tuntas semua kasus korupsi tanpa pandang bulu.
 
Kesepakatan kesepakatan tersebut akan kami sampaikan terus menerus kepada seluruh rakyat baik di tingkat lokal maupun nasional melalui beragam bentuk aksi aksi massa.
 
Hormat Kami
6/02/2017
 
Sumatra Utara
Sumatra Barat
Sumatra selatan
Kepulauan Riau
Jambi
Lampung
Kalimantan Selatan
Kalimantan Tengah
Kalimantan Timur
Sulawesi Barat
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Selatan
Banten
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
Yogyakarta
Jawa Timur
Bali,
Nusa Tenggara Timur.(R2/rilis)
  BeritaTerkait
  • Suara Mahasiswa Kristen Indonesia Untuk Perdamaian: Hati-hati Bahaya Laten Intoleransi

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Rabu 7 Desember 2016, merilis pernyataan menyikapi berbagai dinamika di Tanah Air. Berikut isi pernyataan sikap ya

  • Firman Jaya Daeli Bersama Ketua NU Bahas Pancasila dan NKRI di Mataram

    10 bulan lalu

    Mataram(Pelita Batak): Forum Dialog Terbuka yang bertemakan "Silaturahim Kebangsaan : Membumikan Pancasila Dan Menjaga NKRI", digelar di Mataram - Lombok - Nusa Tenggara Barat / NTB.

  • Adian Napitupulu: Siapa Saya Sanggup Gerakkan 3.000 Mahasiswa

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Anggota DPR RI Adian Napitupulu menyebutkan mahasiswa adalah generasi muda Intelektual. Mereka mampu berfikir dan bergerak sendiri. Jangan pernah meremehkan mereka dengan men

  • Audensi PP GMKI dengan Presiden Joko Widodo

    7 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memberikan dukungan terkait sikap pemerintah yang tegas dalam menanam nilai-nilai Pancasila yang telah dilakukan oleh Preside

  • Ini Pernyataan Sikap PP GMKI) Terhadap Aksi Terorisme di Gereja Oikumene Samarinda

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Aksi terorisme yang terjadi di Gereja Oikoumene, Kota Samarinda, Kalimantan Timur merupakan provokasi yang tidak boleh dianggap sepele oleh setiap elemen bangsa. Pasalnya, ak

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet