• Home
  • News
  • Anggota DPD RI Parlindungan Purba Hadir, Wali Kota : Festival Pesona Lokal Dukung Pengembangan Budaya dan Kemajuan Pariwisata
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 21 Oktober 2018 12:17:00

Anggota DPD RI Parlindungan Purba Hadir, Wali Kota : Festival Pesona Lokal Dukung Pengembangan Budaya dan Kemajuan Pariwisata

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Anggota DPD RI Asal Sumut Parlindungan Purba SH MM turut larut dalam Festival Pesona Lokal beserta Wali Kota Medan dan pejabat lainnya
Medan (Pelita Batak):
Lebih dari 7.000 warga Kota Medan ikut memeriahkan Festival Pesona Lokal yang digelar di halaman Istana Maimun Medan, Minggu (21/10). Selain dimeriahkan dengan lomba karnaval budaya, event ini juga menampilkan fashion show Batik Medan hasil kreasi Ketua TP PKK Kota Medan Hj Rita Maharani sekaligus launching Tarian Ahoi. Kegiatan  hasil kerjasama Pemko Medan, dengan iNews TV dan PT Adira Dinamika Multi Finace diharapkan dapat menjadi momentum mengeliatkan sekaligus memajukan pariwisata di ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi dan Wakil Wali Kota Medan beserta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan, Anggota DPD RI Parlindungan Purba SH MM ikut menghadiri Festival Pesona Lokal tersebut. Bahkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota sempat ikut berjoget bersama dengan 428 penari saat Tarian Ahoi dilaunching. Tarian yang merupakan hasil kolaborasi seni dan musik Melayu serta gerakan tarian dan olahraga diharapkan dapat mem-booming seperti Tarian Poco Poco dan Tari Gemu Famire.

Festival Pesona Lokal dimulai dengan pelepasan perlombaan karnaval budaya yang diikuti ribuan peserta oleh Wali Kota didampingi Wakil Wali Kota beserta Direktur PT MNC Group, Arya Sinulingga, Chief Financial Officer PT Adira Dinamika Multi Finance I Dewa Made Susila, unsur Forkopimda Kota Medan dan Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriomo. 

Pelepasan dilakukan Wali Kota dari depan Istana Maimun, iringan pertama yang dilepas adalah mobil antik, becak bermotor, komunitas sepeda ontel, mobil hias, para peserta yang mengenakan pakaian tradisionil dari seluruh etnis yang ada di Kota Medan dan pakaian olahraga dengan selempang kain tradisionil dan  drum band.

Iringan karnaval budaya yang menggambarkan kondisi multikultural Kota Medan mendapat apresiasi dan aplaus meriah dari warga di sepanjang jalan yang dilintasi sepanjang lebih kuang 2,8 Km diantaranya Jalan Brigjen Katamso, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Multatuli, Jalan Juanda serta finish kembali di Jalan Brigjen Katamso (Istana Maimun).

Selesai perlombaan karnaval budaya, acara dilanjutkan dengan sejumlah pertunjukan yang diawali penampilan band dan tarian dari Pemko Medan dengan mengusung keberagaman etnis dan budaya di Kota Medan. Kemudian diikuti Tarian Perang dan Ombo Batu dari Pulau Nias, pertunjukan musik kecapi, Tarian 1000 Tangan serta fashion show dari sejumlah model dari Kota Medan yang mengenakan busana Batik Medan hasil karya Hj Rita Maharani.

Selanjutnya ribuan pengunjung disungguhi pertujuhan Tarian Ahoi yang sengaja dilaunching untuk pertama kalinya di ajang Festival  Pesona Lokal. Tarian yang menggabungkan unsur gerakan olahraga dan tarian serta sentuhan musik Melayu dibawakan sebanyak 428 orang penari sebagai simbol simbol usia Kota Medan yang kini telah 428 tahun sejak didirikan pertama kali oleh Guru Patimpus. Bahkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota pun ikut menari bersama seluruh penari hingga berakhirnya Tarian Ahoi.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat Kota Medan yang hadir dan mengikuti seluruh kegiatan yang diperlombakan dalam Festival Pesona Lokal, Wali Kota pun mengaku  sangat puas. Eldin berharap agar Dinas Pariwisata dapat terus menjalin kerjasama dengan iNews TV dan PT Adira sehingga Festival Pesona Budaya Lokal dapat masuk dalam kalendet pariwisata karena diyakini dapat mendukung kemajuan pariwisata di Kota Medan.

"Saya berharap agar festival ini menjadi momentum bagi kita dalam mengembangkan budaya yang ada di Kota Medan. Itu sebabnya saya sangat mengpresiasi dan mendukung penuh dilaksanakannya Festival Pesona Lokal ini. Melalui kegiatan ini, mari terus kita lestarikan seluruh budaya yang ada di Kota Medan," kata Wali Kota.

Selanjutnya Wali kota menyampiakan ucapan terima kasihnya kepada smeua pihak yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan Festival Pesona Lokal, terutama dan iNews TV dan PT Adira. "Semoga setiap tahunnya festival seperti ini digelar di Kota Medan dan jauh lebih meriah lagi. Tentunya ini sangat mendukung dalam pengembangan dan kemajuan pariwisata di Kota Medan," ungkapnya seraya melakukan peninjauan terhadap sleuruh stand yang ada di halaman Istana Maimun.

Selain perlombaan karnaval budaya, fashion show Batik Medan, launching Tarian Ahoi, Festival Pesona Lokal juga dimeriahkan dengan sejumlah perlombaan lainnya seperti lomba kreasi masakan daerah, lomba mural "pesona kotaku" serta lombna UMKM terbaik. Keseluruhan perlombaan menyediakan hadiah total ratusan juta rupiah.

Sementara itu menurut Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono, Festival Pesona Lokal merupakan sumbangan Corporate Social Responsibility (CSR) iNews TV dan PT Adira kepada masyarakat Kota Medan. Menurut Agus, Pemko Medan tentu saja sangat berkepntingan dalam acara ini karena menjadi wadah untuk memperkenalkan seni dan budaya yang ada di Kota Medan.

Di samping itu tambah Agus lagi, Festival Pesona Lokal ini diperlombakan di 9 kota lainnya di Indonesia seperti Kota Bandung, Solo Raya, Jakarta, Makasar, Malang, Pontianak, Balikpapan, Bali dan Kota Medan. "Saya berharap agar Festival Pesona Lokal yang digelar di Kota Medan merupakan yang terbaik dan kita kelaur sebagai pemenangnya," harap Agus.

Selanjutnya terkait dengan Tarian Ahoi yang baru dilaunching, Agus menjelaskan, merupakan tarian khas Kota Medan yang sengaja diciptakan sesuai dengan kondisi Kota Medan yang multikultural. Dikatakannya, ada beberapa tarian daerah yang diadopsi hingga menjadi Tarian Ahoi sehingga diharapkan dapat menjadi ikon tarian di Kota Medan.

"Harapan kami sebenarnya ingin luas lagi.  Artinya, kami ingin Tarian Ahoi bisa booming dan menasional sehingga kedudukannya bisa sama dengan Tarian Poco Poco dari Kota Ambon maupun Tarian Gedmu Famire dari Nusa Tenggara Timur. "Kalau tarian Poco Poco dan Gemu Famire berasal dari wilayah Indonesia bagian timur, kita harapkan Tarian Ahoi merupakan sumbangan kita untuk Indonesia bagian barat," harapnya.(H)
  BeritaTerkait
  • Pawai Pembangunan Semarakkan HUT Kemerdekaan RI Diikuti Barisan Wartawan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Puluhan ribu warga masyarakat antusias menyaksikan pawai pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia  di sepanjang Jalan Diponegoro Medan, K

  • BOPKPDT Bersama H3 Sosialisasi Pengembangan Pariwisata Danau Toba

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Badan Pelaksana-Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT) mengadakan sosialisasi program kerja kepada seratusan tokoh masyarakat di Hotel Mercure Meda

  • Buka FDT 2016, Pagar Betis Siswa Puluhan Kilo Meter Sambut "Karnaval Pejabat"

    2 tahun lalu

    Muara (Pelita Batak) :<br></br> Pembukaan Festival Danau Toba 2016 di Muara, Tapanuli Utara berlangsung dengan "karnaval pejabat". Ratusan siswa/siswi SMA menjadi pagar betis sepanjang jalan dari Bandara Silangit hingga lokasi acara

  • Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing Dukung Sarasehan Sambut Natal Nasional

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ephorus HKBP Pdt Dr Darwin Lumbantobing dukung dan apresiasi rencana pelaksanaan sarasehan menjelang natal nasional 2016 di Humbahas yang akan diselenggarakan di Hotel Grand Angkasa Medan pada tanggal 2 Desember mendatang.

  • Erry: Ciri Spiritual Berhasil Bila Senang Melihat Orang Senang Dan Susah Melihat Orang Susah

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi berharap pembangunan fisik yang semakin maju ini, juga diikuti dengan perbaikan mental dan spiritual. Bagaimana masyarakat tida

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb