KSP Makmur Mandiri
Kamis, 20 September 2018 08:57:00

KPK dan Tugas Panggilannya

BAGIKAN:
Ist
Logo
Oleh Bachtiar Sitanggang

RASANYA sudah letih mengikuti kabar tentang korupsi, nama-nama yang terlibat termasuk tokoh-tokoh yang sudah diputus bersalah oleh Pengadilan, jumlah dana milik negara yang raib di berbagai kasus korupsi, dengan segala persoalan yang muncul akibat tindak pidana korupsi, tidak berkesudahan selalu mewarnai dan mengisi pemberitaan di negara ini.

Berita yang paling banyak menyita perhatian salah satunya adalah korupsi pengadaan e-KTP, melibatkan Ketua DPR Setya Novanto yang boleh dikatakan alot, mulai penetapan tersangka oleh KPK, pemeriksaannya menelan "korban" advokat dan dokter yang menanganinya, termasuk juga dugaan rekayasa penabrakan mobil ke tiang listrik.

Persidangannya pun "nyerempet" pihak lain dan banyak hal yang menarik perhatian publik, ya namanya Ketua DPR, Ketua Umum partai besar serta manusia "sahabat" semua orang selalu senyum, akrab  dan kelihatannya berperangai baik, tapi tokh harus menjalani pengembaraannya di balik jeruji besi Sukamiskin.

Memang pegiat antikorupsi selalu mengikuti gerak-gerik mereka yang terkena aroma korupsi ini, setuju atau tidak dengan para pegiat antikorupsi terserah, tetapi mereka selalu melihat keadaan itu sesuai dengan hukum, keadilan dan hak asasi manusia. Sebab korupsi menghilangkan hak-hak masyarakat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang bertugas khusus memberantas korupsi juga mereka kritik apabila tidak tanggap apalagi kalau sempat jalan di tempat serta pilih bulu, tebang pilih, pilih tebang, serta pilih kasih.

Selain pemberitaan tentang para pelaku korupsi, penindakannya oleh KPK, pengadilan serta pelaksanaan hukuman, masih ada lagi yang menarik perhatian yang berkaitan dengan KPK dan korupsi, yaitu mereka yang tidak senang dengan tindakan-tindakan KPK,  bahkan ada yang seolah "menyerang" KPK seperti diduga dilakukan oleh Panitia Khusus KPK beberapa waktu lalu, yang sempat membuat goyah  pelaksanaan tugas panggilan KPK, sebab seolah KPK dituding melewati batas-batas kewenangannya dan berbagai tudingan, untung masih ada yang berpikiran jernih baik partai politik maupun pemimpin bangsa, yang berpendapat bahwa KPK masih dibutuhkan sambil memberikan peluang kepada Polri dan Kejaksaan untuk berperan aktif memberantas korupsi. 

Kita sengaja kembali memunculkan berita e-KTP dengan keterangan Setya Novanto di persidangan ketika memberikan kesaksian di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (18/9/2018). Novanto sudah dijatuhi hukuman 15 tahun dan denda Rp 500 juta. "Tapi, yang jelas saya pernah dikonfrontasi dengan keponakan saya oleh penyidik KPK. Saat itu, Irvanto keponakan saya mengaku memberikan uang kepada beberapa  orang sebesar 3,5 juta dolar AS," katanya menjawab pertanyaan jaksa KPK.

Saat dikonfrontasi, Irvanto Hendra Pambudi mengaku menyerahkan uang kepada sejumlah anggota DPR, yakni Chairuman Harahap 500.000 dolar AS, M Jafar Hafsah 100.000 dolar AS, dan Ade Komarudin 700.000 dolar AS. Kemudian, Agun Gunandjar Sudarsa 1 juta dolar AS, Melchias Markus Mekeng dan Markus Nari masing-masing 500.000 dolar AS.

 "Mekeng dan Markus Nari diberi di ruangan saya di ruang ketua fraksi Golkar. Ivan memberi  atas perintah Andi 1 juta dolar AS," kata Novanto. Sebelum bersaksi, Novanto katanya telah bertemu Nazaruddin untuk memastikan siapa saja penerima uang E-KTP tersebut.

Setnov juga menambahkan  Olly Dondokambey 500.000 dolar AS, Mirwan Amir 500.000 dolar AS, dan Tamsil Linrung, sebagaimana diberitakan Kompas.com.

Kita tahu bahwa nama Setya Novanto sering disebut Nazaruddin ketika pengusutan e-KTP, sekarang keduanya telah sama-sama di Sukamiskin dan sebagaimana diberitakan media, keduanya sedang duduk-duduk bersama di kamar Setya Novanto.

Setya Novanto sendiri telah mengakui menerima US $ 3,8 juta dari dana e-KTP tersebut, jadi kalau pengetahuan orang awam, tentu tidak sulit lagi pembuktiannya secara hukum.

Sekarang persoalannya, apakah KPK akan mengusutnya secara tuntas, sehingga tidak dianggap sebagai pilih bulu, tebang pilih, pilih tebang dan pilih kasih? Waktu akan mencatatnya. Sebab kalau KPK mau dan mampu seperti "petik jagung", maka kasus BLBI dan kasus Bank Century tidak seperti sekarang, akan selalu dijadikan pihak-pihak tertentu menjadi  "duri dalam daging" yang suatu saat bisa dipakai peluru membuat kita sebagai bangsa "meriang kesakitan".

Kita berharap agar kasus-kasus yang terungkap di persidangan itu yang sudah dapat dijadikan bukti hendaknya diselesaikan KPK secara tuntas dan menyeluruh, sesuai dengan tugas panggilannya.
(Penulis adalah wartawan senior dan advokat berdomisili di Jakarta)
  BeritaTerkait
  • JTP, Memang"GILA"

    8 bulan lalu

    Oleh: JJ. Tobing, SEPada saat acara "Syukuran & borhat borhat" di Desa Simatupang, Muara, beberapa waktu yang lalu;  Ibu Neny Purba atau Nyonya JTP didaulat memberi kata sambutan, dimana seba

  • "Kugenggam Asa dan Cita Bersama Cintamu Ibu"

    5 bulan lalu

    AKU terlahir dari seorang wanita mulia bernama ibu.Seorang wanita yang kukenal sebagai sosok yang kuat, sabar dan tabah. Wanita yang kuanggap sebagai pahlawan hidupku.Aku terlahir dari keluarga besar

  • Iklan

    3 tahun lalu

    Mari Bergabung di PELITABATAK.com PelitaBatak.com dengan badan hukum PT Media Pelita Batak Indonesia yang berkantor di Kota Medan merupakan media online (cyber) yang kini mulai berkembang. Den

  • Pemko Bongkar Billboard Milik ACC Advertising & Gaharu Advertising

    3 tahun lalu

    Usai libur panjang pekan lalu, Tim Terpadu Penertiban, Penindakan dan Pembongkaran Papan Reklame kembali melanjutkan pembongkaran, Senin (9/5) malam. Kali ini dua papan reklame jenis billboard di Jalan Diponegoro simpang Jalan KH Zainul dibongkar. Kedua p

  • Calon Kapolri Komisaris Jenderal Tito Karnavian Berjanji Tingkatkan Profesionalisme Polisi

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):   Calon Kepala Kepolisian RI (Polri) Komisaris Jenderal Tito Karnavian menyatakan akan meningkatkan profesionalitas Polri jika mengemban tugas memimpin institus

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb