• Home
  • Budaya
  • Sihar Puji Penenun Ulos yang Berperan Dalam Mempertahankan Budaya
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 22 Maret 2018 11:25:00

Sihar Puji Penenun Ulos yang Berperan Dalam Mempertahankan Budaya

BAGIKAN:
ist|Pelitabatak
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus mencoba alat tenun tradisional dalam kunjungannya ke pabrik tenun romauli, Siantar, Rabu (21/3/18).
Siantar (Pelita Batak) :
Pertemuan dengan Perempuan bernama Mercyana Nainggolan merupakan hal yang spesial bagi Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumatera Utara (Sumut) Sihar Sitorus. Dari wanita penenun ulos itu, Sihar mendapatkan pengetahuan baru yang berharga mengenai ulos.

Perempuan penenun yang disapa Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sihar Sitorus di pertenunan Romiduk di Jalan Mual Nauli III, No. 1, Siopat Suhu, Pematang Siantar menjelaskan kepada pasangan Djarot Saiful Hidayat itu bertenun itu merupakan hal yang sangat nikmat.

Karena baginya, selain menambah pendapatan secara ekonomi, mereka juga melanjutkan kelestarian kearifan lokal. Khususnya dari sudut pengembangan ekonomi kreatif yang menunjukkan kelokan.

Dibantu alat tenun bukan mesin bernama kacukcak, perempuan berusia 21 tahun tersebut mampu menghasilkan hingga 20 helai ulos dalam satu bulan. "Menguntai benang itu harus sangat hati-hati pak. Karena benangnya bisa cepat putus. Bapak mau coba," katanya menawarkan kepada Sihar, Rabu (21/3).

Dengan senyuman Sihar menjawab dan langsung menggantikan posisi Mercyana Nainggolan. Tangan Sihar kemudian memegang alat tenun tersebut dan mulai menguntai benang menirukan cara kerja Mercyana Nainggolan di kilang tenun milik K Simbolon tersebut.

"Wah, ternyata tidak mudah. Kita harus memberikan nilai tambah kepada para penenun. Karena mereka sudah mengambil peran dalam mempertahankan budaya dengan cara yang tidak mudah," kata Sihar kepada Mercyana Nainggolan.

Sihar mengatakan, jika ulos punah maka akan ada nilai filosofi yang hilang juga. Karena itu, harus diberikan jaminan kepada penenun agar terus berkarya dengan memberikan nilai tambah kepada penenun.

"Salah satu solusinya lewat pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) berbasis industri kreatif," ujarnya.

Pengusaha yang mendampingi Sihar Sitorus, Mangapul Simbolon mengatakan, ulos yang mereka tenun umumnya di gunakan untuk acara adat Batak. Ulos itu ditenun memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun saat ini, persaingan usaha sangat tinggi. Bukan hanya sesama penenun, persaingan dengan pabrikasi pun sudah mulai terjadi dan dikawatirkan akan berdampak pada punahnya tenunan bukan mesin.
Lelaki yang juga ketua The Lover's relawan untuk Djoss itu mengatakan, kedepan pemerintah harus mengambil peran dalam pengembangan ulos. (TAp)
  BeritaTerkait
  • GKR Hemas : Pengakuan Internasional untuk Ulos Sangat Penting

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ulos sebagai kain tenun yang memiliki makna khusus bagi kehidupan masyarakat Batak, dinilai perlu untuk dilestarikan bukan saja sebagai daya tarik pariwisata, melainkan ada nilai yang terkandung di dalamnya.

  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    2 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Ribuan Objek Wisata di Danau Toba, Perlu Diinventarisasi dan Disosialisasikan

    tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):  "Setidaknya ada seribu tempat wisata yang bisa kita temukan di Kawasan Danau Toba," demikian pernyataan Mardi F.N. Sinaga (Mantan Ketua Umum Gerakan Cinta Dan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet