• Home
  • News
  • BOPKPDT Bersama H3 Sosialisasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba
Kamis, 09 Februari 2017 15:22:00

BOPKPDT Bersama H3 Sosialisasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba

Masih Banyak Desa Wisata Asli di Kawasan Danau Toba
BAGIKAN:
TAp|PelitaBatak
Direktur Utama BOPKPDT Arie Prasetyo, Penasehat H3 Dr RE Nainggolan MM, para tokoh masyarakat Sanggam SH Bakkara, Romein Manalu ST dan yang lainnya foto bersama usai mengikuti sosialisasi.

Medan (Pelita Batak) :
Badan Pelaksana-Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) mengadakan sosialisasi program kerja kepada seratusan tokoh masyarakat di Hotel Mercure Medan, Kamis (9/2/2017). Pertemuan yang bertujuan mengedukasi masyarakat dan menampung aspirasi dari para tokoh masyarakat tersebut dihadiri Direktur Utama BOPKPDT Arie Prasetio.



Penasehat Horas Halak Hita (H3), Dr RE Nainggolan MM

Bekerjasama dengan Horas Halak Hita (H3), BOPKPDT menyampaikan kepada seluruh peserta sosialisasi tentang program kerja dan wewenang yang diberikan sesuai Peraturan Presiden Nomor 49 Tahun 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba. Dijelaskan Arie, pihaknya tetap optimis akan target capaian dunia pariwisata Danau Toba yang menargetkan 1 juta wisatawan mancanegara hingga 2019.

Selain adanya upaya perbaikan infrastruktur akses transportasi, potensi Pariwisata Danau Toba masih sangat besar. "Danau Toba memiliki keunikan tersendiri dari wisata danau lainnya. Danau-danau yang lebih kecil saja bisa menghadirkan 3 juta wisatawan mancanegara," ujarnya dalam acara yang dihadiri Penasehat H3 Dr RE Nainggolan, MM, mewakili Gubernur Ibnu S Hutomo (Asisten Ekbang), Anggota DPD RI Parlindungan Purba MM, Jadi Pane SPd, Ronald Naibaho, Sihar Cibro, Romein Manalu ST, Drs Sanggam Hutagalung, Ir JB Siringoringo, Ketua Badan Pelaksana Geopark Kaldera Toba Alimin Ginting, Koordinator H3 Sepuh Ginting, Juliski Simorangkir (Anggota DPRD Sumut), Landen Marbun (Anggota DPRD Kota Medan), Sanggam SH Bakkara, Binsar Simatupang dan para tokoh lainnya. Kegiatan ini dimoderatori Prof Sukaria Sinulingga.


Arie Prasetyo

Menurut Arie, saat ini masyarakat dunia sudah kembali mengenal Danau Toba. Hanya saja, belum mengetahui tempat-tempat dan kegiatan wisata apa yang bisa dinikmati di kawasan tersebut. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan kegiatan wisata baik pertunjukan budaya, wisata forestry, agrowisata dan agenda budaya lainnya yang ada di kawasan tersebut.

"Kawasan Danau Toba juga memiliki wisata cerita rakyat yang berkaitan dengan kebudayaan daerah sekitar yang memiliki nilai jual pariwisata," katanya.

Selain keberadaan Bandara Silangit yang sejak 2015 peningkatan sirkulasi penumpang mencapai 700 %. Dan di tahun 2017, pihaknya mewacanakan mengajukan bandara tersebut menjadi Bandara Internasional. Kemudian, pemanfaatan transfortasi kereta api Medan-Siantar juga akan di upgrade sehingga, sebelum akses jalan tol selesai fasilitas-fasilitas tersebut sudah bisa difungsikan.


Sanggam SH Bakkara dan Parlindungan Purba SH MM menghadiri sosialisais

Sementara itu, Penasehat H3 Dr RE Nainggolan MM mengatakan Kawasan Danau Toba merupakan kawasan yang luar biasa. Daerah yang tidak begitu luas, namun memiliki kekayaan pariwisata yang maha besar. Baik dari sisi penduduknya yang beragam dengan budaya dan bahasa lokal, kekayaan hayati seperti anggrek toba sekitar 300 jenis dan masih 100 anggrek yang telah diidentifikasi (dr Ria N Telaumbanua) ada pinus merkussi dan lainnya. "Demikian halnya dengan proses terjadinya Danau Toba yang memiliki nilai geologis akibat letusan gunung toba," ujarnya.


Kehadiran BOPKPDT menurut Dr RE Nainggolan, harus dapat saling mendukung dengan Badan Geopark Kaldera Toba yang telah dibentuk Gubernur. Dimana BOPKPDT mempersiapkan infrastruktur, pada sisi geopark lah peran masyarakat bisa dilibatkan. Peran masyarakat yang langsung bersentuhan dengan lingkungan dan dunia pariwisata itu sendiri. "Tinggal bagaimana pemerintah mendorong dan ambil bagian di dalamnya. Maka badan geopark harus menggali potensi-potensi yang ada," ujarnya.

Mewakili Gubernur, Ibnu S Hutomo mengatakan pemerintah provinsi Sumut berharap BOPKPDT segera berbenah dan bergerak all out. Dengan harapan, masyarakat setempat akan segera merasakan manfaat dari pembangunan kawasan tersebut. "Danau Toba sebagai motor penggerak ekonomi sektor pariwisata Sumut, menjadi andalan di masa yang akan datang," ujarnya.(TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Yayasan Pencinta Danau Toba Kritisi Kinerja Badan Otorita yang Belum Hasilkan Rencana Induk

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sejak dicanangkan pengembangan Kawasan Danau Toba (KDT) sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan terutama setelah dibentuk Badan Otorita Pengelola Kawasan Pari

  • Dukung Program Pemerintah, Pomparan Guru Tatea Bulan Sarasehan di Sigulatti

    9 bulan lalu

    Samosir (Pelita Batak) :Pengurus Yayasan Pomparan Ompu Guru Tatea Bulan bersama pomparan Guru Tatea Bulan serta Kepala Desa Sianjur Mula Mula dan Tokoh Masyarakat menggelar sosialisasi dan sarasehan d

  • BODT Bersama Pemkab Tobasa Sosialisasi Destinasi Pariwisata di Sigapiton Ajibata

    tahun lalu

    Balige (Pelita Batak) : Upaya peningkatan dan pengembangan destinasi pariwisata di kawasan danau toba, Tim dari Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BODT) bersama Pemkab Toba Samosir me

  • 60 Homestay akan Dibangun di Pulau Sibandang Taput, Sipinsur Humbahas, Sigapiton Tobasa dan Hutabalian Samosir

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Danau Toba merupakan destinasi pariwisata prioritas yang tidak cukup didekati dengan cara membangun fisik dan infrastruktur saja. Tetapi harus simultan dengan membangun sumbe

  • Balige Dipersiapkan Jadi Pusat Bisnis, Pusat Pendidikan dan Pusat Pariwisata

    2 tahun lalu

    Balige (Pelita Batak):   Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang BPN Budi Situmorang bersama Pemkab Tobasa membahas penyusunan Rencana Detail Tata Ruan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet