• Home
  • News
  • Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Minta MUI Jangan Jadikan Agama Tameng Menolak Kapolda Banten
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 20 Oktober 2016 13:19:00

Anggota DPR RI Ahmad Sahroni Minta MUI Jangan Jadikan Agama Tameng Menolak Kapolda Banten

BAGIKAN:
merdeka.com
Ahmad Sahroni
Jakarta(Pelita Batak): Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni turut angkat bicara terkait maraknya isu SARA yang tidak hanya menyangkut Pilkada, tapi juga menyasar jabatan di institusi kepolisian. Hal ini terkait Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten yang menolak pelantikan Komisaris Besar Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Banten untuk menggantikan Brigadir Jenderal Polisi Ahmad Dofiri.
 
Menurut Sahroni, penolakan terhadap Listyo Sigit hanya karena yang bersangkutan non muslim sangat tidak beralasan. Hal ini menunjukkan kurang dewasanya MUI Banten dalam menyikapi perkembangan kondisi kekinian Indonesia. Apalagi, penunjukan mantan ajudan Presiden Joko Widodo tersebut sudah melalui proses yang berjenjang di internal Polri sendiri.
 
"Jangan jadikan agama sebagai tameng tidak dilantiknya Kombes Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolda Banten," kata Sahroni, Jakarta, Rabu 19 Oktober 2016.
 
Politikus Partai Nasdem ini mendukung penuh keputusan Kapolri Jenderal Tito Karnavian atas penunjukan Kombes Pol Listyo Sigit sebagai Kapolda Banten. Karena itu, Kapolri harus tegas bersikap dan tidak boleh tunduk di bawah tekanan siapapun, termasuk pihak yang menolak.
 
"Saya rasa penunjukkan itu sudah tepat dan profesional, sesuai dengan kewenangan dan kapasitas beliau selaku Kapolri," jelasnya.
 
Dia menambahkan, Kapolri Tito pernah menjadi Kapolda Papua pada tahun 2012 menggantikan pejabat lama Irjen Pol Bigman Lumbang Tobing. Papua sendiri mayoritasnya adalah non muslim.
 
Namun sama sekali tidak ada penolakan terhadap kahadiran Tito pada waktu itu. Oleh karena itu, Sahroni meminta Kapolri tidak terbawa arus kelompok yang menyeret-nyeret agama ke pusaran politik.
 
"Isu-isu yang menyangkut agama akhir-akhir sedang marak diperbincangkan, hendaknya jangan sampai agama menjadi tameng untuk kepentingan-kepentingan politik," tegasnya.
 
Selain itu, dia meminta Presiden sebagai kepala negara tidak boleh kalah melawan kelompok sipil intoleran. Negara memiliki power untuk memaksa rakyatnya tunduk pada konstitusi Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika.
 
"Saya tegaskan, bahwa Bangsa Indonesia adalah negara plural (majemuk). Mari kita merawat kemajemukan ini demi tegaknya bangsa tercinta," tandasnya.(sumber: merdeka.com)
  BeritaTerkait
  • Pengalaman Jhonsar Lumbantoruan bersama Ahok di DPR RI

    4 tahun lalu

    Saya pernah bekerja selama kurang lebih  2,5 Tahun( Oktober 2009-Februari 2012)  dalam satu Instusi(Komisi II DPR RI) dengan Basuki Tjahaja Purnama (AHOK). Dia sebagai Anggota DPR, saya s

  • Peringatan 12 Tahun Gempa Nias, Murid SD Menari Siaga Bencana

    3 tahun lalu

    Gunungsitoli (Pelita Batak) : Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bersama- sama masyarakat Nias larut dalam peringatan 12 tahun gempa Nias yang terjadi tepat pada 28 Maret 2005 sil

  • Gubsu Hadiri Deklarasi Lawan Politik Uang Dan Politisasi SARA Pada Pilgub Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri deklarasi Tolak dan Lawan Politik Uang serta Politisasi SARA pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut 2018.Acara

  • Ingin Hadir di Tengah Masyarakat, Akhyar Nasution Shalat Maghrib Berjamaah di Masjid At Taufiq

    4 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Upaya membangun tali silaturahmi dan rasa kebersamaan dengan warga Kota Medan terus dilakukan Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi. Salah satunya dengan

  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    3 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb