• Home
  • News
  • Akhyar Dampingi Gubsu Susuri Sungai Babura
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 20 April 2019 14:44:00

Akhyar Dampingi Gubsu Susuri Sungai Babura

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mendampingi Gubsu Edy Rahmayadi menyusuri Sungai Babura, Sabtu (20/4/2019). Penyusuran ini dilakukan untuk melihat secara dekat kondisi Sungai Babura yang selama ini sangat rentan  meluap sehingga menyebabkan terjadinya banjir. Oleh karenanya dari hasil penelurusan yang dilakukan akan dicari apa faktor menjadi penyebab sungai meluap serta bagaimana solusi mengatasinya. Dengan demikian banjir yang terjadi akibat meluapnya Sungai Deli dapat diatasi.

Penelusuran dilakukan dimulai dari pinggiran Sungai Babura, persisnya dekat Kantor Lurah Beringin, Kecamatan Medan Selayang serta berakhir di Taman beringin Jalan Sudirman Medan. Selain Wakil Wali Kota dan  Gubsu, penyusuran Sungai Babura juga diikuti Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPND) Sumut Riadir Akhir Lubis, Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan H M Husni SE dan usur  Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II.

Sebelum penyusuran dimulai, Gubsu mengingatkan bahwa kegiatan yang dilakukan itu bukan bertamasya melainkan melakukan evaluasi dalam rangka mengatasi banjir yang selama ini terjadi. Untuk itu Gubsu berharap agar penyusuran sungai seperti ini dilakukan rutin, minimal sebulan sekali. "Jadi penyusuran sungai yang dilakukan ini bukan main-main," kata Gubsu.

Dikatakan Gubsu, mengatasi banjir sangat penting untuk segera dilakukan. Tidak hanya mengatasi rumah warga direndam air, tetapi juga mengatasi agar warga terhindar dari penyakit, terutama paru-paru. Pasalnya, jelas Gubsu, berdasarkan pengakuan salah seorang ahli dari Belanda dalam satu acara di Hotel Santika beberapa waktu lalu menyebutkan, dari 34 provinsi,  orang-orang di Sumut ternyata memiliki paru-paru terjelek.

"Ketika saya tanya mengapa itu terjadi, ahli dari Belanda itu mengatakan salah satu penyebabnya adalah sampah. Dengan adanya sampah menyebabkan banyaknya lalat tanpa disadari menghinggapi makanan yang kita makan dan berdampak dengan kesehatan. Faktor kedua adalah akibat banjir. Sungai yang banjir membawa kotoran dan pasca banjir akhirnya mengering dan kemudian menguap. Uap sisa banjir yang bercampur dengan kotoran itulah yang kemudian dihirup," ungkapnya.

Masih kata ahli dari Belanda itu sambung Gubsu, paru-paru terjelek pertama di Sumut adalah orang-orang Medan, sedangkan paru-peru terjelek kedua kedua adalah Kota Tebing Tinggi. Tentunya bilang Gubsu, hal ini harus segera disikapi. Apalagi Kota Medan diketahui dalam dua tahun sekali akan terjadi banjir besar. Guna mengatasi persoalan banjir tersebut, jelas Gubsu, telah dipanggil seorang ahli yang pernah menangani Sungai Ci Tanduy yang berada di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Inilah orangnya, saya paksa dia datang untuk mengatasi persoalan banjir ini dan telah membuat buku terkait mengatasi persoalan banjir. Dari hasil pengamatan yang telah dilakukan, banjir Jakarta maupun banjir di Bandung ternyata berbeda dengan banjir yang terjadi di Kota Medan. Untuk itu  kita harus serius dan disiplin mengatasi banjir,  kita tidak mau anak cucu nanti jadi korban," paparnya sambil menunjuk seorang pria paro baya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi mengaku sangat gembira dengan adanya kegiatan penyusuran sungai yang dilakukan dalam upaya mengatasi banjir yang selama ini terjadi di Kota Medan. "Ini adalan mimpi Pemko Medan yang selama ini sangat dinantikan," kata Akhyar.

Menurut Akhyar, penanganan banjir secara keilmuwan mudah ditangani namun problem sosial  tidak gampang melakukannya. Oleh karenanya diperlukan edukasi kepada masyarakat, selain tidak tinggal di bantaran sungai, juga tidak buang sampah sembarangan. Sebagai salah satu solusi, jelas Akhyar, Pemko Medan akan membangun rusunawa untuk menampung warga yang tinggal di bantaran sungai.

"Upaya inilah yang perlu edukasi, sebab masyarakat yang selama ini sudah puluhan tahun tinggal di bantaran sungai menolak dilakukan relokasi meskipun tempat relokasi lebih layak dari tempat yang dihuni mereka selama ini. Untuk itulah mari kita bersama-sama menyelesaikan problema sosial ini. Kami sudah punya rencana untuk itu, mari kita duduk bersama mengatasinya dan rencana yang telah kami siapkan itu dapat diintegrasikan," paparnya.

Penelusuran Sungai Babura dipimpin langsung Gubsu yang diawali dengan doa bersama. Setelah itu penelusuran pun dimulai dengan menggunakan delapan perahu milik BPBD Provinsi Sumut dan Kota Medan. Dalam penelusuran yang dilakukan tersebut, Gubsu dan rombongan mendapati kondisi Sungai Babura mengalami pendangkalan yang cukup parah. Kondisi itu diperparah lagi dengan banyak sampah rumah tangga yang dibuang masyarakat ke dalam sungai. (H|TAp)
  BeritaTerkait
  • Evaluasi Penataan Infrastruktur Jalan dan Drainase Medan

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Pemko Medan terus fokus membenahi infrastruktur baik jalan maupun drainase yang ada di Kota Medan. Pembenahan itu dilakukan dalam rangka  untuk menjadikan Medan Rumah Kita se

  • Wakil Wali Kota Pimpin Pembersihan Sungai Babura

    4 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi memimpin langsung pembersihan Sungai Babura, Rabu (24/4) pagi. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk membersihkan sungai dari sa

  • Akhyar Nasution Harap Banjir di Kota Medan Dapat Segera Teratasi

    2 minggu lalu

    Medan (Pelita Batak):Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution MSi menghadiri Rapat Lanjutan Normalisasi Sungai Sei Deli dan Sungai Babura di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (8/5). Dalam kesempata

  • Eldin Minta Diberi Kesempatan Oleh Warganya

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Saat warga Medan semakin resah dengan kondisi pembangunan di ibu kota provinsi Sumut itu, Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi kini meminta diberikan kesempatan untuk membenahi yang tertinggal. Kini ia sibuk turun memantau pen

  • Akhyar Nasution Buka FGD Pananganan Banjir

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Masalah banir yang kerap terjadi di Kota Medan mnjadi perhjatain para pakar, dan masalah banjir di Kota Medan disikusikan dalam suatu acara Focus Group Discussian (FGD) yang menampilkan para pakar yang ada

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb