• Home
  • Artis
  • Bitter Sweet, Berani Tampil Dengan Aliran Indie Rock
Kamis, 04 Mei 2017 08:22:00

Bitter Sweet, Berani Tampil Dengan Aliran Indie Rock

BAGIKAN:
Ist
Bitter Sweet
Laporan Friska Mariaty, Mahasiswa Komunikasi USU
 
Bitter Sweet, sebuah band lokal Medan beraliran indie rock. Mungkin banyak orang di luar sana yang belum mengerti dengan aliran musik seperti ini. Tetapi, bagi Bitter Sweet hal ini menjadi kesempatan mereka untuk menarik para pendengar dengan keunikan aliran musik mereka. 
 
Tidak mudah untuk mencari pendengar di Kota Medan yang menyukai aliran seperti Bitter Sweet. Maka dari itu, para personil ingin membuktikan bahwa aliran-aliran musik seperti itu tidak dipandang sebelah mata. Salah satu pembuktian mereka ialah sering diundangnya Bitter Sweet dari panggung ke panggung, baik itu acara kecil maupun besar. 
 
Memang, butuh waktu untuk mencari pendengar setia, tapi hal tersebut tidak mematahkan semangat mereka. Seperti namanya, Bitter Sweet pasti sudah mengalami pahit manisnya di atas panggung. Belum lagi adanya beberapa band yang mengusung aliran yang sama dengan Bitter Sweet, membuat mereka harus berjuang lebih keras untuk menaikkan nama Bitter Sweet. 
 
Band yang terbentuk pada Juli 2015 ini juga tidak henti-hentinya menciptakan karya asli yang membuat mereka semakin dikenal masyarakat Medan. Enam lagu Bitter Sweet di antaranya This One Pretty Liar, Midnight, Dreptomania, Lost, Pure Love, dan Eastern. Hampir semua lagu tersebut bercerita tentang percintaan remaja. Lagu yang mereka ciptakan pun juga berasal dari pengalaman pribadi masing-masing personil. 
 
Seperti lagu This One Pretty Liar, dari judulnya saja cukup jelas mendeskripsikan sebuah kisah cinta.Lirik yang terdapat di dalamnya merupakan pengalaman pribadi sang vokalis, Ferri. Ia mencurahkan isi hatinya tentang sakit hati seorang pria terhadap perempuan. "Makna dari lagu ini sebenarnya adalah seorang cewek yang suka memberi harapan palsu alias PHP," ujar Ferri. 
 
Sama halnya dengan para personel lain, mereka juga mengartikan lirik tersebut hampir sama dengan Ferri. Untuk lagu Midnightsendiri, Bitter Sweet menjelaskan arti dari liriknya, yaitu seorang pria galau yang bertingkah aneh di suatu bar. 
 
Lagu-lagu yang ditulis oleh Bitter Sweet merupakan bentuk penghargaan mereka terhadap karya anak bangsa, bahwa mereka sebagai pemuda-pemudi bangsa Indonesia juga bisa menciptakan karya yang luar biasa dan meningkatkan kreatifitas dalam bermusik. "Jangan labil, konsisten,berusaha, dan berani tampil beda," pesan Satria kepada teman-teman yang akan memulai suatu karya. 
 
Bitter Sweet tidak tidak takut jika berbeda dengan band-band lain, hal tersebut malah menjadi nilai plus mereka. Untuk kedepannya, band yang mengidolakan Artic Monkeys ini akan membuat projek terbaru yang akan rilis dalam waktu dekat ini.(Friska Mariaty)
  BeritaTerkait
  • Grup Band asal Austria, Tasha Band Tampil di Samosir pada 27 Agustus 2016 Mendatang.

    tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Setelah sukses menggelar konser orkestra Hermann Delago di Tuktuk, Samosir pada 2014 lalu, kembali Henry Manik, pegiat budaya, pariwisata dan musik Batak yang kini berdomis

  • Edward Hutabarat Gelar Fashion Show Unik Bermakna

    10 bulan lalu

    Desainer papan atas Tanah Air Edward Hutabarat mencoba mengingatkan bangsa ini bahwa Indonesia kaya akan warisan budaya dan alam yang memesona. Namun, warisan tersebut kini seolah hanyalah 'sisa-sisa' peradaban karena kurang mendapat apresiasi d

  • Busana Rancangan Rita Maharani di Gebyar Kerajinan Daerah Sumut 2016

    10 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Busana hasil rancangan istri Wali Kota Medan, Hj Rita Maharani Dzulmi Eldin S MSi mengundang decak kagum seribuan pengunjung yang memadati Merdeka Walk ketika menyaksikan pagelaran busana dalam rangka memeriahkan Gebyar Kerajinan Dae

  • Bangunan di Atas Aliran Sungai Bedera Dirubuhkan

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak) :Pemerintah Kota Medan melalui Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan dan Dinas Bina Marga Kota Medan beserta instansi terkait melakukan pembongkaran bangunan dan pengorekan saluran sungai Bedera yang berada dilahan sep

  • Sumpah Pemuda ... Di manakah engkau?

    8 bulan lalu

    Minggu, 28 Oktober 1928. Itu peristiwa... 20 thn setelah sekelompok Priyai ambtenar terpelajar dokter Jawa.. mendengungkan Boedi Utomo.. Mereka sadar.. bahwa untuk menyongsong dan memperjuangkan ke

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. ariewebnet