Senin, 06 Maret 2017 00:28:00

Johannes Leimena 'Pemimpin Sederhana'

BAGIKAN:
ist|Pelita Batak
dr. Johannes Leimena

TEPAT pada 6 Maret 2017, kita mengenang 112 tahun dr. Johannes Leimena. Dokter Johannes Leimena (lahir di Ambon, Maluku, 6 Maret 1905 – meninggal di Jakarta, 29 Maret 1977 pada umur 72 tahun) adalah salah satu pahlawan Indonesia. Mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah Republik Indonesia  di tahun 2010.

Ia merupakan tokoh politik yang paling sering menjabat sebagai menteri kabinet Indonesia dan satu-satunya menteri Indonesia yang menjabat sebagai menteri selama 21 tahun berturut-turut tanpa terputus.

Leimena masuk ke dalam 18 kabinet yang berbeda, sejak Kabinet Sjahrir II (1946) sampai Kabinet Dwikora II (1966), baik sebagai menteri kesehatan, wakil perdana menteri, wakil menteri pertama maupun menteri sosial. Selain itu Leimena juga menyandang pangkat Laksamana Madya (Tituler) di TNI-AL ketika ia menjadi anggota dari KOTI (Komando Operasi Tertinggi) dalam rangka Trikora. Beberapa kali Leimena  dipercayakan sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia oleh Soekarno.

Keprihatinan Leimena atas kurangnya kepedulian sosial umat Kristen kala itu terhadap nasib bangsa merupakan hal utama yang mendorongnya untuk aktif pada "Gerakan Oikumene". Pada tahun 1926 Leimena ditugaskan untuk mempersiapkan Konferensi Pemuda Kristen di Bandung. Konferensi ini adalah perwujudan pertama Organisasi Oikumene di kalangan pemuda Kristen.

Setelah lulus studi kedokteran STOVIA, Leimena terus mengikuti perkembangan Christelijke Studenten Vereeniging op Java (CSV) yang didirikannya saat ia duduk pada tahun ke-4 di bangku kuliah. CSV merupakan cikal bakal berdirinya GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) tahun 1950.

Dengan keaktifannya di Jong Ambon, ia ikut mempersiapkan Kongres Pemuda Indonesia 28 Oktober 1928, yang menghasilkan Sumpah Pemuda.

Kita kenang dr. Johannes Leimena dan harus kita teladani kesedarhanaan beliau, semoga GMKI semakin proaktif dan terdepan dalam kemajuan Bangsa dan Negara ini.

Ut Omnes Unum Sint
(Biarlah Semuanya Menjadi Satu).

Swangro Lumbanbatu, ST.
KOORDINATOR WILAYAH I GMK
I.

  BeritaTerkait
  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Kelima)

    5 bulan lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk5. Refleksi  Pemakaian kata "figur" atau "figuratif" memberikan peluang yang sangat lebar bagi setiap orang yang akan membahasakan atau mengenalkan seperti apa s

  • Salahkah Ahok Dalam Kasus Surat Al Maidah 51

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : <br></br> Kisruh yang menggelayut penduduk DKI Jakarta jelang Pilkada, terlebih dengan munculnya kasus dugaan penghinaan terhadap ayat suci Alquran yang dituduhkan kepada calon Petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    9 bulan lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • FGD FBBI: Pernikahan Adat Batak Antara Momok dan Keharusan

    5 bulan lalu

    Laporan Ronsen LM PasaribuFocus Group Diskusi Forum Bangso Batak Indonesia (FBBI), dalam rangka memperingati HUT FBBI ke III diperingati dengan sederhana, bahkan tak ada persiapan khusus seperti sedia

  • Jamita Evangelium Minggu XVI Dung Trinitatis 1 Oktober 2017, Mateus 21: 23-32 : "Mananda dohot Mangulahon Lomo ni Roha ni Debata"

    3 bulan lalu

    Di sejarah ni hajolmaon na mar-Debata i, sai adong do sian tonga-tonga nasida na dipillit, dipatujolo, dipasangap jala diturgashon gabe angka pangajari, natua-tua tiruan, uluan, nang  angka malim

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2017 Pelita Batak Online