• Home
  • Budaya
  • Ini Kekuatan Orang Batak Toba Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap
KSP Makmur Mandiri
Senin, 23 Mei 2016 09:09:00

Ini Kekuatan Orang Batak Toba Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap

BAGIKAN:
putrisr.wordpress.com
Orang Batak
Medan (Pelita Batak):
 
Orang Batak Toba memiliki kelebihan-kelebihan. Demikian disampaikan Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap dalam Seminar Tahun Keluarga HKBP Distrik X Medan-Aceh, 21 Mei 2016 di Hotel Danau Toba, Medan. Kelebihan tersebut merupakan kekuatan. Menurutnya ada tujuh kekuatan orang Batak Toba.
 
Pertama, marga. Ikatan kesukuan dibangun melalui marga. Sesama orang Batak Toba yang berkenalan memiliki kebiasaan melakukan ‘Martarombo’ (menelusuri silsilah keturunan) melalui martutur (bahasa Batak Toba). Kebisaan ini adalah menetukan posisi masing-masing pihak dalam struktur hubungan kemargaan. Dengan demikian orang bisa menempatkan posisi dalam struktur sosial Batak Toba, yaitu Dalihan Natolu. 
 
Kedua, dalihan natolu. Arti Dalihan Natolu adalah tungku yang kakinya tiga. Dalam konteks sosial hula-hula misalnya adalah atasan di kantor (yang harus dihormati). Sebaliknya hula-hula harus bisa menjadi teladan dan lebih dahulu harus menunjukkan perhatian dan kasih-sayang untuk mendapatkan penghormatan. Selengkapnya sebagai berikut: Somba marhula-hula (hormat kepada pihak hula-hula), elek marboru (saya kepada pihak boru), dan manat mardongan tubu (harmonis dengan sesama marga). 
 
Ketiga, tujuan hidup orang Batak Toba dipandu oleh nilai hamoraon (kekayaan materi), hagabeon (kekayaan berupa anak laki-laki dan perempuan), dan hasangapon (martabat sosial).  Tandusnya daerah batak karena daerah pegunungan, sementara keluarga Batak Toba termasuk keluarga besar, memaksa orang Batak Toba untuk bekerja keras. Hal ini merupakan mekanisme untuk bertahan hidup. 
 
Kemungkinan lain ialah orang pergi merantau ke luar tanah Batak kalau sudah dewasa. Namun kerja keras sudah menjadi bagian diri mereka karena faktor alam yang miskin. Faktor kerja keras ini dapat menjadi faktor penunjang untuk penguatan karakter bangsa yang kerja keras dan kreatif dalam hidup. 
 
Keempat, salah satu sumbangan civilisasi Batak bagi orang Batak Toba ialah pendidikan, lewat institusi agama Kristen, baik Zending Protestan maupun Misi Katolik. Orang Batak Toba menghargai sangat tinggi ilmu pengetahuan. Banyak orang muda pada umur sangat muda bermigrasi karena melanjutkan sekolah ke kota-kota besar, seperti Medan dan Jakarta. Mereka sadar bahwa melalui pendidikan inilah akan terbuka masa depan yang lebih baik bagi mereka. 
 
Mereka mengatakan bahwa ‘cangkul emas’ adalah pen untuk meningkatkan taraf hidup. Penghargaan tinggi akan ilmu pengetahuan merupakan salah satu faktor kearifan lokal untuk melaksanakan fungsi yang baik dalam hal edukasi. Orang terpelajar akan mempunyai peluang lebih besar dalam penguatan karakter bangsa.  
 
Keenam, setiap ciptaan mempunyai tondi, yang menjamin keberadaannya. Implikasi dari pandangan demikian ialah bahwa warga masyarakat sebagai insan pemelihara ciptaan berkewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan. Danau Toba dan sekitarnya harus dijaga keindahan dan kebersihannya sehingga orang Batak Toba sungguh bangga dengan daerahnya yang indah. Selain alam yang indah, mereka juga mempunyai kebudayaan yang indah sebagai implementasi dari budaya megalit, yang penginggalannya masih dapat disaksikan hingga sekarang ini. Hal ini perlu dilestarikan sebagai rentetan sejarah yang membentuk kepribadian sukubangsa ini
 
Ketujuh, bakat musik dan bernyanyi. Di Indonesia, orang Batak Toba dikenal sebagai orang yang pandai bernyanyi. Bakat ini tentu tidak muncul begitu saja. Di kampung halaman, banyak anak-anak dan orang tua melantumkan lagu-lagu merdu. Di gereja-gereja mereka suka berkoor. Di kedai tuak orang-orang muda menyambut malam dengan nyanyian-nyanyian yang menyenangkan telinga dan hati. Dalam setiap kesempatan pesta, acara menyanyi tidak pernah ketinggalan. Orang tidak canggung untuk secara spontan tampil bernyanyi. 
 
Seluruh suasana ini membuat orang Batak Toba suka bernyanyi. Orang Batak Toba mempunyai alat musik yang unik dan tidak ada di negara lain. Nyanyian-nyanyian mereka juga sangat unik (Pengamatan sehari-hari di daerah Batak Toba). Hal ini dapat menjadi salah satu kearifan lokal untuk mendukung penguatan karakter bangsa. Lewat syair-syair lagunya orang Batak Toba mewariskan nilai-nilai luhur budayanya. Bagi mereka nyanyian-nyanyian itu bukan hanya hiburan tetapi juga sarana penyampaian nilai-nilai moral.(**) 
 
  BeritaTerkait
  • Ini Tujuh Nilai Budaya Batak Toba sebagai Kearifan Lokal Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Setiap keluarga sebagai anggota masyarakat kiranya perlu menggali dan menghidup nilai-nilai dalam budaya dalam kaitannya dengan sikap hidup dan etika bisnis Bat

  • Marga Merupakan Jaminan Sosial Masyarakat Batak Toba

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Dari mitologi penciptaan diketahui bahwa semua orang Batak berasal dari Si Rajabatak. Si Rajabatak mempunyai dua putra, yaitu Guru Tateabulan dan Raja Isumbaon. Kemudian

  • Ini Dia Enam Jenis Kultur Material Batak Toba

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Bentuk kultur material dari hasil budaya Batak Toba nampak dalam berbagai bentuk, seperti kultur mengalit, ukiran, gorga, tenun ulos, rumah adat, dan lain-lain.

  • Jelang Natal Nasional di Humbahas, Panitia Gelar Sarasehan Kebinekaan Dihadiri Mahfud MD dan SAE Nababan

    2 tahun lalu

    Parapat(Pelita Batak): Dalam rangka Perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional tanggal 26 Desember 2016 di Dolok Sanggul Humbahas. Panitia Natal adakan Sarasehan Nasional dengan topik merawat Kebhinek

  • Toleransi Kekuatan Besar di Tengah Keberagaman

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sumatera Utara (Sumut) bahkan Indonesia dihuni oleh masyarakat yang multi etnis, agama, ras dan budaya. Keberagaman itu sendiri menjadi potensi dan modal besar untuk mencapa

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet