• Home
  • News
  • Banjir di Padangsidempuan, Parlindungan Purba : Tangkap Pembalak Hutan !
Kamis, 30 Maret 2017 09:39:00

Banjir di Padangsidempuan, Parlindungan Purba : Tangkap Pembalak Hutan !

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Anggota DPD RI Asal Sumut Parlindungan Purba SH MH saat turut meninjau lokasi banjir

Padangsidempuan (Pelita Batak) :
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba, SH, MM mengharapkan agar pemerintah daerah menata kembali lingkungan. Hal ini sekaitan bencana banjir bandang yang terjadi di Kota Padangsidempuan dan Tapanuli Selatan kemarin.

Menurut Parlindungan, seperti biasanya bencana banjir bandang karena lingkungannya yang rusak. Pemerintah daerah harus membuat perda sedemikian rupa. Memulihkan kembali, bukan hanya mencegah agar ini tidak terjadi kembali. Karena daerah ini termasuk daerah yang rentan bencana.

Terkait informasi adanya pembalakan-pembalakan liar yang merupakan terjadinya banjir bandang tersebut Parlindungan mengharapkan pemerintah harus bertindak tegas. "Tangkap saja yang melakukan pembalakan. Karena bila tidak hal ini akan semakin memperparah keadaan. Saya fikir sudahlah jangan bermain-main dengan alam," tegas Parlindungan, Rabu (29/3/2017).

Kesempatan yang sama, Gubernur Sumut yang sebelumnya berada di Kepulauan Nias terbang dari Bandara Binaka Gunung Sitoli menuju Bandara Aek Godang di Padang Lawas Utara menuju lokasi banjir bandang Tapanuli Selatan dan Kota Padang Sidempuan.

Didampingi Kepala BPBD Riadil Akhir Lubis, Kadis Pendidikan Arsyad Lubis, Kadis Sosial Rajali, Kadis Kehutanan Harlen Purba dan Plt Kadis PU Prasarana Tata Ruang Abdul Haris Lubis disambut Wakil Bupati Tapsel Aswin Siregar, Wakil Wali Kota Padang Sidempuan Muhammad Isnandar Nasution, Kapolres Padang Sidempuan AKBP Helmi Lubis, Sekda Tapsel Parulian Nasution dan sejumlah SKPD Tapsel dan Sidempuan lainnya.

Erry dan rombongan tiba menjelang magrib di lokasi banjir bandang di Desa Sibio-bio -  Sijungkang, Kecamatan Pargarutan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan dan di Batunadua, Kota Padang Sidempuan.

Ia menuturkan, jika dilihat dari lokasi, begitu besar air banjir bandang yang terjadi hingga menghancurkan jembatan yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Tapanuli Selatan. "Tiga kabupaten/kota yaitu Kabupaten Tapanuli Selatan, Kota Padang Sidempuan dan Kabupaten Mandailing Natal diterjang banjir bandang. Seperti di Desa Sibio-bio ini, jembatan yang begitu besar yang menghubungkan tiga kecamatan ini hancur diterjang banjir bandang," ujar Erry.

Dalam kesempatan itu, Erry menyampaikan keprihatinan dan duka yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa, harta benda lainnya. “Dari informasi yang didapatkan, musibah banjir bandang menelan 7 orang korban meninggal dunia. 5 orang di Kota Padang Sidempuan, 1 orang dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan 1 orang dari Kabupaten Mandailing Natal dan mengakibatkan ratusan rumah rusak serta hanyut," tutur Erry.

Tengku Erry menegaskan bahwa musibah ini tentunya menjadi pembelajaran bagi kita. Ada tiga hal yang akan dilakukan pemerintah pada saat terjadi bencana di daerah. Yang pertama sebut cari dan selamatkan (safe and rescue). Kedua tanggap darurat, bupati dan walikota yang terkena bencana harus mengutamakan hal-hal yang berhubungan dengan kemanusiaan seperti tempat tinggal yang dibutuhkan para korban untuk tempat tinggal sementara seperti tenda-tenda atau tempat tempat lain yang bisa dihuni sementara. Begitu juga masalah kesehatan. "Penampungan sementara, konsumsinya dan masalah kesehatannya harus kita utamakan," tandas Erry.

Dan selanjutnya yang ketiga yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan-bangunan yang terkena bencana seperti jembatan di daerah ini. Pemerintah daerah segera menyurati baik itu Badan Nasional Penanggulangan Bencana Pusat maupun Provinsi agar anggaran rehab dan rekon ini segera dapat ditampung di APBD. "Kehadiran Pemprovsu untuk mengetahui apa-apa saja yang perlu mendapat dukungan baik itu dari Provinsi, Pusat untuk menanggulangi bencana yang terjadi. “Kita berharap kondisi ini dapat diatasi dengan cepat dan kondisi masyarakat dapat kembali normal," ucap Erry.

Usai meninjau daerah Tapanuli Selatan, Gubsu Erry beserta rombongan juga meninjau lokasi bencana di Batunadua, Kota Padang Sidempuan yang didampingi Wakil Walikota Padang Sidempuan Muhammad Isnandar Nasution, Kapolres Padang Sidempuan AKBP Helmi Lubis dan pejabat lainnya. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Bersama Parlindungan Purba, Gubernur Ingin Masyarakat yang Tinggal Dipinggir DAS di Sidempuan Didata

    10 bulan lalu

    Padangsidempuan (Pelita Batak) : Sebelum bertolak ke Medan, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bersama Wali Kota Padang Sidempuan Andar Amin Harahap meninjau posko penampungan dan

  • Rony Situmorang Dukung Zero Tolerance Polusi Danau Toba

    2 tahun lalu

    Walaupun mereka melakukan replanting, sambungnya, bagaimanapun juga penebangan pohon yang sudah berumur ratusan tahun pasti berdampak negatif pada keasrian dan keindahan jajaran perbukitan bukit seribu yang 10 tahun lalu masih tampak "hijau".

  • Gubernur Sumut: Ini Musuh Besar Kita !

    tahun lalu

    "Peredaran serta penggunaan narkoba semakin meningkat dan memprihatinkan. Kita tidak ingin generasi muda hancur yang akhirnya menghancurkan bangsa. Pengedar narkoba harus dibuat hukuman maksimal agar jera,"

  • Jokowi Minta Jaga dan Lindungi Danau Toba,  

    tahun lalu

    Presiden Joko Widodo beserta Ny Iriana didampingi Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Ir H Tengku Erry Nuradi dan Ketua TP PKK

  • Parlindungan Purba Kaget Anggota DPD RI Tertangkap KPK

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba menyatakan kaget atas kabar tertangkapnya seorang anggota DPD RI dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK karena diduga menerima suap.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet