Senin, 24 April 2017 10:39:00

Ada Ronggeng Melayu di Panggung PSB

BAGIKAN:
Ist|PelitaBatak

Medan (Pelita Batak) :
Panggung Seni Budaya (PSB) yang diusung Dinas Pariwisata Kota Medan untuk mengobati kerinduan masyarakat Kota Medan guna menyaksikan budaya etnisnya sekaligus melestarikannya, mendapat apresiasi dari masyarakat. Terbukti, seribuan warga dengan penuh antusias menyaksikan pagelaran PSB yang mengusung  seni dan tari dari etnis Melayu di Jalan Pulau Penang, Sabtu (22/4) malam. Apalagi untuk memeriahkan PSB, Ronggeng Melayu pun dihadirkan untuk mengajak para pengunjung untuk berjoget bersama.

Pertunjukan PSB kali ini dibaik dibandingkan tahun lalu. Selain persiapan lebih matang, konsep yang disajikan juga cukup menarik. Meski dikemas sederhana namun nuansa tadisionil sangat kental dalam pertunjukan ini. Tahun lalu, musik yang mengusung PSB dominan peralatan modern seperti band dan organ tunggal (keyboard). Jika pun ada alat musik tradisionil, sifatnya hanya sebagai properti panggung.

Namun untuk pertunjukan seni dan tari etnis Melayu ini, alat musik yang dihadirkan langsung berciri khas Melayu seperti arkodion, gendang dan  biola. Sudah itu pembawa acara pun, acap kali melontarkan pantun yang selama ini memang identik dengan ciri khas masyarakat Melayu. Ditambah lagi dengan para penarinya yang tampil lincah dan gemulai mengikuti lantunan lagu serta irama gendang yang bertalu-talu.

Selain itu PSB yang dihadirikan juga tidak ala kadarnya. Di samping pengjung yang datang di sambut gapura sebagai simbol selamat datang,  pengunjung juga  dimanjakan dengan photo booth  berlatar PSB dan visi Medan Rumah Kita yang dapat digunakan para pengunjung berfoto maupun selfie. Kemudian, pengunjung yang datang dapat memilih aneka kuliner maupun kerajinan tangan hasil para UMKM yang dipajangkan di sejumlah stand.

Agar pertunjukan yang ditampilkan lebih enak dinikmati pengunjung, Dinas Pariwisata juga mencoba menampilkan panggung yang lebih artistik didukung dengan lighting yang menarik. Dengan demikian penyanyi maupun penari yang tampil di atas panggung semakin enak ditonton. Itu sebabnya pengunjung yang hadir tak satu pun beranjak meninggalkan lokasi sampai seluruh rangkaian acara yang disajikan berakhir.

Kesan seremonial tidak ada sedikit pun dalam pertunjuukan PSB kali ini. Begitu Wali kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi tiba di lokasi, pertunjukan yang digelar dalam rangka  untuk mengangkat kembali budaya dan kukltur etnis di Kota Medan ini pun langsung dibuka. Mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan ini langsung  diminta naik ke atas panggung.

Atas prakarsanya menggagas PSB, Wali Kota pun mendapat plakat sebagai Tokoh Inspiratif. Kemudian Wali Kota  diberi dua tawaran, kasih  sambutan atau menyanyi. Ternyata, kedua pilihan itu diterima Wali Kota. Dalam sambutan singkatnya, Wali Kota menyampaikan ucapan terima kasih atas atas

Digealrnya kembali PSB. Sebab, selain ingin melestarikan, juga  ingin menjadikan Medan sebagai kota  tujuan wisata budaya.

“Dengan PSB ini kita harapkan dapat mengangkat kembali seni dan budaya seluruh etnis yang ada di Kota Medan. Kita ingin seluruh warga tahu sehingga mencintai dan melestarikannya. Jika masyarakat kita mencintai dan menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang  ada, insya Allah bangsa ini akan terus kokoh,” kata Wali Kota.

Di samping itu Wali Kota pun ingin para generasi muda mengenal lebih jauh seni dan budaya leluhur mereka melalui PSB ini. Dengan mengenalnya lebih jauh, Eldin yakin para generasi muda akan terpanggil untuk menjaga dan melestarikannya, sehingga warisan leluhur ini tidak akan pernah hilang sampai kapanpun.

Oleh karenanya Wali kota berpesan agar PSB dikemas lebih baik lagi dan melibatkan banyak anak muda kreatif di Kota Medan. Dengan demikian masyarakat akan lebih tertarik dan setiap malam Minggu dipepenuhio pengunjung “Dengan kesibukan menguasai PSB ini, kita harapkan para  generasi muda kita terhindar dari kegiatan negatif seperti narkoba, geng motor maupun kenakalan remaja lainnya,” jelas Dahlia.

Usai memberikan sambutan singkat, Wali kota selanjutnya menyanyikan lagu bergenre Melayu berjudul Semalam Di Malaysia dan mendapat apresiasi dan tepukan tangan dari seluruh pengunjung. Setelah Wali kota turun panggung, pengunjung pun dihibur dengan Pakpong Melayu. Kemudian dilanjutkan dengan lagu Pucuk Pisang, serta disusul dengan Tarian Merajut Jala.

Tarian ini menceritakan tentang harmonisasi para generasi muda yang dilambangkan dengan merajut jala. Tarian Merajut Jalan ini diiringi dengan lagu  Lancang Kuning, sedangkan para penarinya baik perempuan dan laki-laki terlihat sangat kompak membawakan tarian ini. Setelah itu dilanjutnya dengan Ronggeng Melayu, para pengunjung dipersilahkan untuk berjoget bersama dengan para penari.

Selesai Ronggeng Melayu, pengunjung yang masih belum puas berjoget dapat melanjutkannya kembali setelah penyanyi mendengangkan lagu dua lagu berjudul Seroja dan Melenggang Si Tari Lenggang. Sedangkan penutup acara, pengunjung disungguhkan pertunjukan film karya T Amir Hamzah dan film klasik P Ramle.

Plt Kadis Pariwisata Kota Medan, Budi Hariono SSTP MAP mengatakan, PSB akan digelar rutin setiap malam Minggu.Tarian tradisionil dari setiap etnis akan tampil secara begilir diikuti dengan kuliner khas, pameran dan penjualan produk etnik, kumpulan berbagai komunitas  serta pemutaran film atau dulu lazim disebut layar tancap.

Untuk PSB yang mengusung etnis Melayu, Budi mengatakan berisi tarian,lagu produk dan etnik melayu serta Ronggeng Melayu serta pemutaran film karya T Amir Hamzah dan film klasik P Ramlee. “Kita berharap melalui pertunjukan PSB ini, masyarakat, terutama dari etnias Melayu bisa mengenal lebih jauh  seni dan budaya warisan leluhurnya,” jelas Budi.

Ditambahkan Budi, setiap kegiatan yang digelar, mereka akan terus berupaya melakukan inovasi sehingga PSB yang disajikan tidak mononton dan menjadi tontonan menarik bagi masyarakat. “Kita akan terus melakukan koreksi dari pertunjukan yang telah dilakukan. Hal ini penting agar perunjukan selanjutnya lebih menarik lagi, sehingga keinginan Bapak Wali Kota ingin menjadikan Medan sebagai kota tujuan wisata budaya dapat terwujud,” harapnya. (H|TAp)

  BeritaTerkait
  • Kwarcab Pramuka Medan Raih Penghargaan

    12 bulan lalu

    Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Adhiyaksa Dault, memberikan penghargaan berupa anugerah medali melati kepada Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Kota Medan. Ini merupakan penghargaan paling bergengsi. Pasalnya dari 514 Kwarcab se-Indon

  • Panggung Hiburan Rakyat Kota Medan di Pulau Penang Gaet Perhatian Warga

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan menggelar Panggung Hiburan Rakyat di Jalan Pulau Penang (seputaran Lapangan Merdeka), Sabtu (17/9/2016) malam. Selain menyajikan seni dan aneka tari multi etnis yang ada

  • Akhyar Nasution : Wonderful Culinary & Shopping Festival Merupakan Wujud Visi Kota Medan

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) : “Kegiatan Wonderful Culinary & Shopping Festival ini merupakan salah satu dari perwujudan visi Bapak Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi. Yakni ingin mencip

  • Akhyar Nasution Minta Setiap SKPD Dukung Pelaksanaan Panggung Hiburan Rakyat

    11 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pemerintah Kota Medan telah menggelar kegiatan Panggung Hiburan Rakyat sebanyak dua kaali di seputran lapangan Merdeka Medan. 'Pesta rakyat' yang dirancang sedemikian rupa di setiap malam penampilan disuguhkan budaya salah

  • Atraksi Sigale-Gale Pukau Penonton Pekan Seni Budaya Riau 2016

    10 bulan lalu

    Pangkalan Kerinci (Pelita Batak): Pekan Seni dan Budaya Riau Komplek yang digelar di Lapangan Merdeka sejak beberapa hari lalu, terus menyedot perhatian penonton. Budaya Batak, Karo dan Tionghoa ya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online