• Home
  • News
  • 10 Juta Turis Tiongkok, Jadi Tenaga Kerja Impor?
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 26 November 2016 09:55:00

10 Juta Turis Tiongkok, Jadi Tenaga Kerja Impor?

BAGIKAN:
(Foto: Humas/Jay)
Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulsel memberikan keterangan kepada wartawan usai acara sosialisasi tax amnesty di hotel Clarion, Makassar, Sulsel, Jumat (25/11).

Makassar (Pelita Batak) :
Berbagai pemberitaan 'miring' terutama di mesia-media sosial (medsos) soal kedatangan 10 juta warga Tiongkok menghebohkan warga Indonesia. Ternyata mereka itu turis, bukan tenaga kerja.

"Haduh yang Tiongkok itu turis, yang saya tanda tangan itu turis, saya cek yang tenaga kerja dari Tiongkok 14 ribu. Ini jangan dipleset-plesetkan lah. Mentang-mentang media sosial kita ini tidak kita atur mengenai isu-isu semuanya dimasukkan dengan dipleset-plesetkan seperti itu," kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Sosialisasi Tax Amnesty, di Hotel Clarion, Makasar, Jumat (25/11/2016).

Ia menjelaskan, pemerintah menggenjot habis-habisan agar pada 2019 jumlah turis yang masuk ke Indonesia melonjak dari 9 juta menjadi 20 juta. Untuk itu, dengan segala cara pemerintah memperbaiki positioning kita, baik mendiferensiasi produk-produk yang ada, baik membangun brand setiap destinasi, dan mempromosikan besar-besaran.

“Bapak/Ibu dan saudara sekalian ke Paris sekarang ini bus yang lalu lalang di Paris itu sudah gambarnya Indonesia, datang ke Indonesia, Wonderful Indonesia di situ ada semuanya,” ungkap Presiden Jokowi.

Kalau pergi ke Amerika Serikat pun, lanjut Presiden, time square videotron isinya datang ke Indonesia, kunjungi ke Indonesia. “Ini promosi tapi produknya mesti diperbaiki. Kita sudah menunjuk Danau Toba, Labuhan Bajo, manalagi Morotai, Wakatobi,  Mandalika, Tanjung Lesung,” ujarnya.

Presiden juga membandingkan dengan negara. Ia menyebutkan, sekarang turis yang datang ke Malaysia 24 juta, kita 9 juta, yang datang ke Thailand sekarang 29,8 juta.

“Kita sekarang ini mungkin menuju ke 11 tapi ndak, ndak mau saya. Ini harus meloncat di atas 20. Saya sudah  bilang ke Menteri Pariwisata ndak mau kita  hanya melonjaknya, kita melonjaknya  satu juta yang di sana melompat 2 juta ya enggak ketemu ketemu,” kata Presiden.

Untuk itulah, lanjut Presiden, dirinya sudah tanda tangan langsung dengan Presiden RRT Xi Jinping karena Cina itu setahun bisa keluar 150 juta turis keluar, yang paling banyak nyerap Amerika sama Eropa.

Presiden mengaku dirinya sampai saya minta khusus, ke Tiongkok 10 juta, sudah tanda tangan, sudah tanda tangan tinggal menyiapkan pesawatnya airline dari sana ke sini 10 juta sudah. “Kalau 10 juta itu pesawatnya bisa datang sudah 20 juta rampung dari situ saja, tapi jangan diplesetkan lho ya,” ujarnya.

Presiden menilai, kemarin diplesetkan mulai tenaga kerja dari mana datang 10 juta mana itu turis. “Sekarang ini banyak pelintiran, banyak plesetan-plesetan seperti itu,” ujarnya.

Presiden Jokowi menegaskan, yang dari Tiongkok itu turis. Ia sudah cek, tenaga kerja dari Tiongkok 14 ribu. “Ini jangan dipleset-plesetkan lah. Mentang-mentang media sosial kita ini tidak kita atur mengenai isu-isu semuanya dimasukkan dengan dipleset-plesetkan seperti itu,” kata Presiden dengan nada sedikit kesal.

Menurut Presiden, ini masalah turisme yang sebetulnya membuka lapangan pekerjaan yang gede sekali. Jadi, bisa jualan souvenir, warung makan hidup, restoran hidup, bisa betul betul ke masyarakat. “Ini yang kita kejar kenapa harus angkanya lebih dari 20 juta karena itu,” tegasnya.(TAp|Setkab)

  BeritaTerkait
  • Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi-JK bidang Perekonomian: Pondasi Ekonomi Bagus Jadi Modal Dasar

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):  Menko Darmin Nasution menegaskan, ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan yang menggembirakan. Hal itu ditunjukkan dari berbagai indikator ekonomi, antara lain: kem

  • Menko Luhut B Pandjaitan: Proyek-proyek Kerjasama Indonesia Jepang Tunggu finalisasi

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Menko Kemaritiman, Luhut Pandjaitan menyampaikan beberapa kemajuan yang telah dicapai dalam kunjungannya ke Jepang beberapa waktu lalu. Pada media briefing di Kantor Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat (23/12/2016),

  • Mentan Optimis Sumut Kembali Lima Besar Produksi Padi

    2 tahun lalu

    Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut untuk mengejar target produksi pertanian padi, jagung dan kedelai (Pajale) di tahun 2016. Dengan demikian, Sumut dapat kembali menempati urutan lima besar nasional sebagai

  • Rizal Ramli : "Bunuh Diri Saja Kalau Otorita Danau Toba Ngak Jadi"

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): "Bunuh diri saja kalau sampai Otorita Danau Toba ngga jadi,". Kalimat ini menjadi closing statement  Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya DR. Rizal R

  • Ekonomi Kreatif Membutuhkan Dukungan Lebih dari Pemerintah

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Terdapat sebuah dorongan baru untuk pemerintah mendorong lingkungan ekonomi kreatif di Indonesia. Bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengerti penting

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb