• Home
  • Budaya
  • Warga HKBP Harus Mangaplikasikan Firman Tuhan dalam Keluarga yang Berbudaya
Jumat, 20 Mei 2016 22:23:00

Warga HKBP Harus Mangaplikasikan Firman Tuhan dalam Keluarga yang Berbudaya

BAGIKAN:
Ketua Umum Panitia Ir JB Siringoringo bersama panitia lainnya

Medan (Pelita Batak)
Panitia Tahun Keluarga HKBP Distrik X Medan Aceh akan menggelar Seminar Budaya, Sabtu (21/5/2016) di HDTI Convention Hall Medan. Seminar ini merupakan rangkaian kegiatan yang digelar setelah pelaksanaan Paskah Raya pada Senin 29 Maret 2016. Selanjutnya panitia akan mengadakan vestifal koor dan ibadah puncak.

Dalam seminar ini, akan menghadirkan Ompui Ephorus HKBP Pdt Willem TP Simarmata MA sebagai keynote speaker, para pembicara Prof Posman Sibuea selaku Ketua Lembaga Kajian Budaya Batak HKBP dan Guru Besar Tetap Unika Santo Thomas Medan. Prof Dr Hotman Siahaan, dan P Dr Togar Nainggolan (Lulusan Antropologi Budaya, Redboud University of Nijmegan, The Nederlands).

Seminar ini menjadi penting bagi para pelayan di gereja seperti Pendeta Resort, Pendeta Huria, Panitia Tahun Keluarga (Ketua, Sekretaris, Bendahara), Seksi Parompuan, Seksi Ama, Seksi Pemuda dan Tokoh dari ruas karena menjadi pembekalan untuk menularkan keluarga yang sesuai dengan firman Tuhan sebagaimana tema Tahun Keluarga HKBP, 'Keluarga yang beribadah kepada Allah' (Yos 24:15c). Demikian disampaikan Ketua Umum Panitia Tahun Keluarga Distrik X Medan Aceh Ir JB Siringoringo didampingi, Koordinator Seksi Seminar Prof Posman Sibuea, Bendahara JP Hutagalung, Wakil Bendahara St Rudyanto Simanjuntak, dan Wakil Sekretaris St Drs J Situmorang STh di Medan, Kamis (19/5/2016).

Dijelaskan, generasi milenial—disebut juga generasi Y—  yang lahir pada  1980-1999 ialah masyarakat yang memiliki ciri berpikir strategis, inspiratif, inovatif, energik, antusias dan fasih mengadopsi teknologi digital (digital natives) dalam beragam aspek kehidupan sehingga diprediksi menjadi pemimpin yang kuat di masa datang. Mereka lahir di era teknologi informasi yang sudah sangat maju sehingga akses terhadap segala macam medial sosial bisa dijelajah, diunggah, dan diunduh  dengan sangat cepat. Bagi mereka, dunia benar-benar bukan selebar daun kelor lagi tetapi meluas, terkoneksi, tergantung, dan bahkan terintegrasi dengan masyarakat dunia.  "Terkoneksi antara satu bangsa dengan bangsa lainnya secara cepat dan terbuka menjadi era dimulainya globalisasi dan bagi sebagian orang dipandang membawa berbagai dampak negatif terhadap eksistensi dan ketahanan unsur-unsur kebudayaan di Indonesia. Jika kita merumuskan pengertian kebudayaan secara luas, yakni apa saja yang dipikirkan dan dilakukan oleh manusia termasuk segala peralatan yang digunakannya, teknologi ialah anak kandung kebudayaan, selain perangkat budaya yang lain, seperti sains, seni, filsafat,arsitektur dan sistem nilai," jelasnya.

Teknologi yang dilahirkan dari rahim kebudayaan itu memberi dampak yang besar terhadap kebudayaan itu sendiri. Sayangnya, ketika kebudayaan Jepang, Korea, atau Tiongkok sudah go international, pemerintah masih sibuk membongkar pasang kembali dan  menautkan kebudayaan pada pendidikan dasar dan menengah. Masalah jual-beli karya ilmiah, ijazah palsu, perguruan tinggi abal-abal dan minimnya riset, seolah-olah tak ada hubungannya dengan budaya ilmiah. Seolah-olah krisis pangan, krisis air dan matinya ribuan ton ikan di danau toba baru-baru ini tidak ada kaitannya dengan budaya sadar lingkungan hidup. Seolah-olah juga kebiasaan melawan arus dalam berkendaraan dan maraknya pelanggaran berlalu lintas tak ada hubungan dengan budaya tertib. Kebudayaan seringkali hanya dilihat sebagai peninggalan berharga (artefak) yang harus diselamatkan dan dipelihara.

"Akan dibahas tuntas dalam seminar, dan akan memberikan pengetahuan tentang menyiapkan generasi muda gereja menghadapi eraglobalisasi," kata Ketua Seksi Ama HKBP Medan Sudirman ini.

Alasan itulah, peserta seminar yang disebutkan tersebut menjadi embrio menularkan nilai-nilai alkitabiah di lingkungan keluarga. Jadi, seminar ini sebagai wadah pembekalan bagi mereka yang menjadi cantolan dan tauladan di tengah gereja HKBP. Seminar akan dimulai pada pukul 08.00 WIB, diawali dengan kebaktian pembuka. (TAp/rel)

  BeritaTerkait
  • Ini Pendapat Ephorus Emeritus HKBP Pdt JR Hutauruk tentang Pdt Robinson Butarbutar

    tahun lalu

    Sipoholon (Pelita Batak) :<br></br> Emeritus Ephorus HKBP (Periode 1998-2004) Pdt Dr JR Hutauruk meminta kepada seluruh warga jemaat dan para calon untuk tetap menjaga semangat kedamaian serta persatuan HKBP dalam melaksanakan Sinode Godang d

  • Dr RE Nainggolan dan Pdt WTP Simarmata Narasumber Pertemuan Kaum Bapak PGI-D Medan

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM dan Ephorus (emeritus) HKBP Pdt WTP Simarmata,MA menjadi narasumber dalam Pertemuan Kaum Bapak yang diselenggarakan oleh PGI Daerah Kota Medan, Sabtu (17/12/2016), d

  • Pendeta Martin Resmikan Pos Pelayanan HKBP Putri Deli

    tahun lalu

    Pendeta Resort HKBP Medan Johor Pdt Martin Manullang STh MMin, meresmikan Pos Pelayanan Putri Deli HKBP Resort Medan Johor di Komplek Perumahan Putri Deli Jalan Mamasuka Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang, tepatnya di Rumah St Drs Sabar Menanti

  • St Drs Jonter Situmorang STh: Pemimpin HKBP ke Depan Diharapkan Kuat dan Terpercaya

    tahun lalu

    Medan (Pelita Bata) :<br></br> Sosok yang 'kuat dan terpercaya' menjadi sosok yang pantas memimpin HKBP ke depan. Kriteria ini perlu untuk mengembalikan kepercayaan seluruh jemaat HKBP yang belakangan ini semakin tergerus akibat ad

  • Bangun Persaudaraan, Kebersamaan dan Rasa Kasih Melalui Natal

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Ribuan umat Kristiani dari seluruh penjuru Kota Medan menghadiri perayaan Natal Oikumene Kota Medan tahun 2016 di Gedung Medan International Convention Centre (MICC) Jalan Gagak Hitam Ring Road Medan,

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online