• Home
  • Budaya
  • Geliatkan Wisata Kota Medan Sekaligus Lestarikan Seni dan Budaya Melayu Melalui Gemes
KSP Makmur Mandiri
Senin, 05 November 2018 09:59:00

Geliatkan Wisata Kota Medan Sekaligus Lestarikan Seni dan Budaya Melayu Melalui Gemes

BAGIKAN:
ist|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Pemko Medan kembli menggelar  pertunjukan seni  dan budaya Melayu terakbar bertitel Gelar Melayu Serumpun (Gemes) di halaman Istana Maimun Medan, Jumat (2/11) malam. Dalam edisi yang ketiga ini, Gemes tampil lebih menarik dan spektakuler sehingga menjadi  satu tontonan yang sangat memuaskan pengunjung.

Di samping aneka seni dan tari Melayu, Gemes semakin menarik dengan mengusung Istana Maimun nan anggun dan megah menjadi latar belakang panggung. Ditambah lagi dengan dukungan lighting yang gemerlap  sehingga membuat unsur orinisinalitas nuanasa Melayu Istana Maimun semakin terlihat mewah dan berkelas.

Tampaknya Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata Kota Medan ingin menjadikan Gemes sebagai salah satu gawean yang akan mampu mengundang wisatawan lokal maupun mancanegara datang mengunjungi Kota Medan. Terbukti gawean ini telah mendapat simpatik dari sejumlah negara serumpun seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darusalam dan Thailand dengan mengirimkan duta seninya untuk mengikuti  Gemes.

Di bawah guyuran hujan, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  resmi membuka Gemes 2018. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gendang yang dilakukan Wali Kota bersama Wail Wali Kota Ii Akhyar Nasution MSi. Setelah itu dilanjutkan dengan Tarian Ahoy sebagai tarian khas Kota Medan. Kemudian disusul tarian klosal Melayu yang dibawakan puluhan penari dari berbagai negara serumpun dan daerah  serta  menjqdikan payung sebagai properti tarian.

Dalam sambutannya, Wali Kota sangat mengapresiasi digelarnya Gemes. Apalagi  khsusus tahun ini, penyelenggara menghias halaman Istana Maimun dengan 428 payung sebagai simbolusia Kota Medan yang saat ini telah memasuki 428 tahun. Kemudian tarian kolosal Melayu yang dibawakan 73 pasang penari sebagai lambing usia kemerdekaan  Indonesia yang ke-73 tahun.

"Keberhasilan merangkul suku Melayu se-kawasan merupakan sebuah prestasi sekaligus bisa menjadi daya tarik wisata bagi Kota Medan. Kita harapkan melalui event ini akan menjadi  wadah melestarikan seni dan budaya Melayu sekaligus mengedukasi masyarakat Kota Medan, khususnya generasi muda dalam memahami kebudayaan dan rumpun Melayu," kata Wali Kota.

Oleh karenanya Wali Kota berharap agar pagelaran ini dapat menjadi salah satu ikon pariwisata di Kota Medan yang dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Apalagi dalam gelerannya tahun ini, Gemes  ditampilkan di Istana Maimun yang merupakan salah satu ikon kebanggaan  Kota Medan. Padahal dalam edisi pertama dan keduanya, Gems selalu dilaksanakan di Lapangan Merdeka Medan.

Selain empat negara serumpun, Gemes 2018 juga diikuti provinsi tetanggan seperti Nanggroe Aceh Darusalam (NAD). DKI Jakarta, Jambi, Bengkulu, Palembang serta Riau. Kemudian sejumlah daerah di Sumut diantaranya Deli Serdang, Serdang Bedagai, Binjai, Tebing Tinggi, Langkat Binjai, Asahan, Batubara, Sibolga, Tanjung Balai, Labuhan Batu Utara dan Kota Medan. Sebagai bentuk ungkapan apresiasi dan terima kasih atas keikutsertaan mereka, Wali Kota pun memberikan cindera mata kepada seluruh perwakilan peserta.

Sedangkan pertunjukan seni dan tari yang ditampilkan diantaranya tari kolosal Melayu, fashion show busana Songket Medan, workshop serta penampilan bersama Tarian Ahoy secara bergantian. "Selain melstarikan seni dan tari Melayu, kita harapkan gelaran Gemes ini mampu mendukung geliat pariwisat di Kota Medan," harap Wali Kota.

Di samping Wali Kota dan Wakil Wali Kota, gelaran Gemes juga dihadiri Konjen Malaysia, unsur Forkominda Kota Medan, Sekda Kota Medan  Ir Wiriya Al Rahman , Raja Muda Deli Tengku Hamdy Osman Deli Khantokoh masyarakat, pimpian OPD di lingkungan Pemko Medan, camat dan lurah.

Pembukaan Gemes 2018 dipungkasi dengan penampilan penyanyi dangdut asal ibukota Nasar. Meski hujan deras mengguyur,  penyanyi jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2014 terus tampil membawakan sejumlah lagu dangdut hits diikuti goyangan pengunjung.

Sebelumnya Kadis Pariwisata Kota Medan Agus Suriono dalam laporannya menjelaskan, tujuan digelarnya Gemes sebagai ajang publikasi dengan promosi guna menarik minat wisatawan lokal maupun mancangera dengan mengusung seni dan budaya Melayu yang memiliki kekuatan sisi geografis dan histori Kota Medan pada masa lampau.

"Di samping itu Seni dan budaya Melayu  kaya akan nilai-nlai moral akan kita tanamkan kepada masyarakat, terutama generasi muda agar mereka memiliki bekal yang cukup untuk memagari diri dari pengaruh negative budaya asing. Selain itu kita juga ingin seni dan budaya Melayu sebagai warisan leluhur harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri," jelas Agus.(H|TAp)
  BeritaTerkait
  • Jadikan Medan Destinasi Wisata Budaya Melalui Gemes 2017

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Dalam upaya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara sekaligus edukasi dan ekplorasi keragaman kesenian dan budaya Melayu sebagai sebuah kearifan lokal

  • Panggung Hiburan Rakyat Kota Medan di Pulau Penang Gaet Perhatian Warga

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan menggelar Panggung Hiburan Rakyat di Jalan Pulau Penang (seputaran Lapangan Merdeka), Sabtu (17/9/2016) malam. Selain menyajikan seni dan aneka tari multi etnis yang ada

  • Dinas Kebudayaan Ajak Pelaku Seni Dukung Pelestarian Tarian Zapin Labuhan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Dinas kebudayaan Kota Medan menggelar workshop dalam rangka pembinaan pelaku seni dan budaya di Kota  Medan, Kamis (13/4/2017). Workshop yang dilaksanakan di Amaliun C

  • Ada Ronggeng Melayu di Panggung PSB

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Panggung Seni Budaya (PSB) yang diusung Dinas Pariwisata Kota Medan untuk mengobati kerinduan masyarakat Kota Medan guna menyaksikan budaya etnisnya sekaligus melestarikann

  • Konvensi DMDI Di Medan Tunjukkan Solidaritas Pada Palestina

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, Presiden DMDI Tan Sri HM Ali Rustam, Ketua Menteri Melaka Datuk Seri

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb