• Home
  • News
  • Dr RE Nainggolan MM : Di Medsos, Banyak 'Produk' Intelektual Tidak Berbicara Intelek
Senin, 19 Desember 2016 16:00:00

Hadiri Natal Magister Manajemen USU,

Dr RE Nainggolan MM : Di Medsos, Banyak 'Produk' Intelektual Tidak Berbicara Intelek

BAGIKAN:
TAp|PelitaBatak
Para perwakilan saat penyalaan lilin ibadah natal Magister Manajemen USU, Minggu (18/12/2016)

Medan (Pelita Batak) :
Dunia pendidikan khususnya perguruan tinggi yang menghasilkan warga intelektual (predikat sarjana) di Indonesia belum memberikan sumbangsih kepada kualitas masyarakat bangsa ini. Buktinya, masih saja banyak kalangan intelektual yang tidak mampu berbicara atau mencerminkan seorang yang intelek.

Demikian disampaikan Dr RE Nainggolan MM mewakili Alumni pada Parayaan Natal Magister Manajemen Universitas Sumatera Utara (USU), di Gedung IFGF Jl Pasar Baru, Padang Bulan Medan, Minggu (18/12/2016). Buktinya, kata Anggota Majelis Wali Amant USU ini, sejumlah media sosial baik itu facebook, whatsApp dan media sosial lainnya.

"Orang-orang berpredikat sarjana justru semakin tidak mencerminkan orang berintelektual dalam gaya berbicaranya," katanya dalam acara yang dihadiri tokoh masyarakat RAY Sinambela,SH, Enni Martalena Pasaribu,MH, Prof Dr Sukaria Sinulingga,M.Eng, Direktur Pascasarjana USU Prof Dr Robert Sibarani,MS, pengkhotbah Pdt Agustinus Ginting,MTh, Ketua Ikatan Mahasiswa Magister Manajemen USU Syahrul Akbar, ketua panitia Senven Bima Gurusinga,SE dan undangan lainnya. Juga hadir anak-anak dari panti asuhan Yayasan Anak Indonesia.


Dr RE Nainggolan MM mewakili alumni memberikan sambutan
 

Demikian halnya disampaikan Prof Dr Sukaria Sinulingga M.Eng, apa yang disampaikan RE Nainggolan sangat menggugah. "Sebagai dosen saya mempertanyakan sudahkah kami golongan intelektual?" ujarnya.

Dijelaskannya, saat ini setiap tahun bertambah 1000-an sarjana dari 4300 lebih universitas di negeri ini. "Kog kolam Indonesia yang luas ini tidak kunjung jernih?" tanyanya.

Untuk itu, Prof Sukaria mengajak seluruh warga intelektual di Indonesia khususnya yang beragama kristen untuk tidak berbicara diluar ranahnya. "Situasi tidak sehat sedang terjadi. Kehadiran Yesus Kristus yang membawa damai, harus menjadi cerminan bagi kita. Hindarkan diri kita dari trouble maker," ujarnya.

Kemudian disampaikan Prof Dr Robert Sibarani,MS, menyampaikan bahwa makna natal sesungguhnya adalah bagaimana kita membuka hati menjadi sesuai dengan karakter Yesus Kristus. Ia juga menjelaskan, seseoran perlu memiliki kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional.

Dari dua kecerdasan itu, yang paling utama harus dimiliki seseorang untuk sukses menurutnya adalah kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional mencakup kemampuan mengenal siapa kita, kemampuan mengendalikan diri kita, kemampuan memotifasi diri kita, kemampuan membuat hubungan sosial dengan orang lain, dan kemampuan memahami orang lain. "Jadi jika orang tidak memiliki kecerdasan emosional, akan sulit mencapai kesuksesan. Kecerdasan intelektual saja tidak akan mampu menghantar seseorang untuk sukses," ujarnya.

Di kesempatan itu, turut menyampaikan sambutan Ketua Ikatan Mahasiswa Magister Manajemen Syahrul Akbar SP, yang mengapresiasi pelaksanaan natal. Ia juga mengucapkan selamat natal kepada seluruh rekannya yang beragama kristen. "Saya hadir di sini, karena saat acara buka puasa di bulan puasa, teman-teman yang dari kristen juga turut membantu. Jadi diantara kita saling memberikan perhatian. Saya juga kini mendapat pengetahuan baru, ternyata bukan saja di agama saya diajarkan tentang untuk tidak mengomentari di luar ranah kita. Hari ini saya mendengarkan, bahwa di kristen juga disampaikan hal yang sama," ujarnya.

Perayaan natal dilakukan dengan kidung pujian, liturgi dan lagu persembahan yang disampaikan Transeamus Choir, Maria Sinambela, dan persembahan lainnya. (TAp)

  BeritaTerkait
  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    2 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Parnados Menyatukan Masyarakat Humbahas Melalui Konser Aek Sibundong In Harmony

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Parsadaan Nahumaliang Doloksanggul (Parnados) sukses menggelar Konser Amal bertajuk "Aek Sibundong in Harmony" di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu malam, 22 Oktober 20

  • Ini Tujuh Nilai Budaya Batak Toba sebagai Kearifan Lokal Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Setiap keluarga sebagai anggota masyarakat kiranya perlu menggali dan menghidup nilai-nilai dalam budaya dalam kaitannya dengan sikap hidup dan etika bisnis Bat

  • Malam Ini Tokoh Sumut Bareng Menpar Arief Yahya Launching Calendar of Event Pariwisata Danau Toba 2017

    11 bulan lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Bagi yang kangen musik tradisional Batak? Kangen dengan suasana kampung halaman di Sumatera Utara? Ada baiknya menyimak acara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pes

  • Kronologi Tersendiri Penganiayaan Sebastian Hutabarat di TKP, Tempat Diskusi dan Minum Kopi

    6 bulan lalu

    08:15-08:20 Sepeninggal JM, SH ditarik kembali ke tempat diskusi dan minum kopi mereka sebelumnya. JS dan anggotanya mulai memaki-maki dan memukuli SH. Berkali kali Jautir menyebut siapa dirinya, dan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet