• Home
  • Budaya
  • Panitia Hari Ulos Sowan ke Rumdis Wali Kota Medan
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 14 Juli 2016 10:10:00

Peringatan Hari Ulos

Panitia Hari Ulos Sowan ke Rumdis Wali Kota Medan

BAGIKAN:
Pembina Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos RAY Sinambela bersalaman dengan Wali Kota Medan Dzulmi Eldin disaksikan Ketua Umum Panitia Hari Ulos Enni Martalena Pasaribu SH saat beraudiensi di Rumah Dinas Wali Kota Jl Sudirman Medan, Rabu (13/7/2016).

Medan (Pelita Batak)
Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos yang menjadi panitia Pelaksana Peringatan Hari Ulos ke II Tahun 2016 sowan ke Rumah Dinas Wali Kota Jl Sudirman Medan, Rabu (13/7/2016). Wali Kota Medan Drs Dzulmi Eldin menyambut baik rencana dan panitia dalam upaya melestarikan budaya yang menjadi kekayaan Sumut.

Ketua Umum Panitia Enni Martalena Pasaribu menjelaskan bahwa pada 17 Oktober 2014 pemerintah telah menetapkan ulos sebagai warisan budaya tak benda nasional. Di tahun 2015 telah dilaksanakan peringatan hari ulos pertama di Jl Sei Galang Medan. Pengesahan dari pemerintah tersebut panitia berharap pemerintah menetapkan 17 Oktober jadi kalender nasional sebagai hari ulos. "Kita juga akan terus mendorong, agar ke depan ulos menjadi warisan budaya dunia yang terdaftar di UNESCO," katanya.

Juga hadir Pembina Panitia RAY Sinambela, Jimmy Siahaan, Ketua 1 Suryani Siahaan, Ketua 2 Rismaria Hutabarat Sekretaris Umum, Inong Hanna Simbolon ST, MM, Sekretaris 1, Ir Susilo Karunianingsih, Bendahara Umum, Vera Pasaribu, Bendahara 1, Royana Marpaung SE, Bendahara 2, Sarma Sianipar, KaBid Humas, Jhony Siahaan dan Adol Frian Rumaijuk, STP. Turut mendampingi Wali Kota Asisten Umum Musadad, Kadisnaker Armansyah, dan Kadisbudpar.

Ditambahkan Enni, panitia akan menyelenggarakan sejumlah kegiatan diantaranya seminar tentang ulos, pameran ulos, pemilihan duta ulos, pameran martonun dan yang lainnya. Seminar akan mengusung tema "Ulos nantuari, sadari on, dohot ulos haduan (ulos masa lalu, masa kini dan ulos masa depan)".

Ulos dalam kehidupan masyarakat Batak memiliki nilai falsafah yang tertuang dalam dalihan natolu. Ulos juga menjadi identitas sebagai estetika, dinamika. "Ulos tidak terlepas dari kehidupan orang Batak, sejak dia dalam kandungan hingga meninggal dunia," katanya.

Untuk itulah, Enni dan segenap panitia meminta dukungan Wali Kota dan pemerintah Kota Medan. Dan nantinya dalam acara puncak akan mengundang dan melibatkan seluruh kabupaten kota yang ada di Sumut. Khususnya seluruh puak Batak yang memiliki kain tenun masing-masing akan turut dipamerkan.

Menanggapi rencana Panitia, Wali Kota menilai momentum ini sangat baik untuk mengangkat nilai-nilai kebudayaan yang menjadi kekayaan budaya. Termasuk untuk mendorong ekonomi kerakyatan para pengrajin ulos. "Selama ini, pengrajin ulos terabaikan. Sehingga mereka tidak terdorong untuk meningkatkan potensi yang ada sesungguhnya," kata Eldin.

Ia juga berharap agar melalui kegiatan ini mendorong pemerintah menetapkan 17 Oktober sebagai kalender nasional. Namun Eldin berharap momentum perayaan yang dilaksanakan akan menjalin kebersamaan di seluruh elemen. "Harus ada kelembagaan yang mengurusinya. Jadi tidak ada nanti klaim mengklaim, saya bisa membuat dan sebagainya," katanya.

Eldin juga menyatakan dukungannya untuk menyukseskan acara ini. "Silahkan nanti berkoordinasi dengan dinas pariwisata, apa yang bisa kita bantu," katanya. Ditambahkannya, keseriusan masyarakat Sumut dalam melestarikan budaya leluhurnya harus dihargai pemerintah bahkan dunia. Bagaimana dahulu leluhur kita ikhlas melakukannya dan penuh makna. "Semuanya jangan saling tarik menarik kepentingan. Kita berharap ulos ini semakin mendunia," katanya. Ia juga sepakat jika ulos memberikan dampak peningkatan ekonomi terhadap masyarakat pengrajin ulos. (Tap/rel)

  BeritaTerkait
  • Jika Ingin Go UNESCO, Ulos Harus Menjadi 'Ulos Indonesia'

    3 tahun lalu

    Pengajuan ulos sebagai warisan budaya tak benda menjadi warisan budaya internasional atau dunia harus pertama sekali ulos menjadi milik Indonesia. Tidak lagi disebut sebagai ulos batak atau yang lainnya, melainkan menjadi 'ulos Indonesia'.

  • Perlu 'Marsirippa' Mewujudkan Ulos Sebagai Warisan Budaya Dunia

    3 tahun lalu

    Sebuah bangsa yang mandiri adalah bangsa yang berbudaya dan budayanya itu mengakar dalam pribadi masyarakatnya. Namun kepemilikan budaya yang

  • Pemprov Sumut Diminta Segera Ambil Alih Lahan di Bandung

    3 tahun lalu

    Santer disorot publik Sumut kini adalah adanya tanah seluas 3.000 meter persegi, di jalan Batu Tulis III, Kelurahan Batu Nunggal, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, yang terdaftar sebagai aset pemerintah provinsi Sumut. Terkait tanah ini, Komisi C menda

  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    3 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Kopi Sidikalang Dipamerkan di MICF 2016

    3 tahun lalu

    Diungkapkan Akhyar, Indonesia merupakan negara terbesar ketiga penghasil kopi di dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton per-tahun (8,9 %) Dari produksi kopi dunia. Saat ini ada 11 kopi Indonesia yang telah mempunya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb