• Home
  • News
  • Dr RE Nainggolan: 'Poda Na Lima' Adalah Budaya Orang Beriman
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 03 Desember 2016 14:11:00

-Penilaian Tahap I Lomba Kebersihan Antar Desa Pinggiran Danau Toba Desember 2016

Dr RE Nainggolan: 'Poda Na Lima' Adalah Budaya Orang Beriman

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak
Segenap panitia foto bersama usai menggelar rapat di kantor RE Foundation, Medan, Sabtu (3/12/2016).

Medan (Pelita Batak) :
Panitia Lomba Kebersihan Antar Desa Pinggiran Danau Toba akan melakukan penilaian tahap pertama di akhir tahun 2016. Tim penilai akan melakukan survey ke setiap desa yang ada di bibir pantai kawasan Danau Toba, dari tujuh kabupaten.

Demikian disepakati dalam rapat panitia yang dipimpin Penasehat YSKI, Dr RE Nainggolan MM dihadiri Jadi Pane SPd, drg Annita dari Yayasan Surya Kebenaran Internasional, Adriani Siahaan Rektor Unita, Pieter Manopo (Radio Lite FM), Imar (RRI), David Sinaga (Radio Kardova) dan panitia lainnya dari RE Foundation yaitu Henry Sitorus, Murbanto Sinaga, Gabriel RH Nainggolan, Yusra Martua, Hottua Samosir, Toga Nainggolan, Adol F Rumaijuk,STP, dan Roland Tambunan (SIB) di kantor RE Foundation, Sabtu (3/12/2016).

Dikatakan RE Nainggolan, bahwa kondisi desa yang berada di bibir pantai Danau Toba ke depan harus mampu menjadi magnet bagi wisatawan. Selain itu, kebersihan dan keindahan juga akan berdampak bagi kehidupan masyarakat setempat. “Bukan saja untuk tujuan pariwisata, melainkan masyarakat pun akan semakin merasakan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kemudian dijelaskan, bahwa pola hidup bersih hendaknya menjadi budaya masyarakat. Sehingga dalam penilaian ini nantinya, beberapa hal akan menjadi pokok penilaian dianatranya menyangkut ‘Poda na Lima’. Yaitu Paias Rohamu (bersihkan hatimu), paias pamatangmu (bersihkan badan/ragamu), paias paheanmu (bersihkan pakaianmu), paias bagasmu (bersihkan rumahmu), dan paias pakaranganmu (bersihkan pekaranganmu). “Secara harfiah bisa ditafsirkan kalau kita harus selalu bersih jiwa, raga, pakaian yang melekat di tubuh, tempat tinggal termasuk keluarga, dan pekarangan,” katanya.

Dijelaskan RE Nainggolan, penilaian akan dilakukan secara objektif. Sehingga, desa-desa yang ada di pinggiran danau toba bisa bersih. Namun, pada hakikatnya panitia berharap melalui lomba kebersihan ini akan mengubah pola hidup bersih masyarakat. Sebagaimana ditambahkan Rektor Universitas Tapanuli Utara (Unita) Adriani Siahaan, “kita mau ada perubahan, bagaimana masyarakat mencintai kebersihan dan menjadi membudaya.”

Lomba antar desa di pinggiran Danau Toba itu diselenggarakan beberapa sponsor seperti, PT Inalum, RE Foundation, Yayasan Sisingamangaraja XII Tapanuli, SKI, Radio Kardopa, Persatuan Wartawan Indonesia, RRI dan Lite FM. Lomba akan berlangsung selama satu tahun terhitung mulai 9 Juni 2016 - 8 Juli 2017. Panitia juga terus mengundang para perusahaan atau perseorangan yang ingin turut serta dalam memberikan dukungan sebagai sponsor untuk mewujudkan kawasan Kaldera Toba menjadi kawasan wisata dunia.

Kemudian, drg Annita dari YSKI menyampaikan bahwa setelah penilaian tahap pertama dilakukan, maka desa yang bisa unggul akan dilakukan sosialisasi kesehatan dan pendidikan. “Selain sosialisasi dua hal yang fundamental, kesehatan dan pendidikan, juga kita akan lakukan pelayanan kesehatan dan sanitasi,” ujarnya.

] Bupadi Humbahas Apresiasi Lomba Kebersihan Antar Desa>>>>

Maka, setiap desa yang ada di bibir pantai Danau Toba agar menyatukan persepsi terhadap pola pembangunan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah. “Keterlibatan semua pihak yang paling dibutuhkan. Bagaimana kepala desa berperan, masyarakat, bahkan anak rantau yang berada di perantauan memberikan perhatian terhadap desa kelahirannya,” tambah Jadi Pane.

Bagaimana Bali sebagai daerah yang berbudaya menjadi destinasi pariwisata, akibat kekuatan budayanya bisa menghentikan rute pesawat untuk hari besar keagamaan yang tidak terlepas dari budaya lokal. Demikian halnya daerah kawasan Danau Toba yang memiliki kearifan lokal, seperti menghentikan aktivitas-aktivitas produktif di hari Minggu. “Warung dan kegiatan lainnya tidak buka pada hari Minggu, minimal pada saat waktu badah Minggu,” ujarnya.

Demikian halnya sanitasi. Bagaimana warga di seratusan desa di bibir pantai Danau Toba bisa memiliki jamban yang memiliki septitank tersendiri dan tidak membuang limbah ke danau. Bahkan pola peternakan di desa tersebut, yang melakukan pengolahan limbah ternak dan tidak membuanglimbahnya ke danau. “Jadi, ini bukan saja pekerjaan kepala desa, atau hanya warga, atau oknum-oknum lainnya saja. Harus menjadi tanggungjawab bersama, dimana kepala desa mengarahkan warganya, warga mau tergerak dan anak rantau memberi perhatian ke daerahnya,” pungkas Murbanto Sinaga. (Tap)
 

  BeritaTerkait
  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    2 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • Hebat ! Festival Budaya Batak di Kalbar Dihadiri Ribuan Orang

    2 tahun lalu

    Kalbar (Pelita Batak) : Merantau jauh dari kampung halaman, bukan berarti harus terlepas dari akar budaya dan kebersamaan dengan kerabat. Hal itu tampaknya yang ingin dibuktikan ribuan orang

  • Xanana Gusmao Diangkat Jadi Sesepuh Orang Batak

    2 tahun lalu

    Presiden pertama sekaligus Bapak Pendiri Timor Leste, Xanana Gusmao menyampaikan penghargaan terhadap keberadaan dan peranan para perantau etnis Batak di negara yang pernah menjadi bagian dari Republik Indonesia itu. Hal tersebut disampaikan dalam pertemu

  • Dihadiri Dr RE Nainggolan, MM, Christmas Season XII Resmi Digelar di Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Walikota Medan Drs Dzulmi Eldin meminta kepada masyarakat Kota Medan khususnya umat Kristiani agar dapat memaknai serta menjiwai makna Natal untuk bisa merefleksikan kehidupannya kedepannya secara berkesinambungan setelah Natal ini,

  • JTP FRENDS: "Boru Do Hami di Tapanuli Utara On"

    8 bulan lalu

    Laporan Jeje TobingDukungan demi dukungan kepada Paslon Nomor Dua, JTP FRENDS, (sebutan untuk Paslon DR. Jonius Taripar P. Hutabarat, M.Si S.Si  & Frengki P. Simanjuntak SE, M.Si) terus menga

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb