• Home
  • Agama
  • Svara Sacra Choirs Pentaskan Choral Drama "The Story of Buku Ende"
KSP Makmur Mandiri
Sabtu, 22 Oktober 2016 17:41:00

Svara Sacra Choirs Pentaskan Choral Drama "The Story of Buku Ende"

BAGIKAN:
Medan (Pelita Batak) :
Untuk keempat kalinya kelompok Svara Sacra Choirs (SSC) mementaskan pertunjukan seni dengan konsep choral drama. Sebagaimana pertunjukan sebelumnya, ide pembuatan naskah ini bersumber dari Buku Ende. Buku Ende sendiri adalah kumpulan lagu-lagu gereja dalam bahasa Batak Toba yang biasa dilantunkan oleh umat Kristiani, khususnya ketika sedang beribadah. 
 
Buku Ende menjadi perhatian khusus kelompok seni yang dimotori oleh Ir. Donald Tobing & Dr. Victor Lumbanraja MSP, MAP ini.  Sejak berdiri tahun 2013, SSC rutin menggali potensi kreatif demi mengaransemen Buku Ende itu dalam format yang lebih estetis. Karya-karya itu pun sudah ditampilkan di berbagai kota di Indonesia. 
 
Pementasan pertamanya digelar di Tiara Convention Hall Medan 2013 silam. Tahun berikutnya Bandung dan Jakarta. Sedangkan untuk tahun ini, pementasan akan digelar di Plenary Hall, Medan International Convention Center (MICC) 29 Oktober 2016. Pementasan itu mereka beri judul, “The Story of Buku Ende” : Hymns from The Batakland.
 
Naskah pementasan ditulis oleh Rithaony Hutajulu dan Irwasnyah Harahap. Keduanya sekaligus bertindak sebagai co-director dan music director. Sedangkan garapan multimudia designer ditangani oleh penulis dan aktivits film, MJA Nashir. 
 
Dalam siaran persnya, Rithaony Hutajulu menjelaskan pementasan kali ini difokuskan pada penguatan artistis. Di antaranya dengan memperkaya scene-scene pada alur cerita dan ilustrasi visual. Selain itu, hadirnya orkestrasi akustik Barat diharapkan membuka ruang eksplorasi audiotis yang lebih luas. Dengan demikian pesan yang ingin disampaikan mudah diserap penonton dari berbagai latar belakang yang berbeda. 
 
Disebutkannya, pementasan ini sudah disiapkan sejak Februari lalu. Mulai dari rehearshal paduan suara secara intensif sampai penataan ulang tata ruang dan cahaya. Hal-hal menyangkut multimedia juga mendapat perhatian khusus.  
 
Pementasan ini akan melibatkan sekitar 120 orang pemeran. Terdiri dari paduan suara, solis, para pelakon drama dan para musisi tradisional (uning-uningan dan gondang sabangunan) serta kelompok orchestra Barat.   
 
Beberapa musisi yang terlibat pementasan ini antara lain, musisi tradisi legendaris Batak Toba Marsius Sitohang (Si Raja Seruling). Ken Steven (music conductor) lulusan The Asian Institute for Liturgy and Music Philippines. Horas Simangunsong (sebagai choral choach) Tanaka Manalu (sebagai composer/arranger lulusan Institut Seni Jogjakarta). 
 
Diana Tobing (soprano solist) dan Ernest Simatupang (tenor solist). Gok Parasian Malau (pemenang Bintang Radio tingkat Provinsi Sumatera Utara 2013 dan peserta The Voice 2016) dan Niesya Harahap vokalis dan penari muda anggota kelompok Suarasama dan Mataniari yang pernah ikut pentas di New Zealand dan Jerman. 
 
 
Sumber Insipirasi
 
Sebagian besar lagu dalam Buku Ende dibawa oleh misionaris Jerman ke Tanah Batak. Namun tidak sedikit yang bersumber dari lokalitas masyarakat Batak itu sendiri. Kekayaan folklore yang dicipta maupun dipopulerkan Tilhang Gultom itu, ikut memperkaya Buku Ende.
 
Justru hibriditas itu yang membuat Buku Ende menjadi kaya. Baik dari aspek falsafah, budaya, ideologi dan bahasa. Buku Ende dianggap sebagai kumpulan nyanyian yang hidup, selaras dengan perkembangan zaman. Klasifikasi Buku Ende seidaknya memperlihatkan 4 aspek. Pertama, memperkenalkan siapa Allah. Kedua, membuka tabir manusia dalam hubungannya dengan Sang Pencipta.  Ketiga, sifatnya yang menggembalakan setiap orang yang menyanyikannya. Keempat, nyanyiannya yang menyegarkan jiwa manusia. (TAp/Rel) 
 
 
  BeritaTerkait
  • Rayakan Hari Film Nasional, Tiket Bioskop Diskon Rp 30.000

    2 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Tanggal 30 Maret diperingati sebagai Hari Film Nasional (HFN). Setiap tahunnya insan perfilman Indonesia tidak pernah absen merayakan hari paling penting dalam sejarah perfil

  • Ini Dia 10 Film Indonesia Terlaris 2016

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Gairah perfilman Indonesia semakin meningkat. Film-film Indonesia semakin menunjukkan grafik positif di sepanjang tahun 2016 ini. Hal itu terbukti dengan jumlah penonton yang

  • Ini Dia 5 Rumah Terkecil di Dunia

    2 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Di wilayah pusat kota keberadaan rumah dengan ukuran kecil saat ini bisa dijadikan solusi untuk mengatasi permasalahan keterbatasan lahan, fenomena ini ternyata tidak hanya ter

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Ketujuh)

    2 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukIV. Apa Artinya "Pendeta Representasi Figur Kristus"?1. Kemajemukan Jabatan:  Pendeta pada Urutan KeempatJabatan gerejawi di HKBP adalah beragam, bukan manunggal

  • Jamita Evangelium, Minggu XV Dung Trinitatis 24 September 2017: Psalmen 145: 1-8 "Tung So Tardodo do Hatimbulon ni Jahowa"

    2 tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, STT HKBPMolo tatatap sian satelit sipitu koma onom milliar jolma na margulmit di portibion, sian angka huta na metmet situtu sahat tu angka kota na balga situtu, di

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb