• Home
  • Artis
  • Keren, Lagu Batak Persembahan Musisi Mancanegara di Samosir Music International 2018
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 26 Agustus 2018 14:47:00

Keren, Lagu Batak Persembahan Musisi Mancanegara di Samosir Music International 2018

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Samosir (Pelita Batak):
Perhelatan Samosir Music International 2018, Sabtu (25/8) malam, layak menjadi inspirasi bagi perhelatan musik lainnya. Sebab, event ini tidak hanya mempertahankan sisi budaya tetapi juga memperkenalkannya ke musisi mancanegara yang menjadi bintang tamu. Caranya, para bintang tamu itu diminta membawakan lagu daerah Batak. Salah satu lagu Batak yang dibawakan malam ini oleh Herman Delago dan kawan-kawan yang berjudul 'Mardua Holong' sukses membuat penonton bernyanyi bersama menikmati iringan band asal Austria ini.

Banyak musisi internasional yang terlibat di acara ini seperti  Kanto asal Jepang, Herman Delago dan Nadine Beiler asal Austria. Ada juga musisi muda asal Indonesia yang lama berdomisili di Belanda, yaitu Bernadeta Astari. Mereka sangat antusias dengan tantangan di acara ini.

Hal tersebut disampaikan Project Manager Samosir Music International Henry Manik. Dijelaskan Henry, sejak awal para musisi ini memang diberitahu untuk membawakan lagu khas Batak.

"Dan setelah kita dengarkan contoh lagu Batak, ternyata mereka sangat antusias. Mereka pun menerima undangan tampil dengan membawakan lagu Batak. Kita juga bawakan alat musik khas Batak untuk mereka berlatih," papar pria asli Samosir yang tinggal di Belanda itu.

Namun, para musisi mancanegara ini diberi kebebasan untuk menyesuaikan lagu daerah dengan gaya mereka sendiri. "Jadi membawakannya dengan genre apa, gaya seperti apa juga terserah mereka. Kita hanya mengarahkan mengenai pengucapan lagu dalam bahasa Batak. Karena itu yang paling menyulitkan para musisi," kata pria berambut gondrong itu.

Henry mencontohkan Nadine Beiler, penyanyi RnB asal Austria. "Nama Nadine sudah dikenal di Eropa. Kualitasnya tidak sembarangan. Dia sejak awal memang antusias membawakan lagu Batak. Karena lagu Batak memang banyak tantangannya," paparnya.

Selain tantangan membawa lagu Batak, tingginya animo masyarakat juga membuat pengisi acara tertarik. Puluhan ribu orang tercatat memadati Open Stage Tuk Tuk Siandong, Samosir. Wisatawan mancanegara juga tampak hadir di lapangan tempat acara ini berlangsung.

Meski harus bernyanyi Batak, Nadine Beiler,Herman Delago, dan Kento, terlihat sangat enjoy. Mereka berkali-kali membuat penonton bergoyang, bahkan melompat lompat mengikuti tempo cepat dari pemusik. Herman Delago pun mengaku senang bisa tampil di Samosir.

"Saya sudah pernah tampil disini, sekarang tampil lagi. Tapi selalu menyenangkan. Karena kalian luar biasa," tutur Herman.

Aksi malam itu ditutup dengan sangat sempurna oleh Viky Sianipar. Tampil dengan lagu-lagu Batak yang diaransemen secara modern, Viky mampu membakar semangat penonton. Disela-sela penampilannya, Viky menyampaikan pesan kepada penonton.

"Samosir luar biasa. Mudah-mudahan Samosir akan lebih maju lagi kedepannya. Dan ingat, jangan pernah menebang pohon," katanya.

Direktur Utama BPODT Arie Prasetyo menilai event ini menjadi momentum yang baik untuk menaikkan pariwisata Danau Toba.

"Sepanjang acara berlangsung malam ini, saya berkesempatan melihat suasana event dari balik panggung utama, saya happy sekali karena penonton ramai dan antusias sekali. Saya rasa ini menjadi momentum yang sangat baik bagi pariwisata Danau Toba khususnya Samosir," tutur Arie Prasetyo. 

Arie juga mengajak masyarakat memberikan apresiasi kepada penyelenggara. Karena, mampu menghadirkan event internasional dengan konsep yang lebih matang dan pengisi acara yang lebih banyak. 

Keseruan yang disajikan Samosir Music International, disambut positif Menteri Pariwisata Arief Yahya. Terlebih, event ini mampu mendorong musisi internasional untuk membawakan lagu Batak.

"Ini cara yang luar biasa. Musisi mancanegara tidak hanya diperkenalkan, tetapi juga diajak membawakan lagu Batak. Bukan tidak mungkin lagu Batak juga dibawakan saat para musisi internasional itu tampil di negaranya sendiri, atau di negara lain," katanya.

Dengan kondisi positif seperti saat ini, atraksi pariwisata di destinasi sudah baik, maka target kunjungan sampai akhir tahun 2019 untuk destinasi Danau Toba yaitu satu juta kunjungan optimis tercapai.

(Divisi Komunikasi Publik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba)
  BeritaTerkait
  • Ini Atraksi Internasional yang akan Tersaji di Danau Toba

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Penguatan atraksi di Danau Toba terus dilakukan. Tujuannya, untuk memikat wisatawan agar terus hadir di salah satu destinasi unggulan Indonesia ini. Terbaru, ada dua atraksi berke

  • SAMOSIR MUSIC INTERNATIONAL| 25 Agustus 2018 di Tuk Tuk Siadong-Samosir

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Event Samosir Music International tahun 2018 merupakan edisi yang ke-4, sejak awal dimulainya event ini, yaitu tahun 2014 dengan menghadirkan 90an musisi orkestra dari Austria ke

  • Samosir Music International Tobatak Festival 2017, Digelar 12 Agustus

    3 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak) : Pagelaran konser musik di Samosir, Danau Toba dengan melibatkan artis dari Eropa, telah berlangsung sebanyak dua kali yaitu Agustus 2014 dan 2016. Dalam setiap pagelarann

  • Samosir Music International Tobatak Festival 2017 Hadirkan Pemusik dan Penyanyi Eropa

    2 tahun lalu

    Samosir(Pelita Batak): Pemusik dan penyanyi Eropa kembali mengisi acara Samosir Music International Tobatak Festival 2017 di Pulau Samosir, 12 Agustus 2017 mendatang. Event ini merupakan bagia

  • Majukan Pariwisata Danau Toba, Samosir Hadirkan Konser Musik Internasional

    2 tahun lalu

    Samosir (Pelita Batak) :Duet artis asal Austria Hermann Delago dan Nadine Beiler membawakan lagu Batak dalam even Samosir Music International yang digelar di Open Air Stage Tuk Tuk Siadong, Sabtu (12/

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb