• Home
  • Budaya
  • Ketua DPRD Medan Dukung Penetapan Hari Ulos Nasional
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 19 Juli 2016 10:54:00

Ketua DPRD Medan Dukung Penetapan Hari Ulos Nasional

BAGIKAN:
Istimewa
Ketua DPRD Kota Medan Henry Jhon Hutagalung foto bersama dengan Panitia Hari Ulos Tahun 2016 usai berdiskusi di ruangan Ketua DPRD Kota Medan, Senin (18/7/2016).

Medan (Pelita Batak)

Ketua DPRD Kota Medan, Henry Jhon Hutagalung menyatakan dukungannya untuk penetapan hari ulos, 17 Oktober, menjadi kalender tahunan. Warisan budaya yang dimiliki bangsa ini, khususnya Sumatera Utara perlu mendapat pengakuan dan perlindungan serta pelestarian sehingga tidak akan hilang begitu saja atau diklaim bangsa lain.

Dukungan itu dinyatakan Henry saat menerima audiensi Panitia Hari Ulos Tahun 2016 di ruang kerjanya, Senin (18/7/2016). Dengan tegas ia menyatakan, bukan saja Ulos juga warisan budaya lainnnya. "Apalagi setelah adanya sertifikasi ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari pemerintah pada tahun 2014, ini menjadi hal yang penting untuk pelestarian ulos ke depan," katanya dihadapan Ketua Panitia Hari Ulos Enni Martalena Pasaribu yang juga hadir Pembina Panitia RAY Sinambela, dan panitia lainnya.

Ulos, lanjut Henry, bukan saja mengandung nilai budaya. Melainkan dalam proses pembuatan ulos secara fisik melalui berbagai proses dan melibatkan berbagai pihak. Bisa juga ditinjau dari segi proses ekonomi sosial masyarakat. Sejak dahulu, pengrajin ulos (partonun) telah menggantungkan hidupnya dengan memproduksi ulos, sementara akhir-akhir ini kondisi ini semakin memprihatinkan.

Jadi sangat tepat menurut Henry, agar perlindungan terhadap ulos yang merupakan warisan budaya leluhur, juga mampu menjadi bagian kehidupan ekonomi sosial masyarakat pengrajin ulos. Dan ini juga menjadi tanggungjawab pemerintah untuk membinanya, sehingga ekonomi kerakyatan bisa berjalan dengan baik.

Sebelumnya dijelaskan Enni, adanya kerinduan untuk meminta kepada pemerintah menjadikan 17 Oktober sebagai hari ulos, berdasarkan penetapan ulos sebagai warisan budaya tak benda oleh pemerintah pada 17 Oktober 2014. Informasi penetapan ulos sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh pemerintah awalnya diposting budayawan Manguji Nababan di media sosial melalui akunt pribadinya. "Kita langsung merespon dengan menyelenggarakan upacara peringatan hari ulos yang pertama pada 17 Oktober 2015 di Jl Sei Galang, Medan. Acara diadakan sederhana, karena memang masih spontanitas saat itu," ujarnya.

Kemudian, seiring berjalannya waktu, pemikiran yang berkembang dan sumbangsih dari para pecinta ulos di Sumut khususnya maka timbul kesepakatan untuk mengusulkan penetapan hari ulos nasional tersebut. "Agenda selanjutnya, jika pemerintah menyetujuinya, ada harapan kami juga agar ulos bisa terdaftar sebagai warisan budaya dunia yang tercatat di UNESCO," lanjutnya.

Untuk itulah, menurut Enni, perjuangan untuk melestarikan ulos ini dinilai sangat penting. Keterlibatan pemerintah dan para tokoh yang paham akan ulos juga akan menjadi faktor pendorong.

Dalam upaya itu, dalam waktu dekat akan digelar seminar tentang ulos dengan tema 'Ulos Natuari, Ulos Sadarion, Ulos Haduan (Ulos kemarin, ulos hari ini, ulos masa depan)'. Panitia sudah menjajaki untuk mendapatkan para pembicara yang berkompeten membicarakan ulos ini. Termasuk Prof Dr Robert Sibarani Direktur Sekolah Pascasarjana USU. "Kami sudah bertemu Prof Robert, dan meminta saran dan masukan sehingga pelaksanaan smeinar nantinya bisa menghasilkan gagasan yang tepat dan bermanfaat," ujarnya.

(TAp)
 

  BeritaTerkait
  • Anggota DPRD Sumut Philip Nehe Minta Pemprov Jangan Nilai Ulos Hanya Sebagai Seremonial Saja

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut, Philip Perwira Juang Nehe meminta Pemerintah Provinsi Sumut dalam hal ini Dinas pariwisata Sumut serius menanggapi adanya usulan masyarakat untuk mendaftarkan Ulos menjadi warisan

  • Bishop GKPI Resmikan Koordinasi Wilayah VII untuk Dukung Perayaan Natal Nasional di Doloksanggul

    3 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Bishop GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia) Pdt Oloan Pasaribu MTh meresmikan wilayah VII yang meliputi Humbang Hasundutan - Tobasa – Samosir, dan sekaligus m

  • Akhyar Nasution Harapkan Marga Panggabean Dukung Pembangunan Kota

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Wakil Wali Kota Medan Ir Akhyar Nasution Msi, mengharapkan Pomparan Marga Panggabean mendukung pembangunan Kota Medan. Sebab dukungan semua pihak termasuk Marga Panggabean

  • Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos Serta Para Tokoh Bicara Tentang Ulos

    3 tahun lalu

    Ulos semakin santer dibicarakan akhir-akhir ini. Bahkan, sejumlah tokoh masyarakat batak kini sudah sepakat untuk mendaftarkan kain ulos yang secara umum dipahami masyarakat sebagai kain tenun ikatnya masyarakat batak ke lembaga dunia, UNESCO.

  • Jika Ingin Go UNESCO, Ulos Harus Menjadi 'Ulos Indonesia'

    3 tahun lalu

    Pengajuan ulos sebagai warisan budaya tak benda menjadi warisan budaya internasional atau dunia harus pertama sekali ulos menjadi milik Indonesia. Tidak lagi disebut sebagai ulos batak atau yang lainnya, melainkan menjadi 'ulos Indonesia'.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb