• Home
  • Budaya
  • Jika Ingin Go UNESCO, Ulos Harus Menjadi 'Ulos Indonesia'
Rabu, 24 Agustus 2016 14:21:00

Jika Ingin Go UNESCO, Ulos Harus Menjadi 'Ulos Indonesia'

BAGIKAN:
Panitia dan Prof Prudentia foto bersama usai penyerahan cinderamata dari panitia kepada para pembicara/narasumber.
Pelita Batak :

Pengajuan ulos sebagai warisan budaya tak benda menjadi warisan budaya internasional atau dunia harus pertama sekali ulos menjadi milik Indonesia. Tidak lagi disebut sebagai ulos batak atau yang lainnya, melainkan menjadi 'ulos Indonesia'.

Demikian disampaikan Prof Dr Prudentia MPSS dari Ditjen Kebudayaan saat menjadi narasumber dalam seminar nasional Langkah Pengajuan Ulos Menjadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO di Aula Sekolah Pascasarjana USU, Rabu (24/8/2016). Prudentia mengulas tentang syarat dan prosedural yang harus dipenuhi sebelum diajukan ke UNESCO. Kembali ia mengatakab, bahwa perlu adanya kesamaan persepsi dan pemaknaan masyarakat tentang ulos.

"Jadi jangan lagi ada yang menyebut ulos batak, tapi mari menyebutnya ulos Indonesia," katanya.

Turut hadir dalam seminar mewakili gubernur Sumut, Wakil Wali Kota Medan ir Akhyar Nasuion, pakar geopark kaldera Toba Wilmar Simanjorang, Dr RE Nainggolan MM, RAY Sinambela, Anggota DPRD Medan Anton Panggabean SE MSi, tokoh masyarakat Gandi Parapat, Drs Harri Naibaho, MM Sekjen Punguan Pomparan Si Raja Oloan Se-Indonesia, Jadi Pane,SPd, budayawan Manguji Nababan, para panitia Suryani Siahaan, Inong Hanna Simbolon ST MM, ir Susilo Karunianingsih, Vera Pasaribu, Royana Marpaung, Sarma Sianipar, dan humas Adol Frian Rumaijuk STP serta undangan lainnya. Pada seminar ini jua hadir para pembicara Prof Dr Robert Sibarani, MS (Direktur Sekolah Pascasarjana USU), Prof Dr Prudentia, MPSS (dari Ditjen Kebudayaan), Sartika Simamora (Ketua Dekranasda Taput), dan Torang Sitorus (collector).

Setelah pemerintah Indonesia menetapkan Ulos sebagai warisan budaya tak benda sejak 17 Oktober 2014, telag diadakan peringatan hari ulos yang pertama pada 17 Oktober 2015 secara sederhana di Medan. Dalam perayaan tersebut muncul ide untuk meneruskan ulos ke tingkat internasional yaitu menjadi warisan budaya dunia yang terdaftar di UNESCO. "Harapan kita, dengan pengakuan secara internasional akan menambah nilai yang lebih kuat," kata Ketua Panitia Seminar Enni Martalena Pasaribu. (TAp)
  BeritaTerkait
  • RE Nainggolan: Harus Satukan Sikap dan Tekad Agar UNESCO Akui Ulos

    2 tahun lalu

    Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM mengajak seluruh elemen masyarakat menyatukan sikap dan tekad untuk mengajukan ulos sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO. Rencana dan pekerjaan yang mulia, jika masih ada orang maupun kelompok yang mau memperjuangkan

  • Langkah Pengajuan Ulos Menjadi Warisan Budaya Dunia ke UNESCO

    2 tahun lalu

    Pengajuan ulos sebagai warisan budaya tak benda menjadi warisan budaya internasional atau dunia harus pertama sekali ulos menjadi milik Indonesia. Tidak lagi disebut sebagai ulos batak atau yang la

  • Panitia Hari Ulos Berdiskusi dengan Prof Robert Sibarani

    2 tahun lalu

    Prof Dr Robert Sibarani mengapresiasi upaya yang dilakukan Komunitas Pecinta dan Pelestari Ulos untuk mengajukan 'ulos' yang telah menjadi Warisan Budaya tak Benda nasional menjadi warisan budaya dunia yang terdaftar di UNESCO. Menurut Direktur

  • Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto Dorong Ulos Menjadi Warisan Budaya Internasional

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto akan mendorong Ulos yang kini menjadi warisan budaya nasional menjadi warisan budaya internasional. Hal itu disampaikan usia menerima audiens

  • GKR Hemas : Pengakuan Internasional untuk Ulos Sangat Penting

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ulos sebagai kain tenun yang memiliki makna khusus bagi kehidupan masyarakat Batak, dinilai perlu untuk dilestarikan bukan saja sebagai daya tarik pariwisata, melainkan ada nilai yang terkandung di dalamnya.

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet