• Home
  • News
  • Norman Gultom Dituntut 6 Bulan Penjara
Kamis, 17 Agustus 2017 07:46:00

Kasus Pencemaran Nama Baik Pdt Patut Sipahutar

Norman Gultom Dituntut 6 Bulan Penjara

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Norman Gultom saat mengikuti sidang pada 25 Juli 2017
Medan (Pelita Batak) :
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Norman Gultom selama 6 bulan penjara dan denda Rp 2 juta serta subsidier tahanan selama 2 bulan penjara.


Hal itu disampaikan JPU Rendi Tambunan dalam tuntutannya yang dibacakan dalam sidang di Ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri Medan, Rabu (16/8/2017). Norman Gultom dinyatakan bersalah dan melanggar ketentuan dan undang-undang tentang ITE dengan cara mendistribusikan informasi yang tidak sepantasnya didistribusikan lewat jejaring facebook. Sehingga informasi tersebut patut diduga telah mencemarkan nama baik Pdt Patut Sipahutar sebagai korban.

Dalam sidang sebelumnya, pada Selasa (25/7/2017), dalam keterangannya, terdakwa membenarkan telah memosting hal diperkarakan di jejaring sosial facebook. Norman mengomentari postingan di wall Jojor Lumbanbatu pada Februari 2016 yang lalu. "Sering juga amang itu (Pdt Patut Sipahutar, red) ke Jakarta, apa mengurus beasiswa S3 nya itu?" kata Norman menirukan komentarnya di facebook pada persidangan yang diketuai Fahren SH M.Hum ini.

Norman merasa yakin dengan informasi yang diterimanya dari Bishop GKPI Pdt Oloan Pasaribu ketika mengikuti pertemuan di salah satu rumah makan di Medan. Saat itu, Bishop dan robongan baru saja melakukan auidensi ke Dirjenbinmas Kristen di Kemenag RI di Jakarta.

Atas keyakinannya menapat informasi itu, Norman menuliskan komentarnya di facebook. Mengingat yang menyampaikan informasi adalah pucuk pimpinan GKPI yang layak dipercaya, menurutnya.

Sementara Norman sendiri mengakui tidak mengetahui tentang adanya beasiswa tersebut sebelumnya. Hanya saja, ia pernah mengetahui kalau Pdt Patut Sipahutar pernah mengikuti ujian program doktor (S3) di STT Siantar.  "Tapi tidak tahu, lulus atau tidak waktu itu," ujarnya.

Dalam sidang sebelumnya, Sekjen GKPI Pdt Ro Sininta Hutabarat MTh juga mengatakan hal itu dalam kesaksiannya. "Yang saya tahu, Pdt Patut Sipahutar pernah ikut ujian untuk mengambil S3, tapi tak lulus," ujarnya saat  memberi kesaksikan bersama tiga saksi lainnya Pdt T. Lumbang Tobing, Pdt A. Tambun, dan Pdt M. Lumban Tobing.

Keempat saki ini juga membenarkan ucapan Pdt Oloan Pasaribu yang mengatakan bahwa Pdt Patut Sipahutar mendapat beasiswa pendidikan doktor (S3) dari Kemenag di masa jabatannya di sebuah rumah makan di Medan.

Atas tuntutan JPU, Norman Gultom melalui penasehat hukumnya menyatakan akan melakukan pledoi (pembelaan) dalam sidang selanjutnya. (TAp)
  BeritaTerkait
  • Pasutri Warga Pardamean Siantar Ini Divonis Berbeda

    tahun lalu

    Siantar (Pelita Batak) :Kasus tindak pidana narkotika yang melibatkan pasangan suami istri (pasutri) Janson Nainggolan (45) dan Martha Elisabeth Gultom (27) divonis dengan putusan vonis yang

  • Hotman Paris Gelar Sayembara Jessica Berhadiah Lamborghini

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Pengacara Hotman Paris Hutapea gelar sayembara bagi siapa pun yang bisa menyadarkan dan menghadirkan kembali dua ahli racun versi jaksa penuntut umum di persidangan kasus p

  • Binca Lubis, Staf Program MM USU Dituntut 9,5 Tahun

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Staf Program Magister Manajemen (MM) Pascasarjana USU, Binca Wardani Lubis, menangis ketika dituntut sembilan tahun enam bulan penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai

  • 7 Anggota DPRD Sumut Kembali Divonis Bersalah, KPK Harus Bawa ke Pengadilan Semua yang Terima Suap

    9 bulan lalu

    Medan(Pelita Batak): Hakim menyatakan tujuh anggota DPRD Sumatra Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019  bersalah karena terbukti menerima suap dari mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nu

  • Kasus Pembunuhan Anak di Doloksanggul: Hakim Vonis Bebas Ayah Almarhum Aldi Sibarani. Jadi Siapa Sebenarnya Pembunuh Aldi Sibarani ?

    4 bulan lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Tokoh masyarakat Kabupaten Humbanghasundutan Erikson Simbolon kepada pelitabatak.com mengaku terkejut setelah mengetahui hal ini. Ia menanggapi vonis bebas majelis hakim ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online