• Home
  • News
  • Akhirnya Calon Haji Bermasalah Via Filipina Bisa Pulang ke Rumah
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 04 September 2016 14:34:00

Akhirnya Calon Haji Bermasalah Via Filipina Bisa Pulang ke Rumah

BAGIKAN:
Foto: Humas/Dindha
Menlu Retno Marsudi menyampaikan perkembangan terkini pemulangan WNI dari Filipina, Minggu (4/9) pagi, di Hangzhou, RRT.
Hangzou (Pelita Batak) Setelah melalui proses pemeriksaan pihak Imigrasi setempat, dan sempat ditampung selama beberapa hari di Kantor Kedutaan Besar RI di Manila, sebanyak 168 dari 177 WNI Calon Haji yang semula akan berangkat dengan paspor Filipina, pada Minggu 4 September 2016 ini dipulangkan ke Indonesia dengan pesawat penerbangan Air Asia.
 
"Dari 177 Warga Negara Indonesia (WNI), 168 sudah dalam status sekarang ini per menit ini adalah ready to go status. 9 memang harus tinggal lebih lama karena diperlukan informasi yang lebih dalam dari 9 orang tersebut," kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan, di Hangzhou, RRT, Minggu 4 September 2016 pagi.
 
Menurut Menlu, proses pemulangan akan dilakukan pada hari ini dengan menggunakan pesawat Air Asia, dengan rute Manila – Makassar – dan Jakarta, dan seluruh proses imigrasi akan dilakukan di Makassar. Mereka akan diberangkatkan dari Manila pagi ini.
 
Dari 168 WNI tersebut, lanju Menlu, 110 akan turun di Makassar yaitu 95 berasal dari Sulawesi, 15 dari Kalimantan Timur yang mereka memilih turun di Makassar. Oleh karena itu, jumlahnya adalah 110 yang turun di Makassar, selebihnya mereka akan turun di Jakarta.
 
"Setiba mereka di Bandara Makassar dan nantinya di Jakarta mereka akan langsung diserahterimakan kepada pemda setempat," kata Retno seraya menambahkan bahwa Duta Besar Indonesia di Manila akan berada di pesawat dengan 168 WNI tersebut.
 
Tidak Ada WNI Jadi Korban
Sementara itu menyinggung terjadinya ledakan bom di Davao City, Filipina, Jumat 2 September 2016 malam, Menlu Retno Marsudi mengatakan, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao terus melakukan komunikasi dengan Jakarta dan sekaligus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan otoritas setempat.
 
"Sampai semalam saya berkomunikasi dengan KJRI Davao dan teman-teman di KJRI Davao sudah melakukan pengecekan di tiga rumah sakit di Davao City. Sejauh ini tidak diperoleh informasi adanya korban warga negara Indonesia," jelas Retno. (R2)
  BeritaTerkait
  • Ini isi Lengkap Nota Keberatan Ahok di Pengadilan

    3 tahun lalu

    Jakarta Pelita Batak): Bapak Ketua Majelis Hakim, dan Anggota Majelis Hakim yang saya muliakan, Sdr. Jaksa Penuntut Umum yang saya hormati, Penasihat Hukum dan Para Hadirin yang saya hormati, &

  • Mungkinkah Menistakan Agama?

    3 tahun lalu

    Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"

  • Melawan Desas-desus, Hadirkan Damai Sejahtera Terus Menerus

    tahun lalu

    Oleh: Weinata Sairin"Ea fama vagatur. Desas desus menyebar."Desas-desus pada saat-saat tertentu seakan melimpah ruah dalam ruang-ruang kehidupan umat manusia. Desas-desus bisa tumbuh kembang di pasar

  • Pendidikan Harga Mati di Lanny Jaya Papua

    3 tahun lalu

    Papua (Pelita Batak) : Dalam sambutannya, Bupati Befa Yigibalom, SE, M,Si menyatakan bahwa pendidikan adalah harga mati untuk membangun di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua. “Kami tidak

  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb