KSP Makmur Mandiri
Jumat, 26 April 2019 13:25:00

Mencari Samosir Satu

BAGIKAN:
Ist
Bachtiar Sitanggang
Oleh Bachtiar Sitanggang

Menjadi pemimpin yang baik dan benar selalu melalui proses panjang dan berliku sesuai tahapan hingga pada suatu penunaian tugas dan tanggung jawab yang dibutuhkan. Tidak ada yang instan tetapi dengan pendidikan dan latihan baik formal maupun praktek, walaupun ada pemimpin karena situasi dan kondisi tertentu.
Membuat kriteria untuk seorang pemimpin yang baik dan benar tentu tidak mungkin, sebab keberhasilan seseorang diketahui setelah purna tugas, hai itu dapat kita saksikan dalam sejarah umat manusia. Kepemimpinan yang mendapat hikmah dari Yang Maha Pencipta, hanya Raja Salomo, "katanya" sebelum dan sesudahnya, tidak ada raja seperti dia.

Sebelumnya ada seorang pemimpin di mana proses penempaan sebagai pemimpin yang diberkati, benar-benar dipersiapkan, dalam segala hal lahir bathin, dunia akhirat dan berhadapan langsung dengan yang menugaskannya yaitu Musa.

Cerita ini sengaja dikemukakan sekedar selingan dalam mempersiapkan putra-putri Samosir memilih calon dan mencalonkan diri menjadi bakal calon dan calon Bupati Samosir bahkan setelah terpilih kelak. 
Tidak ada niat untuk menggurui, namanya selingan, apalagi menyerang orang perorang, maka selingan ini diungkapkan sekarang agar tidak mengganggu perasaan orang atau pihak tertentu. Di manapun dibutuhkan kerelaan untuk evaluasi diri baik sebagai pengusul, pengusung apalagi yang akan ikut berkontestasi.

Contoh raja dan pemimpin di atas sudah berbeda dengan era demokrasi dimana suara rakyat pemilih yang menentukan, namun keteladanan dan kebaikan adalah abadi serta memberi manfaat bagi pengikutnya. 

Situasi Musa telah "diatur" sedemikian rupa, dilarung ke sungai sampai ke pangkuan putri raja, dirawat dan dididik di istana bak putra mahkota dididik menjadi seorang pemikir, pejuang tangguh dan pemimpin. Sampai tiba waktunya diperintahkan untuk membebaskan bangsaNya dari perbudakan.

Walaupun telah dipersiapkan, saat disuruh olehNya, Musa berkata: "Ah Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hambaMu pun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah"..Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, ...dia akan menjadi penyambung lidahmu..."

Keteladanan Musa itu perlu diperhatikan oleh setiap orang, untuk menjadi pemimpin, tidak hanya untuk eksekutif, legislative bahkan untuik lembaga-lembaga sosialpun ada baiknya memperhatikan proses dan cara kepemimpinan yang baik dan benar. Sebab harus diingat, belum ada sekolah untuk ahli segala jurusan.

Keinginan menjadi pemimpinan apalagi menjadi Bupati perlu diperhatikan faktor pendorongnya, ingin melayani atau ingin membebaskan rakyat dari kemiskinan ataui karena kemampuan intelektual, finansial? Seyogyanya diperhatikan syarat-syarat non formal seperti yang digunakan Golongan Karya di era Orde Baru yaitu Prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT). 

Musa yang sudah dipersiapkan untuk membebaskan kaumNya, namun demikian Musa mengukur dirinya dan merasa bukan orang yang tepat, sehingga ia berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus".

Bangsa Indonesia yang sibuk dan lelah selama delapan bulan Kampanye Pilpres dan Pilleg dan masih menunggu Pengumuman  hasilnya 22 Mei yang akan datang, syukur telah kita lalui dan laksanakan Pemilu dengan baik, semoga hasilnya diterima secara demokratis sesuai hukum yang berlaku.

Ternyata masyarakat Samosir sudah harus sibuk lagi menyelengarakan Pilkada tahun 2020, siapa calon dan bagaimana kepribadiannya serta masa lalunya? Apakah calon bupati Samosir nanti seseorang yang terpanggil atau yang gedhe rumongso (merasa lebih daripada orang lain) sehingga merasa lebih pantas untuk duduk.

Bagi banyak orang siapapun Bupatinya sama saja, asal kemenangannya tidak karena uang (money politics) sebab dana dikeluarkan akan "ditarik" dari dana pembangunan atau anggaran pemerintah akibatnya hak dan kesejahteraan rakyat akan ter-korupsi-kan.

Menurut rumours, money politics akan melahirkan berbagai tindakan koruptif termasuk jual beli jabatan mulai dari eselon eselon rendah yang bisa dijual sampai pedesaan. Namanya saja romoursdibuktikan tetapi tidak bisa juga dibantah. Semoga para cabup nanti adalah pribadi yang primus inter pares dari rata-rata putra Samosir, baik kewibawaan, kemampuan mengorganiser, visioner, merakyat dan pemersatu, bukan karena uang apalagi hasil korupsi. Salam untuk Samosir Nauli.***
Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta.
  BeritaTerkait
  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    3 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • 27 Agustus di Open Stage Tuk Tuk Siadong Digelar Samosir Music International Austrian Batak Rock

    3 tahun lalu

    Austrian Batak Rock, merupakan suatu nama yang diciptakan untuk menggambarkan jenis pagelaran musik konser yang akan diadakan di Tuk Tuk Samosir, pada bulan Agustus ini. Secara tidak langsung penyebutan itu, telah mengesankan bahwa akan mendatangkan arti

  • Ini Sejarah Raja Sihotang

    tahun lalu

    Oleh: Drs Robinson Hasugian dan Mader Hasugian, S.KomSihotang Orang Kaya Tua (Hasugian Sitolu Tali) merupakan anak ke-7 dari Raja Sigodang Ulu Sihotang yang pergi meninggalkan Negeri Sihotang (Samosir

  • Ini 10 Destinasi di Danau Toba Yang Oke Banget Buat Libur Lebaran

    11 bulan lalu

    Balige (Pelita Batak):Siapa yang berani meragukan keindahan Danau Toba? Danau yang ada di Sumatera Utara ini, menjadi salah satu objek wisata andalan Indonesia. Danau Toba juga lokasi tepat untuk meng

  • Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Bersama Bupati Tobasa, Direksi BODT, Dishut Provsu Bersama Masyarakat Adat Marga Butarbutar Sigapiton

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait sengketa lahan seluas 500 hektar antara masyarakat adat Desa Sigapiton, Sibisa dan Motung sekitarnya dengan Badan Pelaksana Otorita Par

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb