• Home
  • Humbahas
  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 19 Juli 2019 13:59:00

Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

BAGIKAN:
Abed Ritonga|Pelitabatak
Bakkara, Humbang Hasundutan
Pendahuluan
KITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di Indonesia.

Berbicara Kabupaten Humbanghasundutan, terlebih dahulu kita harus membahas dan mengetahui sejarah singkat berdirinya kabupaten yang dikenal dengan sebutan kota dingin dan penghasil daging kuda yang nikmat itu.

Sebenarnya. Kabupaten Humbang Hasundutan lahir sebagai wujud aspirasi masyarakatnya termasuk juga digagas oleh Putra/Putri, Tokoh dari berbagai kalangan serta anak rantau dan dalam kebersamaan yang peduli akan terbentuknya Kabupaten Humbanghasundutan.

Hingga terwujudlah dan diresmikan pemerintah berdasarkan  UU Nomor 9 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Nias Selatan,Kabupaten Pakpak Barat dan Kabupaten Humbang Hasundutan di Provinsi Sumatera Utara. Peresmian Kabupaten Humbang Hasundutan sekaligus pelantikan pertama Pejabat Bupati yaitu Drs. Manatap Simanungkalit, MM dihunjuk oleh  Menteri Dalam Negeri, Senin 28 Juli 2003 di Jalan Diponogoro Medan Sumatera Utara.

Diketahui, pada saat terbentuknya Kabupaten Humbang Hasundutan jumlah penduduknya berkisar 152 ribu jiwa yang tersebar di 10 Kecamatan dan 117 Desa di tambah 1 kelurahan. Sekarang di usianya yang ke-16 Tahun ini, jumlah penduduk sudah bertambah menjadi 191 ribu jiwa lebih dengan 153 Desa di tambah 1 kelurahan, namun kecamatan masih tetap 10 (Sepuluh) kecamatan.

Secara letak geografisnya, wilayah Humbang Hasundutan berada pada posisi 98 10-98 58 bujur timur, beriklim tropis dan berada pada ketinggian 600 hingga 1300 meter diatas permukaan laut. Pada umumnya adalah dihuni oleh etnis Batak Toba yang bermukim diwilayah itu.

Dalam keseharianya, masyarakat Humbang Hasundutan dikenal dengan ramah dan sifat tolerasinsi yang sangat tinggi, hal ini dapat dilihat dari kehidupanya sehari hari yang sudah teruji, hidup berdampingan satu sama lain antara mayoritas dengan minoritas baik suku, agama, ras, dan golongan yang berada di wilayah itu serta pendatang dari daerah lain hidup rukun dan damai. Dan hal ini dapat pula dinilai sebagai implementasi "DALIHAN NATOLU" yang masih terus tertanam dengan baik, yakni yang dikenal dengan Somba Marhula-hula, Manat Mardongan Tubu dohot Elek Marboru seperti yang diamanatkan oleh nenek moyang dahulu secara turun temurun dilingkungan suku batak khususnya Humbang Hasundutan.

Dilihat dari tofografi Kabupaten Humbang Hasundutan berada di jajaran bukit barisan dengan keadaan tanah pada umumnya berbukit dan bergelombang terletak dibagian tengah wilayah Sumatera Utara dengan batas: Sebelah Utara : Kabupaten Samosir

Sebelah Selatan : Kabupaten Tapanuli Tengah

Sebelah Barat : Kabupaten Pakpak Barat

Sebelah Timur : Kabupaten Tapanuli Utara.

Maka dapat disimpulkan Kabupaten yang berpusat di kecamatan Doloksanggul ini sangat lah strategis.

Diketahui. Segi pemerintahanya setelah terbentuknya kabupaten Humbang Hasundutan, Bupati Humbahas pertama adalah Drs. Manatap Simanungkalit, MM, setelah beliau meninggal dunia, digantikan oleh Drs. BW Simamora, AK yang  dihunjuk sebagai Plt Bupati Humbahas mulai tanggal 10 Agustus - 28 Oktober 2004. Namun pada tanggal 29 Oktober, Gubernur Sumatera Utara menghunjuk Sarlandy Hutabarat, SH sebagai Plt Bupati Humbahas sampai 26 Agustus 2005.

Akan tetapi setelah Kabupaten Humbang Hasundutan menggelar pilkada langsung pilihan rakyat yang digelar berdasarkan undang-undang  tepatnya tahun 2005 silam, Drs. Maddin Sihombing, Msi dengan Drs. Marganti Manullang memperoleh suara terbanyak serta diumumkan KPUD Humbahas sebagai pemenang Pilkada. Maka Drs. Maddin Sihombing, Msi dan Drs. Marganti Manullang secara otomatis di lantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati pertama Kabupaten Humbanghasundutan yang dipilih langsung oleh Masyarakat (Demokrasi)  masa itu. Dan berhasil menjabat selama dua periode, yakni tahun 2005-2010 periode pertama, dan periode ke dua tahun 2010-2015.

Setelah periode ke dua Bupati Drs. Maddin Sihombing, Msi selesai, Menteri dalam Negeri menghunjuk Plt Bupati Humbahas Drs. Bukit Tambunan, MAP, dan pada saat itu proses Pilkada Humbahas bergulir. Dan pasangan Dosmar Banjarnahor, SE dengan Saut Parlindungan Simamora terpilih sebagai Bupati Humbang Hasundutan Melalui pilihan rakyat secara langsung, dan dilantik pada tanggal 17 Februari 2016.

Pembahasan

Tahun ini merupakan tahun ke-4 Bupati Dosmar Banjarnahor, SE dan Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora menjalankan tugas sebagai Bupati Humbang Hasundutan.

Pada dasarnya pemerintah Kabupaten Humbanghasundutan di masa kepemimpinan kedua Tokoh sekarang ini mengemban Visi "Mewujudkan Humbang Hasundutan yang Hebat dan Bermentalitas Unggul" yang sering di sebut dengan Humbang Hasundutan yang "HEBAT". Yang artinya :

H = Humbang Hasundutan Na Mar Tuhan jala maduma (Peningkatan keimanan kesejahteraan dan kualitas SDM dan sumber daya alam)

E = Eme Na Godang Tano Na Bidang (Mewujudkan ketahanan pangan)

B = Bahen Murah Arga Ni Pupuk (Menyediakan saprodi dan alsintan)

A = Asa Sinur Na Pinahan Gabe Na Niula (peningkatan ekonomi kerakyatan)

T = Ture Dalan Tuhuta Sahat Tu Balian Asa Langku Naniula dohot Tiga-tiga (peningkatan kualitas Infrastruktur). Dan memiliki Misi pemerintahan Dosmar Banjarnahor, SE dan Saut Parlindungan Simamora ada 5 program yaitu :

1. Meningkatkan Iman dan Taqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.

2. Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam.

3. Meningkatkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik.

4. Meningkatkan Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan.

5. Meningkatkan Ketersediaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah.

Serta MOTTO Bekerja Keras, Bekerja Cerdas dan Bekerja Serius. Dan inilah sebenarnya acuan dalam janji kampanye yang sudah dilaksanakan saat ini oleh pemerintah kabupaten Humbang Hasundutan.

Pada konsep ini penulis lebih fokus membahas bidang Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan. Memang sejauh ini bidang pertanian, merupakan andalan utama Bupati Dosmar Banjarnahor, SE dan Saut Parlindungan simamora, dan sebenarnya sangat lah wajar dimana masyarakat Humbang Hasundutan pada umumnya memang bekerja sebagai petani dan sejak berdirinya pun daerah ini, mayoritas dari hasil pertanianlah masyarakat dalam mencukupi kehidupanya sehari-hari disamping kegiatan ekonomi lainya seperti berdagang dan lain lain. Oleh karena itu sektor ini merupakan tepat dan strategis di kedepandakan dari pada sektor sektor lainya yang saat ini berjalan di Humbanghasundutan untuk terus dikembangkan.

Secara fakta lain juga, kita ketahui di Humbang Hasundutan dari sektor pertanian yang biasa di geluti sejauh ini terdiri atas tanaman andalan pangan dan holtikultura, perkebunan, peternakan serta perikanan dan kehutanan, sekali lagi selain sangat strategis dan didukung oleh lahan yang begitu luas. Akan tetapi peran pemerintah daerah sangat penting dalam keberhasilanya, semisal penyediaan sarana dan prasaran pertanian termasuk juga pelatihan dan penyuluhan hingga menjamin ke stabilan harga di tingkat pasar.

Memang terobosan baru yang ditata oleh Bupati Dosmar Banjarnahor, SE dan Saut Parlindungan Simamora telah banyak melakukan terobosan baru dan keberhasilan seperti mengangkat PPS (Penyuluh pertanian swadaya) yang di tempatkan disetiap desa saat ini yang tersebar di seluruh desa. Ini dengan jelas bertujuan untuk  membantu masyarakat serta pendapingan dalam melaksanakan pertanian, baik itu pembinaan lain melalui kelompok tani.

Pemerintah juga sudah menambah fasilitas penunjang pertanian seperti alat-alat pertanian semisal traktor besar dan mini, dan di perkuat lagi melalui singkronisasi pemerintah melalui pembelian alat berat yang dianggarkan memalui dana desa baru baru ini.

Terlihat juga dari fasilitas bantuan bibit seperti bibit jagung, bawang putih, bawang merah, terus digulirkan oleh pemerintah untuk mendorong sektor pertanian di Humbang Hasundutan.

Terakhir ini juga, pemerintah menghadirkan beberapa investor dalam membangun pertanian di kabupaten Humbang hasundutan langsung mengadakan kerjasama dengan PT. Indo Food dan memberikan bibit kentang kepada petani.

Dilihat secara umum pertumbuhan ekonomi ditingkat petani dapat dikatakan mengalami perkembangan tahun ketahun di Humbang Hasundutan, selain dari faktor aktifnya pemerintah daerah, hal paling objektif adalah faktor dalam keseriusan masyarakat dalam menggeluti pertanian itu sendiri secara mandiri dan bahkan tanpa ketergantungan.

Penjaminan harga dalam terobosan baru yang pernah dilakukan oleh pemerintah di Humbang Hasundutan, pernah menerapkan khusus tanaman  jagung jika harga anjlok dibawah harga normal kisaran Rp 3000/Kg bisa dijual di kantor kecamatan untuk dibeli diatas harga normal, sedangkan harga cabe pemerintah kabupaten pernah menerapkan pembelian dan bisa di jual melalui koperasi yang dipusatkan di pasar yang baru dibangun di lintongnihuta. Pemerintah juga saat ini sudah m,enyediakan pula kulkas raksasa (Cold storage) yang bisa dimanfaatkan jika harga-harga pertanian seperti cabe sedang anjlok.

Secara jujur dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan sudah merasakan hasilnya, dimana harga jagung dapat dijamin oleh pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan. dengan adanya berbagai program dan kebijakan pemerintah Humbang Hasundutan dalam sektor pertanian dan perkebunan, hal ini dapat meningkatkan kedaulatan pangan dan ekonomi kerakyatan untuk masyarakat Humbang Hasundutan tujuanya, walaupun masih banyak yang perlu dalam pembenahanya supaya lebih sempurna.

Sedangkan dari segi perkebunan di Humbang Hasundutan, terdapat dibeberapa kecamatan yang masih mengelola perkebunanya secara turun temurun. Salah satunya Kemenyan. Pemerintah sudah pernah memberikan bantuan bibit ini, sebelumnya juga, kita ketahui perkebunan kemenyan ini sekarang dapat kita jumpai hanya di kecamatan Sijama Polang, Parlilitan, Pollung yang mendominasi, selain pertanian lain yang masih aktif dalam bidang perkebunan. Kemenyan dalam pengolahanya masih manual di petani, namun nampaknya permasalahan bukan lah dalam pengelolaan, yang perlu di kembangkan dan diperhatikan dari sektor ini adalah harga jual yang harus dioptimalkan oleh pemerintah dan apalagi kelestarianya yang semamkin merosot. Artinya adalah sudah saatnya pemerintah memberikan solusi termasuk mengundang pihak investor atau ahli pertanian kemenyan untuk pengembanganya termasuk dampak lingkungan yang ada disekitarnya dan penjaminan harga yang lebih tinggi serta kualitas yang lebih bermutu. Karena melalui pembinaan dan pengembangan kemenyan inilah solusi supaya kemenyan tidak ditinggalkan oleh petani di Humbang Hasundutan yang sejak dahuli kala dikenal kalau kemenyan sangat banyak berasal dari Humbang Hasundutan.

Untuk sektor perikanan. Pemerintah Humbang Hasundutan sudah mengalami peningkatan, dimana pengembangan usaha masyarakat pada sektor perikanan sudah dilakukan pembanguan sarana dan prasarana produksi perikanan melalui kolam terpal. Pembanguna kolam terpal bagi masyarakat akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, dimana sistim dan cara pengembangan dan pemeliharaan ikan di kolam terpal ini lebih mudah dan lebih sederhana dan mendapatkan produksi yang lebih maksimal. Namun hal ini dalam pengembanganya masih perlu dilakukan.

Dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Menurut penulis, pertanian, perkebunan dan perikanan bukan saja sebagai patokan utama akan tetapi adalah potensi-potensi yang bisa berdampak pada ekonomi masyarakat itu sendiri yang ada di daerah itu. Semisal Humbang Hasundutan sangat kuat postensinya dari sektor pariwisata.

Karena segudang wisata yang berpotensi untuk dikembangkan di Humbang Hasundutan saat ini. Dewasa ini sudah terlihat baik perhatian dari pemerintah pusat lewat terbentuknya Badan Otorita Danau Toba (BODT) artinya potensi Humbang Hasundutan yang merupakan bagian dari pinggiran Danau Toba harus lebih aktif dalam peran ini.

Baru baru ini, Pemerintah pusat melalui Kementerian Desa telah menbangun Homestay, jalan pariwisata, ini dampaknya sangat positif bagi masyarakat namun itu bagian dari satu pengembagan lain yang perlu dikembangkan termasuk pengembangan wisata sejarah dan wisata alam. Karena disudut lain Humbang Hasundutan memiliki berbagai warisan budaya yang sangat penting, salah satu warisan budaya yang terdapat di Humbang Hasundutan adalah Dinasti Sisinganmangaraja di Bakkara, Kecamatan Baktiraja.

Warisan budaya tersebut akan di pelihara dan di kembangkan menjadi tujuan wisata. Selain itu Desa Pearung juga di temukan Makam pahlawan nasional Melanton Siregar, Tao Sipinggan dan Tao Silosung di Desa Siponjot, Air Terjun Simolap Tujuh Tingkat di Parlilitan, Makam Panglima Sisingamangaraja di Kecamatan Tarabintang, begitu juga dengan Wisata Alam Sipinsur yang letaknya di Desa Pearung Kecamatan Paranginan, Aek sipangolu, Tombak sulu-sulu, Sampuran Polung di Kecamatan Onanganjang, Panorama alam di Parsingguran Kecamatan Pollung, dimana akhir-akhir ini sering dikunjungi masyarakat baik dari dalam maupun masyarakat luar.

Kita yakini kedepan Pemkab Humbang Hasundutan akan melakukan pemugaran terhadap warisan budaya demi terpeliharanya nilai-nilai budaya tersebut, serta meningkatkan dan mengembangkan promosi wisata dan hal ini akan berdampak besar dalam penghasilan asli daerah dan dampak lainya untuk ekonomi masyarakat.

Dari Sektor Industri dan tenaga kerja sudah mulai meningkat, dan ini kedepan menjadi harapan masyarakat Humbang Hasundutan. Dengan potensi yang dimiliki oleh setiap Desa dengan terlaksananya saat ini Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) maka tinggal pendampingan dan pembinaan yang akan dimonitor oleh pemerintah kabupaten untuk keberhasilanya.  Industri kecil yang paling menonjol adalah pengupasan kopi, penampangan kemenyaan, pandai besi. Selain itu ada juga industri pembuatan kopi bubuk, kacang, anyaman rotan, pertukangan kayu, pembuatan arang, pembuatan gula merah, pembuatan tahu dan tempe. Sekali dengan ragam potensi ini pemerintah harus mendorong pengembangan usaha industri kecil dan menengah dengan melakukan berbagai pembinaan dan pelatihan, menfasilitasi permodalan selain penyertaan modal yang sudah ada, manajemen dan pemasaran, membuat kerjasama dengan lembaga-lembaga terkait dan mencari investor yang akan menanamkan modalnya bagi pengembangan industri di kabupaten Humbang Hasundutan.

Penutup

Bahwa keberhasilan sebuah daerah tidak terlepas dari pimpinan daerah itu sendiri, dan maka dengan itu tingkat Kabupaten Humbang Hasundutan, Bupati Dosmar Banjarnahor, SE bersama Wakil Bupati Saut Parlindungan Simamora adalah pemangku jabatan yang menentukan arah pembangunan itu sendiri. Dari setiap kekurangan dan kelebihan itu adalah penyemangan kedepan untuk semakin maju.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah dukungan dari masyarakat Humbang Hasundutan dalam setiap program yang dikerjakan atau akan dikerjakan, karena rakyat lah yang berdaulat. Motor penggerak dalam roda pemerintahan ini juga ialah setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan pemerintahan Kabupaten Humbang Hasundutan dan segenap unsur pemerintah dalam lingkupnya.

Artinya, singkronisasi baik pemeritah dengan masyarakat itu sebagai pondasi inti yang harus terus menerus di pupuk kebersamaanya. Lintas sektoral, dan jiwa kebersamaan bahkan anak rantau yang turut berparsisipasi membangun Humbang Hasundutan pun, sangat tidak kalah pentingnya agar bersama membangun Humbang Hasundutan Hebat.

Lewat program yang terukur, dan kerja keras tanpa memandang suka atau tidak suka dalam setia jabatan strategis tapi lewat uji kualitas yang teruji itu sangat penting.

Sekali lagi, membangun Humbang Hasundutan yang HEBAT harus didukung berbagai lapisan kerjasama yang sinergis dan partisipasi segenap pihak terkait sebagai stakeholder, di harapkan dapat lebih meningkatkan produktifitas dengan memamfaatkan potensi yang ada secara optimal, meningkatkan kapasitas dan kemandirian daerah dukungan pemerintah pusat penting untuk membawa masyarakat semakin memiliki kemampuan menuju kesejahteraan yang hakiki.

Bergandengan tangan mendukung dan berpartisipasi membangun Humbang Hasundutan sebagai titipan Tuhan itu adalah yang utama. Jayalah Humbahas dan Selamat Hari Jadi Humbang Hasundutan yang ke -16 Tahun. Tuhan Memberkati.***
 

Penulis: Abed Ritonga (Wartawan Pelitabatak.com)

  BeritaTerkait
  • Akhirnya Bupati Humbahas Sampaikan Nota Pengantar RPJMD Tahun 2016-2021

    2 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE sampaikan nota pengantar atas Ranperda Kabupaten Humbang Hasundutan tentang perubahan atas Peraturan Daerah nomor 2 tahun 2016 tentan

  • Bangun Hotmix 8 Km, Masyarakat Pakkat Sampaikan Ucapan Terima Kasih Kepada Bupati Humbahas

    2 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Masyarakat Desa Lumban Tonga-tonga, Desa Sijarango I dan Desa Sijarango Kecamatan Pakkat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Humbang Hasundutan atas terwujudnya

  • Bupati Humbahas:Jambore Kader PKK Harus Dapat Membawa Perubahan Bagi Masyarakat

    2 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE diwakili Plt Asisten Administrasi dan Kesra Drs AP Marbun membuka kegiatan jambore kader PKK tahun 2017 yang diselenggarakan di Aula H

  • Bupati Humbahas Ajak TP PKK Berperan Aktif Mensukseskan Penanaman Jagung

    2 tahun lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak): Tahun 2018 ini Kabupaten Humbang Hasundutan mendapat kepercayaan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan pembudidayaan jagung seluas 20.000 hektare. Ini menjadi tugas uta

  • Wakil Bupati Humbahas, Serahkan Sapi Belgian Blue dari Kementerian Pertanian

    3 bulan lalu

    Doloksanggul (Pelita Batak):Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan BPTU-HPT (Balai Pembibitan Ternak Unggul - Hijauan Pakan Ternak) Sembawa Pelembang Sumatera Selatan Kementerian Pertanian telah mengir

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb