KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 27 Juli 2019 11:18:00

Kemenag Humbahas Gelar Dialog Lintas Agama

BAGIKAN:
Ist
Foto bersama
Doloksanggul (Pelita Batak): Menjaga serta memelihara kondusifitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Kementrian Agama melalui Kantor Kemenag Humbahas gelar dialog lintas agama bertempat di Aula Kantor Camat Dolok Sanggul, Kamis (25/7/2019).

Dialog lintas agama tadi menghadirkan para tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Unsur Pemerintah dari Pemda Humbahas, Pers dan, TNI/Polri.

Kepala Kemenag Humbahas, Drs Safaruddin dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa kekondusifan suatu daerah harus tetap terjaga demi keutuhan NKRI. Karena saat ini, khususnya kota besar yang masyarakatnya heterogen, kerap melihat perbedaan dari sisi agama, suku, adat dan budaya. Tapi kita tidak tahu, bahwa perbedaan itu adalah ciptaan Tuhan agar kita hidup perdampingan dengan nyaman dan aman.

Menurut Safaruddin, bahwa dialog antar agama dan lintas masyarakat sangat perlu dilakukan. Sebab dengan dialog itu dapat bertukar pikiran dan merubah perbedaan menjadi warisan untuk menjaga keutuhan. 

"Kita akui, sejauh ini kekondusifan di Humbahas masih terpelihara dengan baik. Sebab masyarakatnya masih mayoritas serumpun. Meski masyarakat dibedakan aliran agama namun hal itu tidak menjadi sekat pemisah antara satu dengan lainnya," katanya.

Mantan Kepala Kemenag Tebingtinggi itu mengatakan, menjaga kekondusifan, kita tidak bisa duduk tenang dan bersantai saja. Kekondusifan itu bisa saja tersulut bila tidak dijaga dan dipelihara secara bersama.

Kerukunan umat beragama juga tidak semata-mata dipikul oleh pemerintah namun umat beragama itu sendiri, para tokoh agama dan semua elemen masyarakat. Sehingga, dalam hal ini diperlukan dialog, duduk bersama menata heterogen menjadi modal kekuatan bukan perpecahan kekondusifan bisa terjaga bila kita bisa saling menerima perbedaan karena perbedaan adalah keniscayaan.

Sementara, Bripka Rikardo H Sibarani dari Satuan Binmas Polres Humbahas menyampaikan, bahwa terganggunya kekondusifan karena perbedaan agama. 

Tergangunya kekondusifan juga kerap terjebak dalam penggunaan IT dan media sosial yang tidak bijak yang diperparah penyampaian berita bohong (hoax). "Hoax sudah ada sejak 1946. Hoax kini lebih parah dari perang bahkan nuklir, sehingga hoax perlu kita perangi bersama karena dapat mengganggu kondusifitas NKR.

Sebelumnya, camat Dolok Sanggul, Pardomuan Manullang mengaku mengapresiasi kegiatan dialog lintas agamabyang dilaksanakn oleh Kemenag Humbahas. Dia berharap kegiatan ini rutin dilakukan sehingga menyentuh semua elemen masyarakat. 

Menurutnya, bahwa pelaksanaan kekondusfian tidak cukup hanya pemerintah. Tidak boleh bertepuk sebelah tangan. Namun harus satu derap langkah. 
"Melalui kegiatan ini akan ada sesuatu program yang lebih baik demi keutuhan NKRI secara umum," tandasnya. (Tim)
  BeritaTerkait
  • Akhyar Nasution : Cintailah Rumah Ibadah Kita, Tetap Hormati Rumah Ibadah Agama Lain

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ajakan tersebut disampaikan Wakil Walikota Medan Ir. Akhyar Nasution, M.Si ketika membuka silaturahmi Para Tokoh Agama Kota Medan serta sharing mengenai penghayatan dan per

  • Opick Ajak Dzikir dan Doa Bersama Puluhan Ribu Masyarakat Tabagsel

    2 tahun lalu

    Padangsidempuan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bersama Kapolda Sumut Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel menghadiri acara Dzikir dan Tabligh Akbar masyarakat Tapanuli Ba

  • Dialog Kerukunan Lintas Guru Agama : Guru Agama Adalah Pewaris Nabi

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Keragaman suku, budaya, ras dan agama menjadikan Kota Medan sebagai kota majemuk. Karena kemajemukan tersebut sebagai warga kota yang baik seharusnya memiliki sikap  bertoler

  • Ciptakan Medan Aman dan Kondusif Melalui Dialog Guru, Penyuluh dan Tokoh Lintas Agama

    3 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi membuka Dialog Guru dan Penyuluh Serta Tokoh Lintas Agama di Hotel Emerald Garden, Jalan KL Yos Sudarso Medan, Jumat (17/5). Tujuan

  • Wapres Buka Musyawarah Masyarakat Adat Batak 2016

    3 tahun lalu

    Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) mengatakan, perbedaan suku, adat istiadat dan agama justeru membuat Indonesia kuat. Perbedaan tersebut juga merupakan kekayaan khazanah bangsa yang tidak dimiliki bangsa lain.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb