• Home
  • Agama
  • Ephorus HKBP: Setiap Orang Memiliki Kelebihan dan Kelemahan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 10 September 2018 05:21:00

Ephorus HKBP: Setiap Orang Memiliki Kelebihan dan Kelemahan

BAGIKAN:
Humas HKBP
Ir. Tolopan Silitonga beserta Ibu br. Simanjuntak (anggota DPRD Deli Serdang, yang memohon doa atas harapannya agar terpiilih di Pemilihan Tahun 2019 sebagai anggota DPD RI dari Sumatera Utara) saat menerima ulos dari Ephorus
Medan(Pelita Batak): Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing menyampaikan renungan Minggu XV Setelah Trinitatis di HKBP Sidorame Distrik X Medan Aceh , Minggu 9 September 2018.

Ompu i Ephorus HKBP dengan khotbahnya yang dikutip dari Firman yang tertulis di 2 Korintus 11: 7-16, dengan topik Hidup di dalam Kebenaran Kristus. "Paulus mengatakan jangan sampai kita menghukum orang lain melebihi kesalahannya sendiri, karena Tuhan akan berpihak kepada yang tertindas. Sepertinya Rasul Paulus putus asa dalam ucapannya, bukti setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya."

 "Kelebihan kita berbeda-beda, dan kekurangan kita pun berbeda-beda. Itu sebabnya kita membutuhkan kesatuan. Saya berbeda dengan kalian, keinginan kita bahkan selera kita berbeda-beda. Terkadang bahkan menjadi berlawanan. Misalnya saja seperti selera makan, ada yang menyukai asam manis, ada yang suka makanan pedas, ada yang lainnya. Apakah kita mau membiarkan perbedaan itu begitu saja?"

"Ingatlah, yang ada sama saya belum tentu ada pada kalian, yang ada pada kalian belum tentu ada pada saya. Firman mengingatkan kita justru dikarenakan perbedaan itulah, diperlukan saling menolong. Marsiurupan ma hamu manaon angka na dokdok i, ai ido patik ni Kristus. Bertolong-tolonganlah satu sama lain, karena itulah bukti kasih," jelas Ompu i. 

Ada pemahaman tentang Filosofi Yin dan Yang (Putih dan Hitam), ada Hitam karena ada putih, ada putih karena ada hitam. Ada Pendek karena ada yang tinggi, ada pintar karena ada yang bodoh, ada kaya karena ada yang miskin. Perbedaan itu selalu ada, tetapi bukan ancaman, sudah seharusnya itu menjadi kebutuhan untuk saling melengkapi. Misalkan saja, tentang gaji, pasti berbeda-beda, ada yang lebih banyak dan ada yang lebih sedikit, tetapi bukan kita mau bilang, 

"Tuhan lebih sayang kepadanya karena gajinya lebih besar. Kita harus menyadari kebutuhan kita berbeda-beda. Apa yang kita peroleh adalah berkat Tuhan. Ukuran berkat Tuhan adalah kita bersukacita menerimanya. Bukan harus jumlah sekian gaji kita, barulah itu dikatakan berkat. Tolak ukurnya adalah ketika kita bersukacita menerimanya. Dalam Nyanyian Buku Ende dikatakan : Pasupasu na godang ima roha na sonang. Berapapun dan apapun yang kita terima dari Tuhan, baiklah itu materi, kesehatan, pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan lainnya, marilah kita bersyukur kepada Tuhan," ungkap Ompu i. 

"Yang mau ditanya kepada kita, bukan berapa berkat yang kita peroleh? Misalnya materi, anak, tanah, dan lainnya. Tetapi pertanyaannya adalah, sudah bagaimanakah berkat itu kita pakai menjadi berkat bagi orang lain? Anak-anak bukan seperti pemahaman dulunya "asal ma mangolu"  tetapi apakah hidup kita dan anak anak itu berguna kah hidupnya atau tidak? Kalau kita tidak malakukan tugas kita masing-masing, maka kita pasti tidak berguna," lanjutnya.

"Bukankah demikian Yesus Kristus yang melihat dari jauh, ada Pohon rindang yang kelihatan indah, dikira akan memenuhi haus dan laparNya, namun ketika dekat, dilihat, ternyata hanya rindang saja tetapi tidak berbuah. Saat itu juga, Yesus memukul (mengutuk) pohon itu mengatakan "kau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya" dan pohon itu langsung layu dan kering (Mat. 21: 19-22). Berkat-berkat Tuhan, seluruhnya dalam hidup kita, syukurilah itu dan bersukacitalah. Gereja ini bukan hanya kebutuhan manusia tetapi juga Tuhan, karena gereja inilah tempat kita bersekutu dengan Tuhan."

"Rumah tempat Tuhan berdiam, dan kita jemaat datang bersyukur kepada Tuhan. Tuhan memanggil kita semua, dengan kesempatan ini, dengan adanya panitia dan pelayan yang memprogramkan pembangunan gereja ini, marilah kita mensyukuri ini dan memberikan sukacita kita bersama untuk gereja ini. Apa yang mau kita berikan untuk pembangunan ini? Dari mana? Jawabnya, dari berkat Tuhan yang ada pada kita," tutur Ompu i di akhir khotbahnya.(*)
  BeritaTerkait
  • Tanggapan Inti terhadap "Draft Aturan Peraturan HKBP 2002 Hasil Amandemen III"

    8 bulan lalu

    Oleh: Pdt Dr Robinson Butarbutar Parsameanta, STT-HKBPI. Dasar Ekklesiologi HKBP yang sudah disusun oleh para tokoh HKBP melalui sejarah pengalamannya bergereja yang sudah hampir 157 tahun adalah ekkl

  • Ephorus HKBP Serukan HKBP Lhokseumawe Jadi Berkat

    tahun lalu

    Laporan Pdt Alter Pernando Siahaan, HKBP Lhokseumawe 10 September 2017, genap usia 50 Tahun Pesta Jubileum HKBP Lhokseumawe yang dipimpin oleh Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing. Ressort Lhoks

  • Ini Kekuatan Orang Batak Toba Menurut Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):   Orang Batak Toba memiliki kelebihan-kelebihan. Demikian disampaikan Pastor Dr. Herman Nainggolan, OFMCap dalam Seminar Tahun Keluarga HKBP Distrik X Medan-Aceh,

  • Dr RE Nainggolan dan Pdt WTP Simarmata Narasumber Pertemuan Kaum Bapak PGI-D Medan

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Tokoh masyarakat Dr RE Nainggolan,MM dan Ephorus (emeritus) HKBP Pdt WTP Simarmata,MA menjadi narasumber dalam Pertemuan Kaum Bapak yang diselenggarakan oleh PGI Daerah Kota Medan, Sabtu (17/12/2016), d

  • Sambutan Ketua Umum GMKI dalam Perayaan Natal Nasional GMKI di Samarinda

    2 tahun lalu

    Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak-Ibu dan Saudara-saudari yang kami hormati, kelahiran Yesus di dunia tidak hanya menjadi milik umat Kristen saja, melainkan merupakan milik peradaban manus

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2018 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb