• Home
  • News
  • 20 Tahun Warga 2 Desa di Labuhanbatu Menantikan Pembangunan Jembatan
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 14 Juni 2018 09:43:00

20 Tahun Warga 2 Desa di Labuhanbatu Menantikan Pembangunan Jembatan

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Sihar Sitorus, ketika berada di dermaga penyeberangan Desa Tanjung Sarang Elang, Rabu (13/6/2018) siang
Labuhan Batu (Pelita Batak):
Warga Desa Tanjung Sarang Elang dan Desa Sei Jawi Jawi Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu mengharapkan jembatan penghubung kedua desa tersebut. 

Harapan tersebut disampaikan warga kepada Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara Sihar Sitorus, di dermaga penyeberangan Desa Tanjung Sarang Elang, Rabu (13/6/2018) siang. "Keinginan warga di sini, minta dibangun jembatan penghubung Desa Tanjung Sarang Elang dan Desa Sei Jawi Jawi. Ini sudah lama kami sampaikan, sudah ada 20 tahun. Warga sudah setuju, tapi tidak ada dilakukan (pembangunan)," ungkap salah seorang warga Desa Tanjung Sarang Elang, Syukur Lubis.

Desa Tanjung Sarang Elang dan Desa Sei Jawi Jawi ini dipisahkan Sungai Bilah yang membentang sepanjang 850 meter. Desa Sei Jawi Jawi inilah yang terpisah dari desa lainnya di Kecamatan Panai Hulu. Padahal, dari Desa Sei Jawi Jawi ini salah satu akses menuju Kabupaten Labuhan Batu Utara. "Memang bisa jalan darat dari Sawit Jaya. Tapi kondisi jalannya rusak, banyak abu. Waktunya pun lebih lama lagi, jarak ke sana 35 km. Kalau menyeberang dari sini, sekitar 10 menit," jelas pedagang itu.

Menanggapi hal tersebut, Sihar menilai, memang sepatutnya jembatan penghubung itu dibutuhkan masyarakat kedua desa. Hal ini juga untuk menunjang perekonomian masyarakat. "Dengan adanya jembatan penghubung, lebih hemat dari segi biaya dan efisien waktu," tutur Sihar.

Namun, lanjut pendamping Djarot Saiful Hidayat itu, pembangunan jembatan tersebut perlu dilakukan musyawarah, dengan melibatkan pemerintah, pihak terkait dan perwakilan seluruh lapisan masyarakat kedua desa. Sebab, ia menilai, dengan adanya jembatan penyeberangan atau pun penghubung kedua desa itu, tentu ada pihak yang dirugikan. "Pasti ada pihak yang dirugikan, seperti warga yang mata pencahariannya sebagai penyedia jasa penyeberangan dengan kapal boat. Namun, perlu dilihat secara keseluruhan apa dampaknya, adanya pembangunan jembatan penghubung kedua desa itu. Semua itu, perlu dilakukan dengan langkah kanan, untuk mewujudkanya," pungkas pria murah senyum itu. (BCL Comm)
  BeritaTerkait
  • Program TMMD Sasar Daerah Tertinggal

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 tahun 2017 adalah bentuk wujud pengabdian TNI kepada rakyatnya. Tugas mulia yang diamanah dalam program TMMD bertujuan dalam per

  • Dana Desa Soragodung Sangat Terasa Bermanfaat

    tahun lalu

    Tapsel (Pelita Batak) : Program Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo yang mengalokasikan dana desa sangat berarti bagi masyarakat Desa Soragodung Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan."Dengan a

  • Program TMMD : Pembangunan Jembatan Nyaris Rampung

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Memasuki hari ke 21 program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 tahun 2017, pembangunan jembatan sepanjang 14 meter dengan lebar 4 meter yang dibangun oleh Satgas TMMD Kodi

  • Pembangunan Desa oleh TMMD Nyaris Rampung

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Memasuki ke 21 Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 tahun 2017, seluruh pembangunan desa tertinggal mulai rampung semua. Untuk itu, Satgas TMMD mulai memperbaiki lok

  • Tetes Air Mata Bahagia Warga Kelurahan Belawan Sicanang

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Hidup dengan serba keterbatasan, menghuni tempat tinggal yang serba terbatas dialami warga di ujung Jalan Kampung Sentosa Barat Lingkungan 20 Kelurahan Belawan Sicanang. Bertahun

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet