• Home
  • Budaya
  • Hari Ketiga Jong Bataks Festival Arts #3 Angkat Tradisi PakPak dan Simalungun
Jumat, 28 Oktober 2016 05:32:00

Hari Ketiga Jong Bataks Festival Arts #3 Angkat Tradisi PakPak dan Simalungun

BAGIKAN:
Ist
Jong Bataks Festival Arts #3
Medan(Pelita Batak): Setelah mempersembahkan kebudayaan Karo dan Mandailing di hari pertama dan dilanjutkan dengan kebudayaan Toba di hari kedua, maka pada hari ketiga, Kamis  27 OKtober 2016, Jong Bataks Festival Arts #3 mengangkat tradisi Pakpak dan Simalungun di Taman Budaya Medan. 
 
Pada pukul 10.00 WIB, panitia menggelar perlombaan vocal solo tingkat SMA dan dilanjutkan dengan Diskusi bertajuk " Musik, Nasionalisme dan Kenusantaraan" yang dipandu Karmel Simatupang sebagai moderator dengan dua pembicara, yakni Irwansyah Harahap dan Irwansyah Hasibuan. Diskusi ini mengupas eksistensi musik nusantara dalam memotivasi pemuda, khususnya pemuda Batak agar dapat merawat dan melestarikan kebudayaan lokalnya sendiri. Musik yang notabene-nya adalah salah satu produk seni dan kebudayaan diharapkan dapat menjadi 'penyeimbang' dalam lika-liku kehidupan masyarakat Indonesia yang samar-samar identitasnya.
 
"Ketika negeri ini merdeka, kita dilema. Orientasi kita kemana? Barat atau…" Irwansyah Harahap sengaja mengosongkan kalimat berikutnya sebagai isyarat 'terserah' pendengar ingin menjawab apa didalam benak masing-masing. Sebuah refleksi yang disampaikan menjadi pertanyaan berat bagi kemajuan bangsa Indonesia. Baginya, anak muda cenderung menjadi ‘orang lain’ dalam kehidupan berbudaya sekalipun ada kebudayaan yang melekat sebagai sekadar identitas. 
 
"Kehadiran pemuda menjadi sesuatu yang tak terbantahkan, jadi daripada berteriak di jalanan, berkaryalah. " tegas Irwansyah Hasibuan. Baik Irwansyah Harahap maupun Irwansyah Hasibuan mengharapkan agar ada nilai atau etos didalam kebudayaan, sebagai akar peradaban yang kokoh menjadi bangsa yang maju. Keduanya juga mengharapkan pemuda Indonesia untuk menjadi pelopor transformasi. Ia berpandangan bahwa setiap orang memiliki porsi masing-masing, namun menghasilkan karya adalah yang terpenting. 
 
Diskusi ini juga diapresiasi dengan beberapa pertanyaan yang bersumber dari para audience, dilanjutkan dengan launching Buku Hata Ni Debata karya Irwansyah Harahap, Dosen Etnomusikologi USU sekaligus seniman yang berkecimpung dalam grup musik Suarasama. Pada kesempatan sore itu juga, pihak panitia menyerahkan trophy penghargaan kepada kedua pemateri dan moderator yang memandu jalannya kegiatan diskusi. Pada saat yang sama, penampilan teater Yayasan Perguruan Bethany beserta Triadil Saragih dan Anak Sungai Deli dilangsungkan di panggung utama. Kemudian dilanjutkan dengan GPS Band Reage dan The Bamboes. 
 
Kemudian akan dilaksanakan pemutaran film berjudul Sensuality of Folklore karya Roy Manta Sembiring setelah ISHOMA. Film ini menceritakan seorang lelaki yang bekerja untuk mengambil ‘Nira’ atau yang dikenal sebagai minuman berasa manis dari Pohon Aren. Hingga ia bertemu dengan dayang-dayang yang memabukkannya. Film ini mengandung makna reflektif Nira yang didefinisikan sang sutradara sebagai perempuan yang memberikan sensasi kemabukan. 
 
Lalu, dilanjutkan dengan penampilan Poda Band dan Filsafatian di panggung utama pada 19.25-20.15. Setelah itu, Triadil Saragih dan Teater Bethany akan tampil kembali di Gedung Utama pada malam harinya pukul 20.15-21.30. Teater dan penampilan musik tradisional ini akan menampilkan pertunjukan Budaya dan Karo. (R2/rilis)
 
  BeritaTerkait
  • GMC Didong Gayo : Angkat Kebudayaan Gayo Melalui Garapan Musik

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Ada yang unik pada hari ketiga Jong Bataks Festival Arts #3, Kamis 27 Oktober 2016, dimana salah satu grup musik beraliran musik Gayo Aceh dihadirkan untuk menampilkan garapan

  • Ritual Topeng Dalam Seni Pertunjukan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Dalam rangka menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, Rumah Karya Indonesia akan menyelenggarakan Jong Batak Arts Festival #3 2016. Setelah sukses pada tahun 2014 dan 2015, festival ini kembali

  • Jong Bataks Arts Festival #3 : Jelang Kedatangan Gubernur Sumut

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Gelegar Sound yang berasal dari panggung utama Jong Bataks Festival Arts #3 sukses menyedot perhatian pengguna Jalan Perintis Kemerdekaan No.33. Bagaimana tidak, gemuruh musik serta semangat penonton hari perta

  • Dokan Arts Festival #3 : Bersiaplah menjadi saksi Ritual Penusur Sira

    12 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Adat dan Tradisi adalah warisan yang berharga mahal dan tidak dapat dibeli dengan uang atau wujud materi apapun. Jika tidak dilestarikan, maka tamatlah riwayatnya tanpa men

  • Jong Bataks Arts Festival 2017 'Angkat Gong'

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Rumah Karya Indonesia (RKI) kembali akan menggelar Jong Bataks Arts Festival. Kegiatan tahunan ini sebagai bukti eksistensi dan konsistensi dalam pelestarian budaya Indonesia, kh

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet