• Home
  • News
  • ICMI: Jangan Benturkan Islam Dengan Negara
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 29 November 2016 17:58:00

ICMI: Jangan Benturkan Islam Dengan Negara

BAGIKAN:
Ist
ICMI

Jakarta (Pelita Batak): Menanggapi akan berlangungnya aksi Bela Islam Jilid III di Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang atau Aksi 212, Ketua Umum (Ketum) Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Prof Dr Jimly Asshiddiqie, SH,  mengatakan menghargai keputusan mereka yang akan melakukan aksi unjuk rasa itu sebagai bagian dari hak berekspresi dalam demokrasi, namun dirinya menghimbau agar tetap berhati-hati dan tidak terbawa emosi sehingga rawan dibenturkan dengan negara oleh oknum-oknum tertentu.

"Jika ingin berpartisipasi silahkan, namun turunkan emosinya dan hadapi dengan rasionalitas yang tinggi," ujar Jimly dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) di Gedung Nusantara V, MPR RI, Senayan, Jakarta, Senin 28 November malam.
 
Menurut Jimly, ICMI sebagai lembaga intelektual muslim tetap menghimbau agar umat Islam tetap mengedepankan dialog dalam menghadapi masalah kebangsaan. Karena itu, tugas ICMI sebagai bagian dari pemimpin umat adalah mengarahkan.
 
"Kita menjaga, agar Islam ini tidak dibenturkan dengan negara dan kebangsaan seolah-olah kalau melaksanakan Islam itu anti terhadap negara atau sebaliknya jika bernegara lalu menomerduakan Islam dan agama. Disinilah fungsi kehadiran ICMI dituntut ,"kata Jimly.
 
Mantan Ketua MK itu menekankan, dunia Islam harus bersatu untuk kemajuan peradaban umat Islam oleh sebab itu Islam tidak bisa dipisahkan dengan konsep kebangsaan.
 
Jimly juga menegaskan, ICMI harus tetap adil kepada semua golongan atau agama, meski bukan melindungi namun tetap harus bersikap ramah. Karena itu, ia menghimbau agar kader ICMI juga harus bisa menjadi perekat kebangsaan dilingkungan non muslim, karena ICMI hadir sebagai Islam yang rahmatan lil alamin.
 
"Kita (Islam) jangan dibenturkan dengan negara, bagaimanapun ICMI-nya itu keislaman Keindonesiaan tidak dapat dipisah. ICMI juga jangan sampai seolah-olah dibenturkan anti agama lain, ICMI itu harus menjadi perekat bangsa dan agama,"katanya.
 
Sementara itu pada kesempatan yang sama Ketua Dewan Pakar Pusat ICMI Zulkifli Hasan meminta ICMI perlu menyiapkan sebuah konsep dan gagasan bagaimana agar umat Islam dapat mengusai sains dan teknologi.
 
"Oleh sebab itu setiap dari kita (Dewan pakar ICMI, red) ketika menulis artikel tentang sains dan teknologi  maka kaitkanlah penjelasannya tersebut dengan ayat Al-Quran," katanya.
 
Pihaknya juga melihat, setelah terjadi fenomena aksi damai 411 melihatkan bahwa umat islam itu bersatu."ICMI harus bisa mempersatukan diantara perbedaaan tersebut dan menjadi payung di antara mereka," ujarnya.(R2)
  BeritaTerkait
  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    2 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  • Firman Jaya Daeli Bersama Ketua NU Bahas Pancasila dan NKRI di Mataram

    tahun lalu

    Mataram(Pelita Batak): Forum Dialog Terbuka yang bertemakan "Silaturahim Kebangsaan : Membumikan Pancasila Dan Menjaga NKRI", digelar di Mataram - Lombok - Nusa Tenggara Barat / NTB.

  • Keluarga Besar Dinas P2K Rayakan Paskah

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Meski hujan deras mengguyur namun tidak menyurutkan niat seratusan Apratur Sipil Negara (ASN) beserta keluarga untuk menghadiri Perayaan Paskah yang diselenggarakan Keluarg

  • HUT ke-72 Bhayangkara Dirayakan di Polres Humbang Hasundutan

    2 minggu lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): HUT ke-72 Bhayangkara dirayakan di Polres Humbang Hasundutan dengan inspektur upacara Kapolres Humbahas AKBP DR Dayan, Rabu 11 Juli 2018.Amanat Presiden RI Ir Joko Widodo

  • KAMI CINTA PERDAMAIAN

    2 tahun lalu

    TAK bisa kusangkal aku menitikkan air mata membaca berita anak kecil mungil Intan br Marbun, gadis kecil yg manis tanpa dosa korban kebencian biadab yg mengatas nama agama.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet