• Home
  • Agama
  • Khotbah Natal Pemprovsu, 19 Desember 2018 di Hotel Danau Toba, Medan, pkl 17.00: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30)
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 21 Desember 2018 06:27:00

Khotbah Natal Pemprovsu, 19 Desember 2018 di Hotel Danau Toba, Medan, pkl 17.00: "Yesus Kristus Hikmat Bagi Kita" (1 Korintus 1:30)

BAGIKAN:
Ist
Pdt Dr Robinson Butarbutar
Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP
HP/WA: 0812-62472015

Sub Tema: "Dengan Perayaan Natal Pemprovsu Berhikmat Melayani Masyarakat Menuju Sumut Lebih Bermartabat."

Pengantar
Saudara-saudara komunitas para Abdi Negara di Pemerintahan Propinsi Sumatera Utara, yang sehari-hariannya bangun dari tempat tidur dan bergegas untuk Melayani Masyarakat di Sumatera Utara ini yang, di bawah kepemimpinan Yth dan Yang Kita Banggakan Bapak Gubernur Edy Rahmayady (Letjen Purn) dan Wakilnya Bapak Musa Rajekshah pada tahun 2018-2023 memiliki visi Menuju Sumut Lebih Bermartabat.

Pada saat ini, secara ekonomis seluruh bangsa di dunia ini tak terkecuali bangsa Indonesia tengah berada di dalam satu era yang tidak terbayangkan sebelum seorang Pengusaha bernama Donald J. Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat dua tahun lalu. Era dimaksud disebut era Perang Dagang, yang penampakannya bukan seperti perang bersenjata yang dapat mematikan ratusan ribu malah jutaan manusia, tetapi toh sangat memengaruhi kehidupan banyak bangsa di dunia ini. Bangsa-bangsa yang tidak kuat fundasi ekonominya dan yang dipimpin oleh para pemimpin yang kurang tinggi kehandalannya dalam mengantisipasi, berkreasi dan berinovasi, akan mengalami masa-masa kerugian malah kesengsaraan dan ketidak bermartabatan karenanya.

Propinsi-propinsi di seluruh negara yang tidak dipimpin dan dilayani oleh Abdi Negara yang sanggup mengantisipasi, berkreasi dan berinovasi akan terdampak besar secara negatif. Mengingat dahsyatnya dampak Perang Dagang tersebut terhadap  bangsa-bangsa yang besar yang berperang, seperti China, Amerika Serikat, Rusia, Uni Eropah, dan Canada, tetapi juga termasuk untuk bangsa-bangsa berkembang yang tengah bergerak menjadi bangsa-bangsa maju, seperti Bangsa Indonesia tercinta, apalagi untuk bangsa-bangsa miskin, pada kesempatan pertemuan tingkat tinggi Negara-negara Anggota G-20, China dan Amerika Serikat sepakat menunda pemberlakuan perang dagang itu selama tiga bulan.

Ancaman yang besar yang dimunculkan oleh perang dagang itu menyebabkan Presiden Xi Jinping, pemimpin negara China berpenduduk terbesar di dunia, 1,386 milliard, pada ulang tahun ke-40 Reformasi dan Membuka Dirinya pada tanggal 18 Desember 2018 lalu dengan nada mengingatkan berkata: "No one can dictate China's path" (Tidak ada yang dapat mendikte jalan tapak China.)  Akan terjadi ketegangan luar biasa yang menyebabkan ketidakstabilan ekonomi dan politik secara global.  Oleh karena itulah maka Direktur Manager dari IMF di dalam kuliahnya yang disampaikan pada tanggal 4 Desember 2018 pada Library of Congress of Amerika yang didirikan Mantan Menlu Henry Kissinger pada tahun 2001 itu, suatu forum sangat terhormat yang membahas kebijakan-kebijakan yang berdampak luas pada hubungan luar negeri di antara bangsa-bangsa, memprediksi bahwa akibat ketidakstabilan tersebut maka pada tahun 2019 ekonomi dunia secara global akan melambat, tidak menentu dan dipenuhi ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi menurut dari 3,9% pada tahun 2018 menjadi 3,7 pada tahun 2019. Demikian halnya akibatnya pada peradaban manusia. 

Oleh karena itu, Lagarde menyerukan pentingnya INGENUITY, yang berarti: Suatu kemampuan berfikir secara kreatif tentang begaimana sebuah situasi atau bagaimana memecahkan masalah dengan cara pintar atau bijak atau berhikmat.  Ingenuity kemampuan seseorang untuk memikirkan cara-cara baru melakukan sesuatu.
Bahwa sejarah umat manusia dipenuhi oleh banyak masalah merupakan keniscayaan. Tetapi belum tentu pada satu periode sejarah ada satu atau beberapa anggota dari komunitas tertentu memiliki yang memiliki INGENUITY, Hikmat untuk memecahkan masalah yang dihadapi komunitas itu secara baru. Manusia membutuhkan hikmat. 

Sebagai contoh: Internet sudah mulai beroperasi pada tahun 1969 oleh Departemen Pertahanan Amerika. Tetapi hanya tiga puluh lima tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 4 Pebruari 2004 oleh Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa menengah, Sophomore.  Ia menemukan cara sangat baru untuk mengatasi bagaimana umat manusia dapat berkomunikasi satu sama lain, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Demikian hebat temuannya, sehingga pada saat ini adalah setiap bulannya 2,27 milliard orang, setiap hari 1,15 milliard orang, tingkat kenaikan penggunanya 23 percent setiap tahun.  

Namun sekarang, seperti diungkapkan oleh Prof Yoval Noah Harari pada bukunya terakhir tentang bagaimana menghadapi Era Revolusi Industri ke-4 dengan ciri Aritificial Inteligencenya, berjudul 21 Lessons for the 21-st Century, 21 Pelajaran bagi abad ke-21, terbit 2018, menghadapi ketidakterkaitan di antara dunia On Line dan Offline agar manusia tidak terlalu dikuasai oleh facebook, dunia maya, tetapi toh dapat berhubungan dengan dunia nyata, Mark Zuckenberg dkk masih harus berjuang menemukan invoasi, Ingenuity.

Hal itu terjadi karena tantangan di dunia internet adalah bagaimana mengatasi dipenuhinya internet dengan jutaan orang yang memberi informasi bohong, hoax.
Balik kepada Perang Dagang tadi, Christine Lagarde menyerukan agar di dalam dunia global yang rentan terhadap dampak perang dagang tersebut dan yang masih dikuasai oleh korupsi, dibutuhkan Ingenuitas untuk dapat memecahkan masalah-masalah manusia.  

Kita di Indonesia dan secara khusus lagi di Sumatra Utara yang banyak bergantung kepada Perkebunan di dalam penguatan ekonomi Sumatra Utara juga tengah menghadapi tantangan besar yang diakibatkan rencana Uni Eropa pada tahun 2020 untuk melarang produk minyak kelapa sawit memasuki Eropah. Salah satu cara yang tengah dipikirkan Indonesia menghadapi hal ini adalah menjadikan minyak kelapa sawit menjadi bahan bakar pesawat terbang setelah melalui penelitian yang ingenuin. 

Kabar Baik

Dalam suasana seperti itulah, di mana seruan untuk pentingnya masyarakat dunia memikirkan adanya Ingenuitas, cara-cara inovatif untuk memecahkan masalah secara baru, Komunitas Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan KWI menyerukan agar orang-orang Kristen di Indonesia secara umum, dan para Abdi Negara di pemerintahan Sumatra Utara yang bertekad untuk memajukan masyarakat di Sumatra Utara menjadi lebih bermartabat, secara khusus mengarahkan perhatiannya kepada Yesus Kristus yang adalah Hikmat Bagi Kita. 

Kita diminta untuk menghayati bahwa bagi kita tidak ada hikmat, ingenuitas di dalam memecahkan masalah-masalah kemanusiaan selain Yesus Kristus. Ia adalah hikmat Allah bagi kita untuk menyelesaikan secara luar biasa masalah-masalah yang dihadapi manusia, yaitu:

Yang pertama, dalam menghadapi  keberadaan kita yang karena keberdosaan kita mengakibatkan kita lahir ke dunia ini adalah untuk mati. Yesus Kristus menjadi hikmat bagi kita dengan membenarkan kita di hadapan Allah, sehingga dosa-dosa kita diselesaikannya, kematian kekal kita diakhirinya. Ia juga adalah hikmat Allah yang karena kerentanan kita terhadap dosa (Martin Luther: Orang Kristen itu adalah pada saat yang sama orang kudus, tetapi rentan terhadap doa) menguduskan kita sampai hari penghakiman nantinya, ketika Yesus datang kedua kalinya.  Yesus Kristus terus mendoakan kita agar kita tetap kudus. Ia siap selalu menguduskan kita dengan pertobatanp-pertobatan kita. Ia juga adalah penebus kita dari segala kuasa yang ada di jagad raya ini, di luar dan di dalam diri kita yang mematikan kita. 

Yang kedua, Yesus Kristus juga telah mengajarkan hikmat bagi kita, malah ia telah menjadi hikmat bagi kita di dalam interaksi kita terhadap satu sama lain, sesama insan ciptaan. 
Ia telah mengajarkan kepada kita untuk membentengi hidup yang bermartabat dari sesama kita manusia, yaitu hidup yang bebas dari keterkungkungan, perbudakan yang beraneka itu, yang kuno maupun yang postmodern. Yesus membebaskan. 

Ia juga telah mengajarkan kepada kita agar kita dan sesama kita hidup dalam damai satu terhadap yang lainnya, hidup dalam damai yang berkeadilan. Bukan damai yang tidak berkeadilan. Bukan damai yang dipaksakan oleh senjata, melainkan damai karena hubungan satu dengan lainnya yang saling melindungi, saling memerhatikan, saling membantu. Malah ia telah memerdamaikan kita sama lain.

Ia juga telah mengajarkan kepada kita agar kita saling mengasihi, malah hingga mengasihi siapa saja. "Perbuatlah kepada orang lain apa yang engkau inginkan orang lain perbuat padamu."

Yang ketiga, Yesus Kristus juga adalah hikmat bagi kita di dalam mencari jalan-jalan penuh kepintaran, ingenuitas, di dalam memecahkan masalah-masalah kehidupan kita. Mengapa bisa, karena kita berada di dalam Kristus. Kita terkait dengan Kristus. Allah berdiam di dalam diri kita. 

Implikasi

Sebagai Abdi Negara yang dipimpin oleh Bapak Gubernur dan Wakilnya pada lima tahun mendatang, kita membutuhkan ingenuitas di dalam menghadapi tantangan-tantangan yang dihadapi Sumut di dalam membangun propinsi ini menuju propinsi yang "Tekun Berkarya, Hidup Sejahtera, Mulia Berbudaya."

Kita mengetahui dua tantangan klassik di Sumut, yaitu infrastruktur dan krisis listrik.  Jalan rusak sepanjang 239 kilometer, yang menghambat investasi, belum terhubung jalan dengan  pengembangan mass rapid transportation. Listrik yang deficit yang dijka diatasi dapat menumbuhkan ekonomi 0,24 persen.  Produk berbasis sumber daya alam kita, 75 persen, produk  berbasis teknologi masih 15% yang memerlambat hilirisasi produk perkebuan.  Kualitas sumberdaya manusia kita maupun kriminalitas. Kita bersukacita bahwa pada Gubernur kita sudah bersinergi dengan Bapak Presiden Jokowi: 

Pada tanggal  11 Desember lalu Bapak Gubsu Edy Rahmayadi (Letjen Purn) telah menerima langsung dari Bapak Presiden Joko Widodo Daftar isian Pelaksanaan Anggaran Daerah (DIPA) dan Alokasi Transfer Daerah dan Dana Desa (TKDD) 2019 di Istana Presiden secara simbolis bersama 12 menteri/pimpinan tertinggi Lembaga dan seluruh Gubernur se Indonesia. Jumlahnya lumayan besar, yaitu Rp 43.352.757.959.000,-  Harapan Bapak Gubernur bahwa anggaran tersebut akan mendorong percepatan pembangunan di Sumut. 

Gubernur Rahmayadi berujar: "Ini harus riil, pastikan semuanya program berjalan dengan baik, ini harus betul-betul digunakan untuk masyarakat Sumut."
Selanjutnya Presiden berpesan tegas: "Belanja APBN harus fokus. Jangan sampai APBN menguap begitu saja tanpa hasil, dan juga jangan habis hanya untuk rutinitas belanja birokrasi atau belanja operasional, tapi lupa mengukur dampaknya bagi kemanfaatan rakyat, kemanfaatan untuk masyarakat. Dari dulu sudah saya ingatkan harus money follow programme, jangan hanya dipakai untuk kanan kiri atas bawah tapi tujuanna tidak jelas dan tidak fokus. Di tahun 2019, belanja APBN, pertama PEMBANGUNAN SDM, kedua PENINGKATAN DAYA SAING, ketiga untuk MEMERKUAT EKSPOR dan INVESTASI, dan keempat, PENGUATAN VALUE OF MONEY."

Di manakah kekurangan kita? Ada pada lack of Ingenuinitas.
Saudara-saudara, dengan menyadari bahwa Yesus yang kelahirannya kita rayakan pada saat ini adalah Hikmat Bagi kita bukan saja untuk hidup kekal, tetapi juga untuk hikmat penuh hikmat di Sumut ini, yaitu yang berkebebasan, yang damai dan yang saling menyayangi, dan lebih lagi yang memberi hikmat pada kita di dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita sehari-hari melayani masyarakat, kita terpanggil melayani denga berhikmat. 

Martin Luther mengajarkan bahwa orang Kristen itu adalah orang merdeka, bukan hamba dari apapun dan terhadap siapapun, tetapi ia juga adalah hamba Allah yang melayani sesamanya di mana pun ia bertugas di dalam hidup sebaik-baiknya, bukan agar ia dibenarkan atau status kebenarannya lebih tinggi di hadapan Allah, melainkan karena ia telah dibenarkan. 

Sekarang, saudara-saudara Abdi Negara di Propinsi Sumut ini dipanggil oleh firman Allah agar mengarahkan perhatian kepada Yesus Kristus untuk memohon agar Ia menjadi hikmat bagi kita di dalam pelayanan terhadap masyarakat. Keteladanan Yesus Kristus di dalam pelayanannya terhadap masyarakat pada zamannya dapat menjadi hikmat bagi kita, yaitu: Ia datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Dan pelayanannya dilakukannya tidak dengan menunggu, melainkan dengan menemui semua orang yang dilayaniNya di tempat-tempat perjuangan dan pergumulan mereka masing-masing. Itulah hikmat yang perlu diteladani oleh para Abdi Negara di Sumut ini, agar sungguh di dalam lima tahun kepemimpinan Bapak Gubsu Edy Rahmayadi Sumut dapat menjadi bermartabat di mata seluruh propinsi di Indonesia, dan juga di mata dunia, tidak lagi dikenal dengan propinsi paling korup di Indonesia. 

Kita harus yakin Yesus sang hikmat bagi kita itu, sebab seperti rasul Paulus ungkapkan pada suratnya Roma 8: 32, "Ia yang tidak menyayangkan anakNya sendiri, tetapi menyerahkanNya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia."

Propinsi Sumut membutuhkan Abdi Negara yang memiliki Ingenuinitas, untuk menjawab tantangan Sumut, baik di dalam membangun infrastruktur penunjang pembangunan ekonomi (pelabuhan, jalan dan tol), tetapi juga dengannya membangun kemanusiaan yang semakin bermartabat ke depan. Mari, rakyat menunggu, dari Perayaan Natal ini bergerak para Abdi Negara yang memiliki ingenuinitas tinggi.(**)
  BeritaTerkait
  • Ketua Harian RB Jonan Pimpin Rapat Persiapan Panitia Natal Nasional 2018

    2 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Panitia Natal Nasional tahun 2018 menggelar rapat teknis persiapan menyambut perayaan Natal di Desember mendatang, Rabu (31/10/2018). Sumut menjadi tuan rumah perayaan Natal Nasio

  • Tim LPPD Medan Hibur Warga di Natal PWI Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Juara 1 Vokal Solo Anak Usia 10-13 Tahun di Pesparawi Sumut Geisha Patricia Sihotang dan juara 2 paduan suara campuran dewasa yang merupakan kontingen dari Lembaga Pengemabangan

  • Perayaan Natal Naposo Parsadaan Situmorang Sipitu Ama (NPSSAB) Meriah di Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Perayaan Natal Bersama Naposo Parsadaan Situmorang Sipitu Ama dohot Boruna (NPSSAB) dengan PSSAB Sumatera Utara berjalan dengan hikmat dan meriah. Perayaan natal yang pertama kali dilaksanakan,

  • Wagubsu Bernyanyi "Bagi Tuhan Tak Ada Yang Mustahil" di Natal PWI Sumut

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Wakil Gubernur Sumatera Hj Nurhajizah Marpaung menyatakan kegembiraannya saat menghadiri perayaan Natal PWI Sumut 2017 di Hotel Danau Toba Internasional, Sabtu (16/12). Mantan pe

  • Natal BP-PAUD dan Dikmas Tekankan Implememtasikan Rohani Kekristenan Dalam Hidup

    tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Sebagai umat Kristen, kita harus mampu menerapkan nilai rohani kekristenan dalam hidup agar apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita dalam tugas bisa menjadi berkat bagi ora

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb