• Home
  • Budaya
  • Dokan Arts Festival #3 : Bersiaplah menjadi saksi Ritual Penusur Sira
Senin, 08 Mei 2017 18:44:00

Dokan Arts Festival #3 : Bersiaplah menjadi saksi Ritual Penusur Sira

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Adat dan Tradisi adalah warisan yang berharga mahal dan tidak dapat dibeli dengan uang atau wujud materi apapun. Jika tidak dilestarikan, maka tamatlah riwayatnya tanpa meninggalkan jejak apapun kepada generasi muda.

Maka, timbullah inisiatif yang tercetus dari generasi muda untuk memaknai, merawat dan menghidupkan tradisi. Dalam penyelenggaraan Dokan Arts Festival #3, tentu bukan suatu hal yang mudah dalam mengadakan ritual tradisi yang sudah lama tidak dilakukan.
Pada kali ketiga ini, tema yang di angkat adalah Tradisi Lisan dan sekaligus menghadirkan sebuah ritual bernama “Penusur Sira” atau menurunkan garam.

Ritual Penusur Sira dalam keyakinan yang disebut ‘Pemena’ tersebut diyakini dapat menerawang hal baik dan buruk. Sira (Garam) yang ada di rumah adat Siwaluh Jabu diyakini masyarakat Dokan adalah jelmaan dari nini si br pakkar.

Menurut beberapa narasumber yang ada di Desa Dokan, sumber garam yang ada di Siwaluh Jabu tidak pernah habis walaupun telah dipakai berkali-kali khusus untuk aktivitas masyarakat setempat. Tradisi kuno tersebut saat ini seakan menjadi kenangan yang tersimpan rapi sebagai kearifan lokal Desa Dokan.

Namun pemilik sira yaitu Ginting Mergana beserta Anak Beru bersedia apabila ritual tersebut dilaksanakan dalam rangka penyelenggaraan Dokan Arts Festival #3. Meskipun konteks zaman kini sudah modern, ritual tetap dijalankan seperti cara pelaksanaan ritual akan tetap dijalankan sebagaimana mestinya.

Panitia Dokan Arts Festival #3 yang diwakili oleh Brevin Tarigan selaku Manajer Festival mengharapkan kehadiran dari seluruh masyarakat, tanpa memandang RAS dan status sosial agar menjadi saksi peradaban masyarakat Karo di Desa Dokan khususnya menyaksikan Ritual Penusur Sira.

Beramai-ramai datang menyaksikan sebuah ritual yang bersifat sakral di suatu daerah tidak semestinya diartikan sebagai tontonan semata, sebab hal tersebut adalah warisan budaya yang patut diapresiasi oleh seluruh magsyarakat.

Selain itu, melalui ritual budaya generasi muda dapat mempelajari nilai-nilai tradisi yang memercikkan rasa cinta akan budaya tersebut sehingga suatu hari seluruh generasi muda dapat ‘menghadiahkannya’ kepada anak cucu sebagai peninggalan paling mahal. Rumah Karya Indonesia bersama-sama dengan masyarakat Tanah Karo, khususnya keluarga besar masyarakat Desa Dokan akan menghadirkan ritual yang disebut “Ritual Penusur Sira” atau secara harfiah berarti Ritual menurunkan garam. Ritual ini akan di adakan pada Kamis, 11 Mei 2017 saat matahari mulai terbit di Desa Dokan, Kecamatan Merek, dalam Dokan Arts Festival #3. (Rel|TAp)

  BeritaTerkait
  • Mendukung Spirit Tradisi Karo dalam Dokan Arts Festival #3

    8 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : Beramai-ramai datang menyaksikan sebuah ritual yang bersifat sakral di suatu daerah tidak semestinya diartikan sebagai tontonan semata, sebab hal tersebut adalah warisan bu

  • Pre Event Dokan Arts Festival #3 di Kabanjahe

    8 bulan lalu

    Kabanjahe (Pelita Batak) : Keseriusan generasi muda Sumatera Utara menjaga kebudayaan tidak diragukan lagi. Sebab, tekad yang bulat tersebut telah tercetus melalui kegiatan ‘Memaknai, Meraw

  • Keren, Anak Sungai Deli Pentaskan Puak Batak

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Belasan anak dengan pakaian adat Tapanuli memasuki panggung Jong Batak Arts Festival 3, di Taman Budaya Sumatera Utara, Medan, Kamis 27 Oktober 2016 lalu. Kehadiran mereka di

  • Ritual Topeng Dalam Seni Pertunjukan

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Dalam rangka menyambut momentum Hari Sumpah Pemuda, Rumah Karya Indonesia akan menyelenggarakan Jong Batak Arts Festival #3 2016. Setelah sukses pada tahun 2014 dan 2015, festival ini kembali

  • Memikat Generasi Muda Lewat Jong Bataks Arts Festival

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Ditengah minimnya ruang ekpresi terkait kegiatan budaya di Sumatera Utara, Jong Bataks Arts Festival lahir dengan warna baru, mengenalkan promosi budaya lewat sebuah panggung kebu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online