• Home
  • Budaya
  • Silahisabungan Arts Festival #2 : Kolaborasi Budaya dan Tamasya Edukasi
Selasa, 18 Juli 2017 11:57:00

Silahisabungan Arts Festival #2 : Kolaborasi Budaya dan Tamasya Edukasi

BAGIKAN:
IST|PELITABATAK
Medan (Pelita Batak) :
Rumah Karya Indonesia melalui Silahisabungan Arts Festival #2 memiliki konsep dan gagasan baru dalam menyediakan liburan seru nan berbudaya di Bukit Baha, Desa Paropo, Kabupaten Dairi. Selain pertunjukan cross culture yang beragam dari empat kebudayaan (Pak-pak, Toba, Karo dan Simalungun), festival ini sarat dan peka akan kelestarian lingkungan.

Pengunjung akan diajak beraksi dalam menanam pohon dan menebar bibit ikan di Danau Toba.

Sebab, festival ini diharapkan mampu mengajak siapapun untuk tidak sekadar menikmati lingkungan namun dapat mengupayakan lingkungan tersebut agar tetap terjaga.

Selain itu, festival ini akan melibatkan anak-anak perkampungan di sepanjang Kecamatan Silahisabungan untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti Lomba mewarnai, menggambar, vokal, dan juga baca puisi.
Keterlibatan anak-anak dalam festival ini sangat dirasa perlu oleh Passiona Sihombing, selaku Manager Festival yang ikut turun dalam Pre event yang diadakan di beberapa tempat seperti : Paropo, Tongging, Silalahi, Sidikalang dan Dairi.

"Anak-anak perlu ditumbuhkan kesadarannya dalam menjaga Danau Toba. Nah kita harus menggunakan kegiatan yang menyenangkan dan membelajarkan dalam memprovokasi mereka untuk cinta terhadap lingkungan," kata Passiona.

Tak luput juga dari perhatian terhadap budaya dan tradisi lokal Silahisabungan, pemuda Paropo akan berkolaborasi untuk menampilkan pertunjukan Opera Batak di panggung Silahisabungan Arts Festival kedua. Bahkan Plot Pematangsiantar akan menampilkan sebuah opera "Perempuan di Pinggir Danau" di panggung tersebut.

Ada juga workshop Batik motif budaya khas Silalahi oleh komunitas Perempuan Hari Ini serta pembuatan handcraft.

Menariknya lagi, pengunjung tidak akan diajak menonton pertunjukan musik dengan cara biasa. Sebab Silahisabungan Arts festival menggelar seribu tenda yang akan diisi dengan biaya 20.000/orang untuk fasilitas yang meliputi Camp ground (belum termasuk tenda), parkir motor/mobil, workshop, panggung budaya dan pemutaran film.

Rumah Karya Indonesia bekerjasama dengan PLN peduli dan BUMN hadir untuk negeri dalam menyukseskan terselenggaranya kegiatan yang akan dirasa memberikan dampak positif bagi Desa-desa di Kecamatan SIlahisabungan kedepannya. (TAp|Rel)

  BeritaTerkait
  • SAFE : Festival Seni Budaya Rasa Tamasya

    5 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Rumah Karya Indonesia kembali melanjutkan'misi'-nya puluhan kilometer, tak jauh dari Kabupaten Karo setelah sebelumnya menggelar Dokan Arts Festival pada 1 2017 lalu. T

  • Ritual Topeng Dalam Seni Pertunjukan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Dalam rangka menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, Rumah Karya Indonesia akan menyelenggarakan Jong Batak Arts Festival #3 2016. Setelah sukses pada tahun 2014 dan 2015, festival ini kembali

  • Silahisabungan Arts Festival ingin ekspos kearifan lokal Tao Silalahi

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Silahisabungan Arts Festival pada 2-4 Desember 2016 mendatang memang dapat dihitung pertama kali, namun kegiatan ini akan di usung sebagai kegiatan yang berkelanjutan. Drs. Passiona M. Sihombing, MBA selaku Direktur acara ini mengung

  • Mewujudkan Tao Silalahi Sebagai Tujuan Wisata Berwawasan Geopark Kaldera Toba

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Silahisabungan Arts Festival berlangsung selama tiga hari, Jum’at-Minggu/ 2-4 Desember 2016.Kegiatan seni budaya berbasis kearifan local wilayah Tao Silalahi ini di

  • Pre Event Silahisabungan Arts Festival #2 digelar di Paropo

    7 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Danau Toba bukan hanya Parapat dan Samosir saja, namun Tao Silalahi yang memiliki situs sejarah dan kebudayaan Raja Silahisabungan perlu dipromosikan sebagai kawasan Geopar

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online