• Home
  • News
  • Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'
KSP Makmur Mandiri
Senin, 26 September 2016 13:24:00

Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain Peroleh Penghargaan:

Kembangkan Inovasi 'Unit Reaksi Cepat Anti Kekerasan Anak dan Perempuan'

BAGIKAN:
H OK Arys Zulkarnain saat menerima penghargaan Kepala Daerah Inovatif

Batu Bara (Pelita Batak) :
Untuk ke tiga kalinya Bupati Batu Bara H OK Arya Zulkarnain SH MM meraih penghargaan Kepala Daerah Innovatif dari Koran Sindo tahun 2016 di Bandung, Jawa Barat. Sebelum nya Bupati Batu Bara meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif tahun 2014 di Solo tentang Kemandirian Desa dan tahun 2015 di Makasar tentang pembangunan maritim dan pariwisata.

Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) yang digelar di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis malam 11 Agustus 2016 merupakan gelaran ke-3 yang diprakarsai oleh Koran Seputar Indonesia (Sindo).

KDI merupakan apresiasi Koran Sindo atas berbagai keberhasilan para kepala daerah dalam mengelola dan menggarap potensi daerah sehingga memacu pertumbuhan dan kemajuan berbagai sektor pembangunan di daerahnya masing-masing.
 
“Pemberian penghargaan diharapkan bisa memacu kepala daerah lain untuk berinovasi dalam memberikan pelayanan dan membantu Indonesia keluar dari kesulitan yang telah melanda selama ini,” kata Hary Tanoe.

Ada beberapa kategori penilaian yang diberikan, yaitu ategori tata kelola pemerintahan, kategori ekonomi kreatif, kategori pendidikan, kategori pelayanan kesehatan, kategori pembangunan infrastruktur serta kategori pemberdayaan masyarakat.

Bagi para kepala daerah, penghargaan ini memberikan kebanggaan tersendiri karena penilaian diberikan secara independen dan berbasis prestasi. Mereka yang menerima penghargaan KDI di antaranya Bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen.

OK Arya dinobatkan sebagai Kepala Daerah Inovatif karena keberhasilannya dalam bidang pembangunan sumber daya manusia. Untuk meminimalisir angka kekerasan terhadap anak dan perempuan, Pemerintah Kabupaten Batu Bara,Sumatera Utara telah menyiapkanPeraturan Daerah (Perda)Nomor 2 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan dan Anak KorbanKekerasan. Dan sebagai tindaklanjutnya Pemkab Batu Bara telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 22 Tahun 2016 tentang PembentukanPusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Batu Bara.“Sebagai implementasi dari Perda dan Perbup tersebut, kami akan membentuk tim Unit Reaksi Cepat (URC) pencegahan kekerasan terhadap anak dan perempuan,” kata Bupati OK Arya.

Menurut OK Arya, Pusat Layanan Terpadu ini terdiri dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dari Pem kab Batu Bara seperti Badan Pemberda yaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BP2KB), Satpol PP, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintah Desa (BP MPD), Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga, serta dari instansi lain seperti Kementrian Agama, Polres Batu Bara, Kodim Asahan, Lapas Batu Bara dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Batu Bara. OK Arya mengungkapkan di bentukan Pusat Pelayanan Terpadu itu sebagai  salah satu program inovasi dari Pemkab Batu Bara untuk meminimalisir angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Batu Bara, khususnya bagi masyarakat yang kurang mampu. Mengingat, korban kekerasan anak dan perempuan yang berasal dari masyarakat kurang mampu sering kali tidak sampai ke ranah hukum, karena keterbatasan pengetahuan maupun materil.

“Perbup ini sebagai sa lah satu upaya kita untuk mencegah tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan. Selain itu, regulasi ini untuk membantu masyarakat kurang mampu yang menjadi korban. Pemkab akan membantu advokasi hingga rehabilitasi korban” paparnya. Dia mengatakan untuk memaksimalkan tugas Pusat layanan terpadu ini, di tingkat kecamatan dibentuk Tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang berkantor di kantor Camat, yang dipimpin oleh Ex Officio Kasi Penertiban di Kecamatan. Tim URC inilah yang akan membantu Pusat Pelayanan Terpadu me lakukan Patroli keliling di desa dan Kelurahan yang ada di wilayah kecamatan, sekaligus me laksanakan sosialisasi kepada masyarakat melalui sekolah dan kantor – kantor Desa/Kelurahan. Jadi diharapkan masyarakat dapat langsung melaporkan kejadian / tindak kekerasan yang terjadi langsung ke kantor Camat via URC ini.

Dan ditingkat desa di buka Unit Pengaduan Masyarakat sehingga masyarakat dimudahkan dalam melaporkan kejadian yang terjadi di desa. Direncanakan dalam APBD desa ditampung dana operasional kepala desa untuk kegiatan operasional Unit Pengaduan ini, sehingga tidak ada alasan dari Kepala Desa tidak ada anggaran untuk ke giatan penanggulangan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat desa.

Selama ini harus di akui, bila ada kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di daerah terpencil di sini, kita sering terbentur dengan anggaran. Tidak jarang kepala desa di kawasan tersebut mengaku tidak memiliki ongkos untuk mengantar anak atau perempuan yang jadi korban kekerasan ke rumah sakit untuk divisum atau di tindak lebih lanjut.” Jelasnya.

Menurut OK Arya, dengan adanya Perda dan Perbup yang di perkuat dengan dibentuknya Tim URC tersebut, diharapkan, angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Batu Bara menjadi berkurang. “Nanti, anggaran untuk Tim URC itu kita siapkan dari APBD. Tujuannya agar operasional Tim URC itu berjalan dengan maksimal. Walau kita berada di daerah, bukan berarti kita tidak memiliki inovasi untuk mencegah hal-hal seperti itu,” pungkasnya. Kepala BP2KB Kabupaten Batu Bara, Budianto mengungkap kan Pusat Pelayanan Ter padu di tingkat Kabupaten beserta Tim URC di tingkat Kecamatan akan bersinergi dengan Fasilitas kesehatan seperti Rumah Sakit Umum daerah (RSUD), Puskesmas dan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada di masing-masing desa di Kabupaten Batu Bara.

Ke depannya, fungsi Puskesmas dan Pustu tidak hanya sebagai sarana untuk Posyandu dan layanan kesehatan lainnya, namun juga akan dijadikan sebagai tempat pelayanan pertama terkait kekerasan anak dan perempuan tersebut. Baru setelah dilayani ternyata membutuhkan rawatan intensif akan dilanjutkan ke Rumah Sakit Umum Daerah dan atau Rumah Sakit Rujukan yang lebih tinggi. “Pusat Layanan Terpadu dan URC juga akan menyediakan layanan Telepon HOTLINE 24 jam yang dapat dihubungi langsung. Termasuk  layanan Psikolog on call 24 jam. Tujuannya agar bila ada korban yang butuh Psikolog, kita sudah siap. Selain itu, sudah ada 14 Puskesmas yang siaga untuk melayani hal tersebut,” jelasnya.

Jadi, bila ada korban tindakan kekerasan terhadap anak dan perempuan seperti tindakan kekerasan seksual,  korbannya bisa langsung dilayani di Batu Bara dengan telah dipersiapkan tenaga ahli Dokter Spesialis Kebidanan (SPOG). Karena selama ini, Budianto menambahkan untuk menangani korban kekerasan seksual selalu dibawa keluar kabupaten. “Dengan bersinergi nya sejumlah SKPD dengan instansi terkait tersebut, maka kita akan dengan mudah menangani korban kekerasan terhadap anak dan perempuan itu dan kita juga akan dengan mudah meminimalisir angka kekerasan terhadap anak dan perempuan itu," ujarnya. (rel/TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Ini Dia Irjen Pol. Arman Depari yang Berpengalaman di Reserse

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Sejumlah nama perwira tinggi kepolisian dikabarkan masuk dalam bursa calon Kabareskrim. Satu di antara yang disebut-sebut adalah Irjen Polisi Arman Depari. Setidak

  • Peringati Hari Anak Nasional 2016 Pemkab Sergei Adakan Seminar Sekolah Ramah Anak

    2 tahun lalu

    Bagian Hukum Setdakab Serdang Bedagai bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Pemkab Serdang Bedagai, PUSHAM UNIMED, HaRI, Fitra Sumut, BAKUMSU, SOI, dan Perempuan Indonesia Berbagi menyelenggarakan kegiatan bersama dalam memperingati

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Toga Silitonga Orang Batak Warga Negara Jerman Berbagi Pengalaman di YPDT

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Membangun Sumberdaya Manusia (SDM) di Kawasan Danau Toba (KDT) mesti dimulai dengan membangun kesadaran. Hal tersebut adalah rekomendasi yang diungkap dan dikemas dalam Disku

  • UN Women dan Uni Eropa Meluncurkan Kompetisi Komik dan Kartun Planet 50-50

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): UN Women – bersama dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Kedutaan Besar Negara-negara Anggota Uni Eropa – meluncurkan Kompetisi Komik dan Kartun dengan t

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet