• Home
  • News
  • 60 Homestay akan Dibangun di Pulau Sibandang Taput, Sipinsur Humbahas, Sigapiton Tobasa dan Hutabalian Samosir
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 09 Februari 2017 05:49:00

Percepatan Pariwisata Danau Toba

60 Homestay akan Dibangun di Pulau Sibandang Taput, Sipinsur Humbahas, Sigapiton Tobasa dan Hutabalian Samosir

BAGIKAN:
tripadvisor.com
Zoes Homestay di Tuktuk Siadong, Danau Toba
Jakarta(Pelita Batak): Danau Toba merupakan destinasi pariwisata prioritas yang tidak cukup didekati dengan cara membangun fisik dan infrastruktur saja. Tetapi harus simultan dengan membangun sumber daya manusia dan hospitality (keramahtamahan). 
 
"Itu betul! Semua unsur Pentahelix harus bergerak dalam satu tujuan yang sama, mengembalikan Danau Toba sebagai world class destination," kata Arief Yahya, Menpar RI. 
 
Pentahelix yang dimaksud Arief Yahya adalah 5 unsur penting yang menjadi subjek dalam pengembangan destinasi. Yakni, Academician, Business, Community, Government, dan Media. "Ketika kelima unsur ini bergerak bersama, maka progres pengembangan destinasi Danau Toba akan semakin cepat," jelasnya. 
 
Melalui Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Masyarakat Destinasi Pariwisata berupa Digitalisasi ITX untuk homestay tanggal 7 hingga 8 Februari 2017 di Hotel GM Marsaringar Toba Samosir, Danau Toba.
 
Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Kemenpar Dadang Rizki Ratman menjelaskan, para peserta yang mengikuti kegiataan tersebut terdiri dari pelaku usaha homestay, kelompok sadar wisata, asosiasi homestay, Kepala Desa yang ada di Toba Samosir dengan total jumlah sebanyak 40 orang.
 
"Para peserta yang ikut pelatihan ini dibekali tentang pendaftaran homestay  dan foto-foto homestay. Selain itu juga ada harga homestay yang akan online di homestay. Semua diberikan petunjuk tata caranya untuk ikut sosialisasi digitalisasi ITC," ujar Dadang. 
 
Dalam acara tersebut, hadir Kabid Pengembangan Potensi Masyarakat Ambar Rukmi, Direktur Destinasi Pariwisata  BOPKDT Tata S Ridwanullah, Eva Okta Maulany  dari Tim Percepatan Homestay, Andhy Marpaung Pelaksana Teknis DMO Toba dan Kadis Budpar Tobasa Ultri Simangunsong. Narasumber yang menyampaikan program ITX adalah Ali Siswadi dan Ibnu Mubarok dari Telkom Sigma- ITX.
 
"Dalam acara ini juga Tim Percepatan Homestay mensosialisasikan tentang pengembangan homestay dengan konsep Rumah Wisata baik bantuan dari Kemen-PUPR dan Kemendes maupun model Mitra Usaha dengan BTN. Target dari Kemenpar Triwulan I di Kawasan Danau Toba adalah 60 unit terbangun rumah wisata baru maupun Homestay yang sudah siap ditawarkan kepada wisatawan," beber Dadang. Di acara tersebut, Tim Percepatan Homestay bersama Deputi PDIP dan BOPKDT juga melakukan survey dan observasi ke lokasi-lokasi lahan yang siap bangun serta homestay yang siap direvitalisasi ke Muara, Pulo Sibandang Tapanuli Utara, Sipinsur Humbang Hasundutan, Desa Sigapiton Toba Samosir dan Huta Tinggi serta Hutabalian Samosir dari tanggal 6 hingga 8 Feb 2017.
 
Kemenpar menyambut positif atas apa yang dilakukan para pelaku Pariwisata di area destinasi prioritas Kemenpar yang biasa disebut dengan 10 Bali Baru. Kata Dadang, antusiasme para pelaku bisnis dan stakeholders kepariwisataan dimanapun berada itu akan membuat Pariwisata Indonesia semakin moncer.
 
Kata Dadang, travel xchange dan data werehouse ini sudah teruji di Australia. Negara tersebut memiliki Travel Xchange Australia (TXA), selama lebih dari 10 tahun. "Dan Pak Arief Yahya terus melakukan ini untuk membangun selling digital platform," kata Dadang. 
 
Digitalisasi ini sebuah keniscayaan. Cepat atau lambat, public akan semakin dominan dan familiar dengan digital dalam semua aspek. “Karena memang sekarang sudah era-Nya, sudah jamannya. Mau tidak mau akan ikut semua," katanya.
Kemenpar juga menggunakan digital media, baik untuk looking, booking sampai payment. Look itu seperti Google, Baidu di China, TripAdvisor dan Ctrip. Untuk booking juga dengan Booking.Com, Ctrip, Alitrip, Traveloka dan lainnya. Sedang payment-nya sudah menggunakan Paypal, Alipay, Amazon, dan lainnya. 
 
TripAdvisor yang digunakan oleh travellers di seluruh dunia (kecuali China, red), untuk real time reviews atas semua hal yang ditemukan di lapangan. Selain itu, industry Pariwisata itu menuju pada Online Travel Agent (OTA). Ada 63% wisatawan di seluruh dunia itu sudah searching, booking dan payment dengan cara online. Lalu 50% OTA itu bisa diakses dengan berbagai alat, atau multi devices.
 
Apa keuntungan menggunakan teknologi dan platform ITX tersebut? Pertama, akses produk-produk lebih beragam, lebih luas, real time, lebih responsive, kreatif, dan interaktif. Kedua, para supplier akan mendapatkan akses ke Pasar Global. Bisa bertransaksi dengan buyers dunia, dalam satu platform. Kapan lagi punya akses dengan Ctrip.Com, Musafir.Com, Traveloka.Com. 
 
Selain itu dengan ITX, bisa memanage low season, yang menjadi problem paling mendasar dalam marketing pariwisata. Kalau di musim liburan, dengan marketing yang sederhana saja, bisa diatasi. Tapi di low season, mereka harus membuat paket-paket yang hebat dan tidak bisa ditolak oleh customers. Keuntungan lain adalah free standard website development, free booking system, free asistensi Digital Marketing oleh ITX.(R2/indopos)
  BeritaTerkait
  • Komisi V DPR RI Kunjungi Humbahas, Lihat Sipinsur dan Parulohan

    tahun lalu

    Humbahas(Pelita Batak): Anggota Komisi V DPR RI yang terdiri atas Dr Michael Wattimena SE MM selaku ketua tim (Partai Demokrat), Dr Capt Anthon Sihombing (Partai Golkar), Hj Saniatul Lativa SE MM (Par

  • Puji Tuhan..Jenazah korban KM.Risma Marisi sudah ditemukan

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):"Puji Tuhan..Jenazah korban KM.Risma Marisi sudah ditemukan. Barusan sekitar pukul 15.10 wib oleh penyelam Basarnas berkoorsinasi dengan pemerintah dan masyarakat setempat," demik

  • Rencana Pembangunan Kawasan Danau Toba dan Peluang Masyarakat Adat Diseminarkan di Parapat

    2 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak): KSPPM, BAKUMSU, CAPPA dan Sajogyo Institute bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK) dan Kantor Staf Presiden (KSP) menyelenggarakan seminar

  • Pembangunan Danau Toba Tak Boleh Hilangkan Budaya Batak

    2 tahun lalu

    Geliat pembangunan di wilayah Danau Toba, Sumatera Utara, mulai terlihat sejak 2016. Kala itu, melalui Peraturan Presiden Nomor 49/2016 tentang Badan Otorita Pengelola Danau Toba tertanggal 1 Juni

  • Panitia Lomba Antar Desa dan Masyarakat Kecewa, Pemkab Simalungun dan Tobasa Tak Hadiri Pengumuman

    tahun lalu

    Ambarita-Samosir (Pelita Batak) : Panitia Lomba Antar Desa kawasan Danau Toba beserta masyarakat kecewa ketidakhadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Toba Samosir (Tobasa) pada pe

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet