• Home
  • News
  • Aksi Begal Masih Meresahkan Warga Medan
Senin, 18 Juli 2016 17:03:00

Aksi Begal Masih Meresahkan Warga Medan

BAGIKAN:

Medan (Pelita Batak)
Pemko Medan diminta untuk ikut serta dalam memberantas begal yang kini keberadaannya sangat meresahkan masyarakat. Salah satunya dengan menurunkan petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk menertibkan para pedagang sparepart bodong yang menggelar lapak di sejumlah titik di Kota Medan. Diyakini penertiban para pedagang sparepart bodong itu mampu meminimalisir aksi para begal.

Demikian salah satu isi pertemuan sejumlah anggota DPRD Sumut ketika melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Balai Kota Medan, Senin (18/7/2016). Kunker ini dilakukan dalam rangka untuk menyampaikan hasil reses yang telah dilakukan para wakil rakyat asal daerah pemilihan (dapil) Kota Medan beberapa waktu lalu.

Adapun anggota DPRD Sumut yang melakukan kunker itu diantaranya M Hanafiah Harahap, Ikrimah Hamidy, M Nezar Djoeli, Brialian Muchtar, Baskami Ginting, serta M Faisal. Mereka diterima langsung Wakil Wali Kota Medan, Ir Akhyar Nasution MSi didampingi sejumlah pimpinan SKPD dan camat.

Permintaan Pemko Medan untuk itu serta mengatasi aksi begal disampaikan Ikrimah Hamidy. Menurut politisiasal PKS itu, keberadaan begal saat ini sangat meresahkan masyarakat. Itu sebabnya salah satu permintaan masyarakat ketika dirinya melakukan reses, supaya  begal segera ditertibkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

"Bentuk dukungan Pemko Medan bisa dilakukan dengan menertibkan seluruh pedagan sparepart bodong yang ada di sejumlah titik di Kota Medan melalui petugas Satpol PP dan Dishub Kota Medan. Kuat dugaan sparepart bodong itu merupakan hasil para begal yang telah 'dicincang'. Saya yakin kalau pedagang sparepart  bodong tersebut ditertibkan dapat meminimalisir aksi para begal," kata Ikrimah.

Selain menyoroti masalah begal, Ikrimah juga mengapresiasi penertiban papan reklame yang dilakukan Pemko Medan melalui Tim Terpadu Penertiban, Penindakan dan Pembongkaran Papan Reklame. Sebab, kebedaraan papan reklame yang ada saat ini sangat memprihatinkan sehingga membuat wajah Kota Medan carut marut.

"Kita apresiasi penertiban papan reklame tersebut. Kita harapkan penertiban teruis dilakukan sehingga papan reklame di Kota Medan benar-benar tertata dengan baik dan tidak mengganggu estetika kota," ungkapnya.

Sementara itu anggota DPRD Sumut lainnya, Nezar Djoeli berharap kepada Pemko Medan pada saat membuat Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD)  hendaknya menampung aspirasi anggota DPRD Sumut asal Dapil Kota Medan. Sebab, banyak masukan-masukan yang mereka terima dari masyarakat saat melakukan reses, terutama menyangkut ketimpangan pembangunan di Medan bagian Utara.

Selain itu Nezar juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait sejumlah puskesmas yang menolak merekomendasikan pasien berobat ke rumah sakit meskipun sang pasien sudah berulangkali berobat ke puskesmas namun tak kunjung sembuh. Kemudian banyaknya dokter yang mangkir di puskesmas sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan kurang memuaskan masyarakat.

Sedangkan Brilian Muchtar menyampaikan masih adanya sejumlah kelurahan tertinggal seperti Kelurahan Indra kasih, kecamatan Medan Tembung,  Kelurahan Tegal Sari I, Kecamatan Medan Area dan Kelurahan  Bangun Mulia, Kecamatan Medan Tembung berdasarkan hasil reses yang telah dilakukan. Diharapkannya, hasil reses tersebut segera ditindaklanjuti Pemko Medan agar tidak terjadi ketimpangan pembangunan lagi.             

Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menyampaikan terima kasih atas masukan yang disampaikan anggota DPRD Sumut berdasarkan hasil reses yang telah mereka lakukan. Semua masukan itu akan ditindaklanjuti, terutama keluhan menyangkut infrastruktur jalan, drainase, sampah serta aksi begal.

"Masalah infrastruktur, kita telah memfokuskan anggaran tahun 2017 untuk memprioritaskan penanganan jalan, drainase, sampah, kesehatan dan pendidikan sehingga masyarakat bisa merasakan hasilnya,” jelas Akhyar.

Terkait menyikapi maraknya peredaran narkoba seperti yang disampaikan sejumlah anggota DPRD Sumut, Akhyar mengungkapkan Pemko Medan saat ini telah mengajukan pembentukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Medan dan kini tengah menyiapkan infrastruktur. "Mungkin tahun depan sudah terbentuk," jelasnya. (TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Ngakunya Ketua Begal, Dihadiahi Timah Panas Lah!

    2 tahun lalu

    "Pelaku diamankan di kawasan Perumnas Simalingkar saat berboncengan dengan pacarnya. Saat diamankan pelaku melawan petugas. Kita memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tetap melarikan diri. Jadi petugas memberikan tindakan tegas terukur,"

  • Wow, Ternyata Begal Ini Sudah Sering Beraksi

    2 tahun lalu

    Pelaku telah 21 kali menjalankan aksi kejahatannya. "Paling banyak pelaku beraksi di wilayah hukum Polsek Medan Baru,"

  • Bak Pahlawan Kesiangan, Pelaku Begal : Namanya Setia Kawan Bang

    2 tahun lalu

    "Kawanku di Tanjung Gusta bang. Jadi uang hasil kejahatan diberikan kepada kawanku itu. Namanya setia kawan bang. Kawanku ditangkap dalam kasus yang sama,"

  • Polisi Ringkus Dua Perampok di Halte Universitas Sumatera Utara (USU) Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Personel Satuan Reskrim Polresta Medan meringkus sindikat perampok yang kerap beraksi di halte pintu Universitas Sumatera Utara Jalan Dr Mansyur Medan. &nbs

  • Audensi PP GMKI dengan Presiden Joko Widodo

    10 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia memberikan dukungan terkait sikap pemerintah yang tegas dalam menanam nilai-nilai Pancasila yang telah dilakukan oleh Preside

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet