KSP Makmur Mandiri
Rabu, 14 November 2018 13:20:00

Nyaleg Mencari Kerja?

BAGIKAN:
Ist
Ilustrasi
Oleh: Bachtiar Sitanggang

Namanya saja sudah "Mang Usil", tetapi "usil"annya tidak sembarang dan tidak asal bunyi, tidak nyinyir apalagi melecehkan harkat dan martabat orang lain, melainkan berbobot serta memberikan kritik sosial yang memiliki pengertian yang tinggi dan membutuhkan pemahaman mendalam. Pojok harian Kompas, Selasa, 7 Nopmber 2018 "Mang Usil" memuat, "Sekitar 7 juta orang menganggur". "Makanya pada mencoba nyaleg".

Membaca usilan tersebut tergelitik untuk mencari data, dan memang benar bahwa calon legislatif DPR RI, DPD RI, DPRD I Provinsi dan DPRD II Kabupaten/Kota seluruh Indonesia memang ternyata puluhan ribu kursi yang akan diisi.

Kursi yang tersedia sesuai dengan jumlah populasi dari 34 Provinsi sebanyak 575 di DPR, anggota DPD sebanyak 136 kursi yang tersedia dari 34 Provinsi dan masing-masing Provinsi masing-masing 4 orang. Untuk DPRD I sebanyak 2207 kursi dengan 272 daerah pemilihan (dapil), dan  untuk DPRD II kursi yang tersedia sebanyak 17.610 kursi untuk Kabupaten/Kota dengan 2206 dapil.

Dari daftar calon sementara yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) calon-calon anggota DPR sebanyak 8388 orang untuk 575 kursi dari 16 partai politik, artinya akan tersingkir7813 orang, sementara untuk DPD kursi yang tersedia sebanyak 136 kursi calon sementara sebanyak 807 orang sehingga akan tersingkir 671 orang.

Jumlah kursi yang tersedia menampung para calon yang terpilih nanti di DPR 575, DPD 136 dan DPRD Provinsi 2.207 dan untuk DPRD Kabupaten/Kota sebanyak 17.610 sehingga jumlahnya 20.528 orang yang tertampung menjadi anggota dewan yang terhormat.

Kita boleh sepakat atau tidak sepakat dengan usilan Mang Usil di atas bahwa para caleg itu seolah-olah karena pengangguran sehingga "pada mencoba nyaleg", akan tetapi dengan usilan itu jadi tergelitik untuk mendalaminya dengan menghitung-hitung sekaligus menelisik banyaknya yang akan "tersingkir" alias tidak terpilih.

Para caleg tersebut adalah putra-putri  terbaik bangsa untuk duduk di pusat, maupun di dewan perwakilan daerah dengan segala kemampuan yang dimiliki untuk menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta memperjuangkan nasib, harkat dan martabat rakyat yang diwakilinya.

Seharusnya mereka-mereka bukan untuk mencari pekerjaan melainkan untuk melayani masyarakat, bangsa dan negara melalui dewan2 perwakilan. 

Kalau ada pensiunan PNS atau purnawirawan TNI-Polri yang mencalonkan diri jadi anggota dewan untuk pusat maupun daerah, bukanlah karena pengangguran atau cari pekerjaan  sekaligus mengharapkan gaji besar. 

Mereka-mereka caleg tersebut memang jauh lebih beruntung dibanding para calon pegawai negeri sipil (PNS) yang beberapa waktu lalu serentak engikuti testing di berbagai tempat di seluruh Indonesia.

Ternyata lebih mudah menjadi anggota dewan dibandingkan jadi PNS, sebab untuk jadi caleg tidak ada testing kemampuan, seperti CPNS, yang benar-benar mencari pekerjaan dan mungkin sebagian besar adalah pengangguran ataupun sebagai "penganggungran  tidak ketara", tetapi yang jelas ingin memperbaiki nasib, tidak seperti caleg selain mencari hidup yang lebih "wah" juga mencari prestise, sebab bagi sebagian mereka adalah orang-orang yang sudah mapan.

Melihat kinerja anggota DPR, DPD, DPRD I dan DPRD II periode lalu yang secara keseluruhan sangat mengecewakan di mana Ketua DPD Irman Gusman terkena kasus korupsi serta Ketua DPR Setya Novanto dan sekarang menyusul Wakil Ketua  Taufik Kurnyawan sedang dalam proses penyidikan, sejumlah anggota DPRD dari berbagai daerah termasuk 38 anggota DPRD Sumatera Utara.

Kalau melihat kejadian yang menimpa para wakil rakyat tersebut, mereka memang bukan hanya mencari pekerjaan tetapi lebih dari itu, sebagian dari mereka yang sudah dihukum dan yang masih diproses, sama dengan mencari "peluang mencuri uang negara".

Harapan kita bahwa para anggota dewan yang akan terpilih nanti hendaknya  tidak menyalah gunakan kepercayaan konstituennya, tidak  korupsi dan tidak men-calo-i anggaran dan proyek yang sangat merugikan keuangan negara.

Dalam kaitan memperoleh wakil rakyat yang mumpuni, yang berjuang untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara hendaknya rakyat sadar bahwa pilihan terhadap seseorang pada Pilpres dan Pilleg tahun 2019 nanti, akan mempengaruhi kelanjutan pembangunan nasional maupun daerah.

Oleh karena itu hendaknya rakyat tidak terpengaruh hal-hal yang semu apalagi hoax, melainkan menentukan pilihan sesuai hati nurani dengan menggunakan mata hati.***
Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta. 
  BeritaTerkait
  • Serikat Pekerja Pembaca Meteran Listrik Sumatera Utara (SP2MLSU) Demo PLN Wilayah I Sumut

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Anggota Serikat Pekerja Pembaca Meteran Listrik Sumatera Utara (SP2MLSU) berunjuk rasa di kantor PLN Wilayah I Sumut yang berada di Jalan Kol Yos Sudarso, Selasa 7 Juni 2

  • Panduan untuk Berbelanja yang Aman di Hari Libur Menjelang 2017

    2 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Kita akan segera memasuki musim membeli holiday gift. Toko-toko sudah memenuhi stoknya dengan banyak sekali perangkat terhubung yang wajib dimiliki, dimulai dari aksesoris dan

  • 17 Perwakilan Media Online Mendeklarasikan IWO Sumut

    2 tahun lalu

      Medan(Pelita Batak): Perkembangan teknologi informasi melahirkan babak baru industri media massa. Sampai-sampai menjamurnya portal berita yang begitu fenomenal, menjadi ancaman bagi seju

  • Rahasia Hati dan Sebiji Kacang Ijo Dari Elia Massa Manik ( Anak Kos Cisitu, Bandung, TL 83)

    2 tahun lalu

    ELIA Massa Manik berhasil melalui masa-masa sulit dan mampu menyelamatkan "kapal" PT Elnusa Tbk yang hampir tenggelam. Ia memimpin Elnusa ketika kasus pembobolan dana perusahaan Rp 111 mi

  • Ekonomi Kreatif Membutuhkan Dukungan Lebih dari Pemerintah

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak): Terdapat sebuah dorongan baru untuk pemerintah mendorong lingkungan ekonomi kreatif di Indonesia. Bapak Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mengerti penting

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb