KSP Makmur Mandiri
Senin, 17 Desember 2018 19:53:00

Bung Karno: Apakah Anda Domba Terbaik?

BAGIKAN:
Ist
Soekarno
Oleh Bachtiar Sitanggang

Beredar di WhatsApp (WA) sejak beberapa hari lalu ucapan Presiden RI Pertama Dr. Ir. Sukarno saat memberikan Kata Sambutan di Perayaan Natal di Jakarta pada tahun 1963. 
Isi WA tersebut adalah sebagai berikut: ...lalu Bung Karno memulai pidatonya demikian:
"Spanduk di depan saya tertulis...YESUS ADALAH GEMBALA  YANG BAIK.., Itu salah, itu keliru", kata Ir. Soekarno dengan tegas dan berwibawa.

Segenap hadirin diam terperangah..tanpa mampu mengeluarkan suara dan sepatah kata. Bung Karno melanjutkan pidatonya, "yang benar begini, SESUNGGUHNYA YESUS ADALAH GEMBALA YANG TERBAIK!"..

Lalu hiruk pikuk dan tepuk tangan mengglegar di seluruh ruangan...setelah gemuruh hiruk pikuk mereda, Bung Karno melanjutkan pidatonya "Kita semua yang hadir di sini ditantang...SUDAHKAH KALIAN MENJADI DOMBA-DOMBA TERBAIK-NYA? Hanya sedemikian penggalan pidato itu.

WA tersebut diakhiri dengan tulisan "Selamat Mempersiapkan Natal 2018", tanpa menyebut nama yang memposting. Yang pasti kita yakini postingan ini tidak ada kaitannya dengan kampanye Pemilihan Prsiden/Wakil Presiden. DPR, DPD, DPRD Provinsi maupun DPRD Kabupaten/Kota dan juga tidak kaitan dengan partai tertentu.

Tidak mungkin juga itu hoax, sebab tidak ada yang dirugikan serta setelah beberapa hari tidak ada yang mengklaim, mungkin WA tersebut bahkan mungkin dianggap bagian khotbah, mengingatkan agar dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus agar kembali ke jalan yang benar, bertobat  sebagai domba-domba terbaik-Nya.
Ungkapan Gembala Yang Baik itu sebenarnya sudah "baku", tetapi Bung Karno, sebagai Presiden kala itu, mengingatkan warga negaranya yang merayakan Natal, bahwa Yesus bukan sembarang gembala yang baik seperti manusia biasa, melainkan menurut Bung Karno, Yesus itu adalah Gembala Yang Terbaik, melebihi manusia.

Bung Karno sekaligus menantang, apakah hadirin sudah menjadi domba-dombaNya yang terbaik? Artinya perayaan Natal itu tidak hanya seremonial dan "pemenuhan kalender tahunan" belaka.Harus ada peningkatan iman dan tidak sebaliknya. 

Pidato Bung Karno itu juga mengingatkan agar para Pengikut Yesus itu bertobat di Natal dan setelah Natal, tidak lantas setelah Natal kembali lagi ke kehidupan "duniawi". Dan seandainya Bung Karno masih hidup, barangkali beliau akan mengatakan, "Jangan Menyalibkan Yesus Setiap Tahun", mengingat perilaku dan sepak terjang kita yang sudah sering sulit membedakan yang baik dengan yang tidak saat ini. Maksudnya jangan seperti ungkapan belakangan ini yang sempat ramai, "Senin-Jumat.. manusia, Minggu ..Tuhan". 

Bukan itu yang diingatkan dan dikehendaki Bung Karno, melainkan, setiap domba-domba yang digembalakan oleh Gembala Yang Terbaik itu haruslah mendedikasikan dirinya sebagai domba-domba terbaik juga sejak mata hari terbit sampai terbenamnya, sepanjang hayat  dikandung badan.

Pemahaman yang mendalam terhadap hakekat gembala yang baik dan yang terbaik dari Bung Karno sungguh menjadi tantangan bagi siapa saja tentang penghayatan terhadap arti dan makna Natal, tidak seperti anak kecil terutama di kampung-kampung, bahwa datangnya Natal berarti datangnya baju dan sepatu baru. Sebaliknya bagi orang tua bahwa datangnya Natal berarti akan menambah pengeluaran.

Memang secara manusiawi adalah demikian kenyataannya, tetapi secara rohani, Bung Karno mengingatkan dan menantang agar mereka pengikut-pengikut Gembala yang Terbaik itu harus juga menjadi domba-domba terbaik juga.

Dengan kata lain, bahwa ke-Kristen-an itu ada tanggung jawabnya, yaitu selalu membawa kedamaian ke mana dan di manapun. Tidak dibebankan hanya ara rohaniawan, tetapi semua yang merasa digembalakanNya secara konsisten dan konsekwen harus menjadi pelayan dan tidak sebaliknya minta dilayani.Harus menjadi pembawa damai tidak  sebaliknya justru membawa silang sengketa, pemecah-belah serta mendahulukan kepentingan diri sendiri dan melewatkan kepentingan orang lain?

Tidak ada niat Bung Karno untuk meragukan iman para hadirin di perayaan Natal tahun 1963 tersebut, tetapi karena beliau sebagai Presiden mengingatkan rakyatnya untuk menjadi Kristen yang baik dan benar sesuai dengan  ajaran sang Gembala Yang Terbaik itu. Tentu tulisan inipun, demikian hanya sekedar mengemukakan pidato Bung Karno tersebut, yang selain bermakna juga menarik. Selamat Natal.(Penulis adalah wartawan senior dan advokat bermukim di Jakarta) 
  BeritaTerkait
  • Jangan Pernah Mengubah Kebinekaan Kita

    3 bulan lalu

    Oleh: Bachtiar SitanggangADA berita menarik yang dimuat detik.com Jumat, 5 Oktober 2018, di saat kita merayakan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke-73. Berita menarik itu adalah

  • Panduan untuk Berbelanja yang Aman di Hari Libur Menjelang 2017

    2 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Kita akan segera memasuki musim membeli holiday gift. Toko-toko sudah memenuhi stoknya dengan banyak sekali perangkat terhubung yang wajib dimiliki, dimulai dari aksesoris dan

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    2 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Lima Bidang untuk Inovasi Keamanan Cyber di 2017

    2 tahun lalu

    Dunia tidak pernah diam. Dalam ruang teknologi, ini berarti inovasi dan penemuan yang konstan merupakan kunci dari kelangsungan dan perkembangan penyedia solusi.   Dalam arena keamanan

  • Rahasia Hati dan Sebiji Kacang Ijo Dari Elia Massa Manik ( Anak Kos Cisitu, Bandung, TL 83)

    2 tahun lalu

    ELIA Massa Manik berhasil melalui masa-masa sulit dan mampu menyelamatkan "kapal" PT Elnusa Tbk yang hampir tenggelam. Ia memimpin Elnusa ketika kasus pembobolan dana perusahaan Rp 111 mi

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb